BPJS Ketenagakerjaan Sasar Ekosistem Desa, Perluas Perlindungan Pekerja Informal
BPJS Ketenagakerjaan Cabang Bekasi Delta Mas gencar menyasar ekosistem desa untuk perluasan cakupan kepesertaan, demi mewujudkan perlindungan semesta bagi pekerja informal.
Kantor Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Ketenagakerjaan Cabang Bekasi Delta Mas mengambil langkah strategis untuk memperluas cakupan kepesertaan di Kabupaten Bekasi. Fokus utama mereka adalah menyasar peserta baru dari kalangan pekerja di ekosistem desa. Upaya ini merupakan bagian dari komitmen untuk mewujudkan cakupan perlindungan semesta di wilayah tersebut.
Kepala Kantor BPJS Ketenagakerjaan Cabang Bekasi Delta Mas, Muhammad Ali Saepuloh, menekankan pentingnya kolaborasi lintas sektoral. Sinergi ini krusial untuk merealisasikan universal coverage program perlindungan jaminan sosial bagi tenaga kerja, terutama pada segmen pekerja informal.
Ali Saepuloh menyatakan bahwa intensitas koordinasi serta kerja sama dengan perangkat daerah terkait di Kabupaten Bekasi akan terus ditingkatkan. Hal ini bertujuan agar target sasaran dapat tercapai secara optimal.
Sinergi Lintas Sektoral untuk Perlindungan Pekerja Desa
Perluasan cakupan peserta dari sektor pekerja informal pada ekosistem desa diawali dengan skema monitoring dan evaluasi (monev) berkelanjutan. Monev ini dilakukan untuk mengidentifikasi potensi kepesertaan baru serta tantangan yang mungkin dihadapi. Langkah ini diharapkan mampu meningkatkan kesadaran masyarakat desa akan pentingnya perlindungan sosial.
Ali Saepuloh menegaskan bahwa cakupan perlindungan semesta tidak akan tercapai tanpa dukungan penuh dari pemerintah daerah hingga tingkat desa. Kolaborasi ini menjadi kunci penting dalam memastikan seluruh pekerja mendapatkan perlindungan yang layak.
Kerja sama dengan Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) Kabupaten Bekasi melalui monev juga mendorong peran aktif aparatur desa. Ini penting untuk memperluas program perlindungan sosial, khususnya bagi pekerja rentan di pedesaan.
Peran Strategis DPMD Kabupaten Bekasi dalam BPJS Ketenagakerjaan
Kepala DPMD Kabupaten Bekasi, Imam Santoso, mengungkapkan bahwa desa memiliki peran yang sangat strategis dalam mendukung tercapainya perlindungan sosial secara paripurna. Melalui kegiatan monitoring dan evaluasi yang berkelanjutan, pemerintah desa diharapkan semakin aktif mendorong masyarakat.
Fokus dorongan ini adalah agar pekerja rentan, seperti petani, nelayan, pelaku UMKM, hingga pekerja harian lepas yang ada di desa-desa, menjadi peserta BPJS Ketenagakerjaan. Sosialisasi dan edukasi mengenai pentingnya jaminan sosial ketenagakerjaan terus digencarkan untuk segmen ini.
DPMD Kabupaten Bekasi juga berkomitmen untuk memperkuat koordinasi dengan kepala seksi pemerintahan desa di setiap kecamatan. Tujuannya adalah memastikan keputusan kepala daerah terkait kepesertaan perangkat desa dalam program BPJS Ketenagakerjaan dijalankan. Imam Santoso secara khusus menyoroti Kecamatan Tarumajaya dan Pebayuran yang belum mendaftarkan perangkat desanya.
Tantangan dan Harapan Mewujudkan Cakupan Semesta
Imam Santoso berharap kegiatan monev ini dapat mengidentifikasi berbagai tantangan dan peluang dalam implementasi program jaminan sosial ketenagakerjaan di desa. Hasil identifikasi ini akan menjadi dasar penyusunan langkah strategis.
Langkah strategis tersebut bertujuan untuk meningkatkan kepesertaan masyarakat secara signifikan. Dengan adanya sinergi antara pemerintah daerah dan BPJS Ketenagakerjaan, diharapkan perlindungan terhadap pekerja dapat lebih optimal.
Perlindungan yang merata dan berkelanjutan, khususnya di sektor informal dan wilayah desa, menjadi target akhir dari kolaborasi ini. Hal ini sejalan dengan upaya BPJS Ketenagakerjaan untuk mencapai cakupan perlindungan semesta.
Sumber: AntaraNews