Peningkatan Kapasitas SPAM Mojolagres Jawa Timur Perluas Akses Air Bersih
Pemerintah Provinsi Jawa Timur meningkatkan kapasitas Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM) Regional Mojolagres menjadi 300 liter per detik, memperluas akses air bersih bagi sekitar 100 ribu jiwa di tiga kabupaten.
Pemerintah Provinsi Jawa Timur (Pemprov Jatim) telah berhasil meningkatkan kapasitas produksi Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM) Regional Mojolagres. Peningkatan ini mencapai 300 liter per detik, sebuah langkah strategis untuk memperluas jangkauan layanan air bersih. Ekspansi ini diperkirakan akan melayani sekitar 100 ribu jiwa di wilayah Mojokerto, Lamongan, dan Gresik.
Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa, meresmikan instalasi pengolahan air (IPA) tambahan berkapasitas 100 liter per detik. Peresmian ini berlangsung di Unit SPAM Mojolagres Losari Barat, Sidoharjo, Kecamatan Gedeg, Kabupaten Mojokerto, Jawa Timur. Peningkatan kapasitas ini merupakan respons atas tingginya kebutuhan air bersih yang dirasakan masyarakat di area layanan tersebut.
Khofifah menjelaskan bahwa kebutuhan masyarakat akan air bersih di wilayah yang dilayani SPAM Mojolagres cukup tinggi. Oleh karena itu, inisiatif penambahan kapasitas telah dimulai sejak tahun 2025 lalu. Penambahan 100 liter per detik ini melengkapi kapasitas eksisting yang sebelumnya 200 liter per detik, sehingga totalnya menjadi 300 liter per detik.
Memperluas Akses Air Bersih di Mojolagres
Peningkatan kapasitas SPAM Regional Mojolagres menjadi 300 liter per detik secara signifikan memperluas cakupan layanan air bersih. Target utama dari peningkatan ini adalah memenuhi kebutuhan air minum bagi sekitar 100 ribu jiwa penduduk. Wilayah layanan SPAM ini mencakup Kabupaten Mojokerto, Kabupaten Lamongan, dan Kabupaten Gresik, yang selama ini menunjukkan permintaan tinggi terhadap air bersih.
Gubernur Khofifah menekankan bahwa akses terhadap air bersih merupakan fondasi penting dalam peningkatan kualitas kesehatan masyarakat. Ketersediaan air bersih yang memadai akan sangat mendukung penerapan Pola Hidup Bersih dan Sehat (PHBS). Hal ini pada gilirannya akan menjadi dasar untuk meningkatkan kualitas hidup masyarakat secara umum.
Dengan kapasitas baru ini, diharapkan masyarakat dapat merasakan dampak langsung berupa kemudahan akses air bersih yang berkualitas. Ini bukan hanya tentang memenuhi kebutuhan dasar, tetapi juga berinvestasi pada kesehatan dan kesejahteraan jangka panjang penduduk di tiga kabupaten tersebut.
Kolaborasi Pusat dan Daerah dalam Pembangunan SPAM
Pembangunan SPAM Regional Mojolagres adalah hasil kolaborasi panjang antara pemerintah pusat dan daerah yang telah dimulai sejak tahun 2012. Pada tahap awal, pemerintah pusat melalui Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (KemenPUPR) membangun intake, IPA berkapasitas 50 liter per detik, serta jaringan pipa transmisi. Sementara itu, Pemerintah Provinsi Jawa Timur bertanggung jawab membangun jaringan distribusi utama.
Tahap selanjutnya melibatkan pembangunan IPA tambahan berkapasitas 150 liter per detik oleh KemenPUPR. Pembangunan ini juga disertai dengan pengembangan jaringan distribusi oleh pemerintah provinsi dan pemerintah kabupaten terkait. Proses bertahap ini menunjukkan komitmen berkelanjutan dari berbagai tingkatan pemerintahan untuk memastikan ketersediaan air bersih.
Hingga saat ini, total kapasitas SPAM Mojolagres telah mencapai 300 liter per detik, merefleksikan keberhasilan sinergi antara pemerintah pusat dan daerah. Kolaborasi ini menjadi contoh bagaimana proyek infrastruktur vital dapat terwujud melalui pembagian peran yang jelas dan komitmen bersama.
Dampak Peningkatan Kapasitas dan Pengelolaan
Peningkatan kapasitas SPAM Mojolagres memiliki dampak positif yang luas, terutama dalam mendukung kesehatan masyarakat. Ketersediaan air bersih yang memadai adalah kunci untuk mencegah berbagai penyakit berbasis air dan mendorong kebiasaan hidup sehat. Gubernur Khofifah berharap PHBS akan semakin terdukung dengan adanya fasilitas air bersih ini.
Pengelolaan instalasi SPAM Mojolagres dilakukan oleh PT Air Bersih, sebuah entitas yang bertanggung jawab atas operasional dan pemeliharaan fasilitas. Sementara itu, pendistribusian air kepada pelanggan di tingkat daerah dilaksanakan oleh Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) masing-masing. PDAM Mojokerto, PDAM Lamongan, dan PDAM Gresik berperan penting dalam memastikan air sampai ke rumah tangga dan fasilitas umum.
Gubernur Khofifah juga menyampaikan permohonan kepada masyarakat untuk turut serta menjaga fasilitas air bersih yang telah dibangun. Partisipasi aktif masyarakat dalam memelihara infrastruktur ini sangat krusial untuk keberlanjutan layanan. Hal ini memastikan bahwa investasi dalam peningkatan kapasitas SPAM Mojolagres dapat memberikan manfaat maksimal dalam jangka panjang.
Sumber: AntaraNews