Cerita Warga Cium Bau Menyengat Minyak Tanah Air PDAM Usai Gudang Pestisida Terbakar Cemari Sungai Cisadane
Sumber air baku PDAM berasal dari aliran sungai Cisadane. Namun, saat ini kondisi sungai tersebut tercemar oleh zat kimia akibat kebakaran di gudang pestisida.
Sejak pagi hari Selasa (10/2/2026), warga Tangerang mulai merasakan dampak dari pencemaran air baku PDAM yang bersumber dari Sungai Cisadane.
Pencemaran ini disebabkan oleh cairan kimia pestisida yang berasal dari kebakaran gudang penyimpanan di wilayah Serpong, Kota Tangerang Selatan.
Nur Azizah, seorang ibu rumah tangga berusia 55 tahun yang tinggal di kawasan Bencongan Indah, Kecamatan Kelapa Dua, Kabupaten Tangerang, mengaku mencium aroma seperti minyak tanah dari kamar mandinya.
Ternyata, aroma tersebut berasal dari air bersih yang mengalir dari PDAM.
"Kaya minyak tanah aromanya, makanya saya enggak berani pakai. Pas lihat di berita, ternyata katanya karena kebakaran gudang pestisida, ya sudah kami enggak berani pakai, apalagi buat masak," ungkap Nur Azizah kepada wartawan.
Di grup WhatsApp, warga diimbau untuk tidak menggunakan air PDAM untuk keperluan memasak hingga dua hari ke depan. Sebagai alternatif, Nur Azizah memilih untuk meminta air tanah dari tetangganya untuk memasak.
"Minta air tanah dari tetangga, itu yang terdekat," tambahnya.
Cairan Pestisida Mengalir ke Cisadane
Kebakaran gudang pestisida di kawasan Pergudangan Tangsel ternyata memberikan dampak yang luas bagi masyarakat.
Cairan pestisida yang mengalir tidak hanya mencemari Kali Jalantreng, tetapi juga mencemari Sungai Cisadane, yang menjadi sumber air baku PDAM untuk Kota dan Kabupaten Tangerang.
Kepala Bidang Pengendalian Pencemaran dan Kerusakan Lingkungan DLH Kota Tangerang, Hendry Pratama Syahputra, menyatakan bahwa berdasarkan hasil alat pemantau Indeks Kualitas Air (IKA) yang dimiliki DLH, hasilnya masih menunjukkan kondisi yang normal.
"Namun khusus untuk yang sumber pencemar pestisidanya ini, kita perlu uji kembali ke laboratorium. Tadi sih kita udah minta ke lab untuk membawa hasil sampel airnya, 2 sampai 5 hari baru kelihatan hasilnya untuk pencemaran jenis bahan kimianya atau adakah kandungan pestisidanya," kata Hendry.
Dia juga mengingatkan warga untuk tidak menggunakan air dari Sungai Cisadane secara langsung.Hendry menekankan bahwa masyarakat sebaiknya tidak mengonsumsi ikan dari sungai tersebut, baik yang ditangkap baru-baru ini maupun beberapa hari ke depan.
"Kalau untuk air sungainya langsung, memang kita mengimbau kepada masyarakat untuk tidak dulu ya baik ikannya, mengonsumsi ikan yang dari sungai, baik yang kemarin maupun yang sekarang, maupun beberapa hari ke depan, termasuk kemanfaatan airnya sendiri. Ada yang masih mencuci, buat kebutuhan yang lain, ada (berburu) cacing sungai, ada yang masyarakat Karawaci yang menggunakannya buat cacing, juga itu sama kita imbau sih untuk sementara waktu ke depan, tidak digunakan dulu," tuturnya.