Polda Jateng Catat 512 Kecelakaan Selama Operasi Zebra Candi 2025, 12 Korban Meninggal

Selama 13 hari Operasi Zebra Candi 2025, Polda Jateng mencatat 512 kecelakaan lalu lintas dengan 12 korban meninggal dunia, didominasi pengendara usia produktif.

Redaksi Merdeka
Oleh Redaksi Merdeka - Reporter
Polda Jateng Catat 512 Kecelakaan Selama Operasi Zebra Candi 2025, 12 Korban Meninggal
Selama 13 hari Operasi Zebra Candi 2025, Polda Jateng mencatat 512 kecelakaan lalu lintas dengan 12 korban meninggal dunia, didominasi pengendara usia produktif. (AntaraNews)

Polda Jawa Tengah merilis data mengejutkan terkait angka kecelakaan lalu lintas selama pelaksanaan Operasi Zebra Candi 2025. Tercatat sebanyak 512 kejadian kecelakaan terjadi di berbagai wilayah provinsi ini dalam kurun waktu 13 hari operasi. Data ini menunjukkan urgensi peningkatan kesadaran berlalu lintas di masyarakat.

Operasi yang berlangsung sejak 17 November hingga 29 November 2025 ini juga mencatat 12 korban jiwa meninggal dunia akibat insiden tersebut. Angka ini menjadi sorotan serius bagi pihak kepolisian dan seluruh elemen masyarakat. Kondisi ini diharapkan menjadi pengingat penting bagi para pengguna jalan.

Kabid Humas Polda Jawa Tengah Kombes Pol. Artanto di Semarang pada Sabtu (29/11) menjelaskan rincian data ini. Ia juga menyoroti dominasi usia produktif dalam pelanggaran maupun kecelakaan yang terjadi. Operasi ini sendiri akan berakhir pada 30 November 2025.

Selama periode Operasi Zebra Candi 2025, total 512 insiden kecelakaan lalu lintas telah tercatat di seluruh wilayah Jawa Tengah. Jumlah ini mencerminkan tingkat kerawanan di jalan raya. Peningkatan pengawasan dan edukasi menjadi sangat krusial.

Dari ratusan kecelakaan tersebut, 12 orang dilaporkan meninggal dunia, menambah daftar panjang korban jiwa di jalan raya. Korban meninggal ini menjadi indikator serius terkait kepatuhan dan keselamatan berlalu lintas. Upaya pencegahan harus terus digalakkan.

Kombes Pol. Artanto menyampaikan bahwa data ini merupakan hasil pemantauan selama 13 hari pelaksanaan operasi. "Dari jumlah kejadian tersebut, terdapat 12 orang korban meninggal dunia," ujarnya. Hal ini menegaskan pentingnya kewaspadaan setiap saat.

Selain kecelakaan, Operasi Zebra Candi 2025 juga berhasil menjaring 44.686 pelanggaran lalu lintas di Jawa Tengah. Angka ini sangat tinggi dan menunjukkan masih banyaknya pengendara yang abai terhadap aturan. Penegakan hukum menjadi kunci utama.

Dari puluhan ribu pelanggaran tersebut, sebanyak 12.027 pelanggar dikenakan sanksi tilang, baik melalui ETLE maupun tilang manual. Sisanya hanya diberikan teguran sebagai bentuk peringatan. Tindakan tegas ini diharapkan dapat memberikan efek jera.

Artanto menambahkan bahwa mayoritas pelanggar yang ditilang berasal dari kelompok usia produktif. "Dari pelanggaran yang dijatuhi tilang sebanyak itu, kata dia, didominasi oleh pengendara berusia produktif atau sekitar 77 persen pelanggar berusia antara 16 sampai 35 tahun," jelasnya. Ini menjadi perhatian khusus bagi keselamatan lalu lintas.

Kondisi ini juga terlihat pada data kecelakaan, di mana pengendara usia muda mendominasi kendaraan yang terlibat. "Pengendara usia muda juga mendominasi kendaraan yang terlibat dalam kecelakaan," kata Artanto. Ini menunjukkan kerentanan kelompok usia muda terhadap risiko di jalan.

Operasi Zebra Candi 2025 tidak hanya bertujuan menindak pelanggaran, tetapi juga merupakan bagian dari upaya cipta kondisi keamanan, ketertiban, dan keselamatan berlalu lintas (Kamseltibcar Lantas). Ini penting menjelang perayaan Natal 2025 dan Tahun Baru 2026. Fokus operasi ini sangat strategis.

Kombes Pol. Artanto menekankan pentingnya operasi ini untuk meningkatkan disiplin masyarakat dalam berlalu lintas. "Melalui operasi ini masyarakat diharapkan semakin disiplin dan situasi lalu lintas menjelang Natal dan tahun baru dapat berlangsung aman, lancar, dan kondusif," katanya. Harapan ini selaras dengan tujuan utama operasi.

Dengan berakhirnya Operasi Zebra Candi 2025 pada 30 November, Polda Jateng berharap kesadaran berlalu lintas dapat terus meningkat. Hal ini demi menciptakan kondisi jalan yang lebih aman bagi semua pengguna. Disiplin adalah kunci utama untuk menekan angka kecelakaan.

Sumber: AntaraNews

Rekomendasi