Catat, Pengendara Langgar Lalu Lintas Bakal Dapat 'Surat Cinta' dari Polisi via WhatsApp Hari Ini
Inovasi ini perlu didukung oleh data nomor handphone dari para pemilik kendaraan.
Ditlantas Polda Metro Jaya mulai memberlakukan sistem 'Cakra Presisi' yang merupakan sistem baru dalam mengirim keterangan surat tilang tilang ETLE (Electronic Traffic Law Enforcement) kepada pengendara hari ini, Senin (20/1). Nantinya pengendara yang melanggar lalu lintas bakal mendapatkan surat tilang melalui WhatsApp.
"Ya sudah mulai diterapkan," kata Kasubdit Gakkum Ditlantas Polda Metro Jaya, AKBP Ojo Ruslani saat dikonfirmasi, Senin (20/1).
Nomor Hubungi Penilangan
Inovasi ini perlu didukung oleh data nomor handphone dari para pemilik kendaraan. Apalagi, kepolisian selama ini sudah memberlakukan kebijakan dimana nomor handphone pemilik kendaraan harus dicantumkan saat proses pembuatan STNK (Surat Tanda Nomor Kendaraan).
Penindakan tilang secara online ini tidak hanya berlaku sebatas pada sipil juga, tapi juga menyasar pada kendaraan dengan plat para pejabat maupun plat merah.
"Semua kena," tegas Ojo.
Penilangan Manual Masih Diberlakukan
Di satu sisi, meskipun sudah ada penilangan secara ETLE, sistem penilangan secara manual juga masih tetap diberlakukan. Namun tilang secara manual tersebut dikhususkan menyasar kepada pengendara yang tidak terdeteksi dengan kamera ETLE.
"Penilangan manual yang tergabung dalam lintas jaya/ops gabungan dengan Dishub TNI, POl PP Jaya tetap berjalan termasuk kepada masyarakat yang platnya sengaja dilepas, kita lakukan tilang manual," uja dia.
Aturan Kendaraan Balik Nama
Sementara itu, untuk kendaraan yang belum balik nama, kata Ojo akan tetap mendapatkan pesan notifikasi tilang dari kepolisian kepada alamat lama yang sudah tertera.
Dia juga menghimbau kepada masyarakat yang melakukan jual beli kendaraan agar segera melaporkan ke Samsat sekitar sehingga nantinya pesan pelanggaran lalu lintas dapat dikirimkan kepada pemilik kendaraan yang baru.
"Bila mendapati kasus sperti ini masyarakat agar bisa kasih tau kepada pembelinya bila memungkinkan, setipa mobil dijual mesti laporan samsat bahwa mobil sudah dijual sehingga samsat akan blokir," imbuh Ojo.
"Demikian juga notifikasi WA, WA akan masuk ke nomor hp pemilik yang lama. Seyogyanya bisa diteruskan ke pemilik terakhir oleh pemilik sebelum bila berbaik hati mau ngasih tau," tutupnya.