Bulog Capai Distribusi Hampir 400 Ribu Ton Beras SPHP, Target 1,3 Juta Ton di Akhir Tahun!
Perum Bulog berhasil mendistribusikan hampir 400.000 ton beras SPHP ke seluruh Indonesia, mendekati target 1,3 juta ton untuk stabilisasi harga pangan. Bagaimana upaya ini menekan inflasi?
Perum Bulog mengumumkan pencapaian signifikan dalam program Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) beras. Hingga saat ini, distribusi beras SPHP telah mencapai angka hampir 400.000 ton di seluruh wilayah Indonesia.
Informasi penting ini disampaikan langsung oleh Direktur Utama Perum Bulog, Ahmad Rizal Ramdhani, pada hari Minggu di Jakarta. Program SPHP ini merupakan inisiatif strategis untuk menjaga ketersediaan dan stabilitas harga beras di pasar domestik.
Distribusi beras SPHP ini dilakukan melalui berbagai saluran yang luas dan terintegrasi. Upaya masif ini diharapkan dapat memberikan dampak positif dalam menekan laju inflasi di berbagai daerah.
Cakupan dan Jalur Distribusi Beras SPHP Bulog
Beras SPHP didistribusikan oleh Bulog melalui berbagai jalur untuk menjangkau masyarakat luas. Jalur-jalur tersebut meliputi pengecer pasar tradisional, Koperasi Merah Putih Desa/Kelurahan (Kopdes), gerai ritel modern, serta Rumah Pangan Kita (RPK) milik Bulog sendiri.
Selain itu, Bulog juga aktif menyalurkan beras SPHP melalui Gerakan Pangan Murah (GPM) yang diselenggarakan secara nasional. Di wilayah DKI Jakarta saja, distribusi beras SPHP telah mencapai 26.071 ton atau sekitar 16,9 persen dari total distribusi.
Penyaluran di Jakarta terbagi menjadi 55,32 persen melalui mitra ritel, 5,51 persen melalui GPM, dan 22,27 persen melalui kegiatan lainnya. Rizal mencatat, "Dalam pandangan kami, pencapaian ini sudah sangat baik, terutama distribusi melalui mitra ritel."
Target Ambisius dan Dampak Terhadap Inflasi
Bulog telah menetapkan target ambisius untuk distribusi beras SPHP hingga akhir tahun ini. Mereka menargetkan total distribusi sebesar 1,3 juta ton, dengan proyeksi distribusi harian mencapai 6.000 ton.
Ahmad Rizal Ramdhani menyatakan keyakinannya terhadap pencapaian target tersebut. "Kami yakin target 1,3 juta ton akan tercapai," ujarnya dengan optimis.
Distribusi beras SPHP ini telah menunjukkan dampak positif yang signifikan terhadap pengendalian inflasi. Laju inflasi berhasil diturunkan dari 214 kabupaten dan kota menjadi 100 kabupaten dan kota berkat program ini.
Sumber Pasokan dan Harga Eceran Tertinggi Beras SPHP
Beras SPHP yang didistribusikan oleh Bulog berasal dari Cadangan Beras Pemerintah (CBP). Sumber ini memastikan ketersediaan pasokan yang stabil untuk program stabilisasi harga.
Untuk menjaga keterjangkauan harga, beras SPHP dijual dengan Harga Eceran Tertinggi (HET) yang telah ditetapkan. HET sebesar Rp12.500 per kilogram berlaku untuk zona 1, yang mencakup Jawa, Lampung, Sumatera Selatan, Bali, Nusa Tenggara Barat, dan Sulawesi.
Sementara itu, HET untuk zona 2 adalah Rp13.100 per kilogram, meliputi Sumatera (kecuali Lampung dan Sumatera Selatan), Nusa Tenggara Timur, dan Kalimantan. Untuk zona 3, yang mencakup Maluku dan Papua, HET ditetapkan sebesar Rp13.500 per kilogram. Saat ini, total cadangan beras pemerintah di gudang Bulog mencapai 3,9 juta ton, dengan sekitar 2,95 juta ton atau 75 persen berasal dari pengadaan domestik, dan sisanya dari pengadaan luar negeri.
Sumber: AntaraNews