Perkuat Ekonomi Kreatif Bandung, Pemkab Integrasikan Seni, Pariwisata, dan Pendidikan
Pemerintah Kabupaten Bandung mengambil langkah strategis dengan mengintegrasikan sektor seni budaya, pariwisata, dan pendidikan guna memperkuat Ekonomi Kreatif Bandung, sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi daerah.
Pemerintah Kabupaten Bandung, Jawa Barat, secara aktif memperkuat integrasi sektor seni budaya dengan pariwisata dan pendidikan. Langkah ini menjadi strategi utama dalam pengembangan ekonomi kreatif daerah yang berbasis pada potensi lokal yang tersebar di berbagai wilayah. Inisiatif ini diharapkan dapat menciptakan ekosistem yang saling mendukung untuk kemajuan daerah.
Bupati Bandung, Dadang Supriatna, menegaskan bahwa penguatan ekosistem budaya ini dilakukan melalui kolaborasi lintas sektor. Kolaborasi tersebut melibatkan berbagai pihak, mulai dari pelaku seni, pengelola destinasi wisata, pelaku usaha pariwisata, hingga dunia pendidikan, untuk mencapai tujuan bersama. Sinergi ini krusial untuk memastikan keberlanjutan program.
Pemerintah daerah berperan sebagai regulator dan fasilitator dalam upaya ini, sementara penguatan ekosistem budaya harus tumbuh dari sinergi para pelaku di lapangan. Selain itu, Pemkab juga telah memasukkan muatan lokal kebudayaan dalam kurikulum sekolah serta memberikan perlindungan bagi pelaku seni melalui kepesertaan BPJS Ketenagakerjaan gratis.
Sinergi Lintas Sektor Dorong Pengembangan Seni dan Wisata
Bupati Dadang Supriatna menginstruksikan para pelaku seni untuk berkolaborasi dengan tempat wisata, objek cagar budaya, travel wisata, dan perhotelan. Kolaborasi ini diharapkan dapat menciptakan suasana yang saling mengisi dan kompak, tanpa adanya ego sektoral. Tujuannya adalah untuk memaksimalkan potensi yang ada dan menarik lebih banyak wisatawan.
Pemerintah Kabupaten Bandung juga menunjukkan komitmennya dengan memasukkan muatan lokal kebudayaan dalam kurikulum sekolah. Langkah ini bertujuan untuk menanamkan nilai-nilai budaya sejak dini kepada generasi muda. Selain itu, perlindungan sosial bagi pelaku seni menjadi perhatian serius melalui pemberian kepesertaan BPJS Ketenagakerjaan gratis, menunjukkan kepedulian terhadap kesejahteraan para seniman.
Integrasi ini mencerminkan pendekatan holistik pemerintah daerah dalam mengembangkan Ekonomi Kreatif Bandung. Dengan melibatkan berbagai elemen masyarakat dan sektor, diharapkan pertumbuhan ekonomi dapat dicapai secara merata dan berkelanjutan. Sinergi ini juga menjadi fondasi penting untuk menciptakan daya tarik wisata yang unik dan otentik.
Potensi Besar Seni Budaya dan Tantangan Ikon Daerah
Kepala Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Kabupaten Bandung, Wawan Ahmad Ridwan, mengungkapkan bahwa Kabupaten Bandung memiliki basis pelaku seni yang sangat besar. Namun, daerah ini masih membutuhkan penguatan pada sisi ikon dan agenda budaya berkelanjutan agar dapat lebih dikenal luas.
Berdasarkan data Pemerintah Kabupaten Bandung, saat ini terdapat 10.473 pelaku seni dan budaya yang tergabung dalam berbagai komunitas. Mereka terdiri dari 500 lingkung seni dan paguron, serta mencakup 51 jenis kesenian yang masih aktif berkembang di masyarakat. Kekayaan budaya ini menjadi modal besar bagi pengembangan Ekonomi Kreatif Bandung.
Meskipun memiliki potensi seni yang melimpah, Kabupaten Bandung belum memiliki ikon seni budaya yang bisa dijadikan destinasi wisata utama, seperti Saung Angklung Udjo. Oleh karena itu, diperlukan pemikiran bersama untuk menciptakan format dan kegiatan seni budaya yang dapat menjadi ikon daerah.
- Terdapat 10.473 pelaku seni dan budaya tergabung dalam komunitas.
- Ada 500 lingkung seni dan paguron aktif.
- Terdapat 51 jenis kesenian yang masih berkembang.
- Kabupaten Bandung memiliki 22 cagar budaya dan 23 objek cagar budaya.
- Terdapat 9 karya budaya dan 9 lembaga budaya yang menjadi warisan daerah.
Pariwisata sebagai Penggerak Ekonomi Kreatif Bandung
Sektor pariwisata di Kabupaten Bandung mencatat peningkatan signifikan dalam jumlah destinasi wisata. Dari 807 destinasi pada tahun 2022, jumlahnya meningkat menjadi 853 pada tahun 2023, dan terus bertambah menjadi 922 destinasi pada tahun 2024. Peningkatan ini menunjukkan daya tarik yang kuat dari wilayah tersebut.
Kawasan wisata utama seperti Ciwidey, Rancabali, Soreang, hingga Pangalengan menjadi penopang utama kunjungan wisatawan. Destinasi-destinasi ini menawarkan daya tarik alam berupa kawah, perkebunan teh, danau, serta hutan wisata yang memikat pengunjung. Potensi ini sangat mendukung pertumbuhan Ekonomi Kreatif Bandung.
Sepanjang tahun 2025, Kabupaten Bandung mencatat sekitar 13 juta kunjungan wisatawan, menunjukkan besarnya potensi sektor pariwisata sebagai penggerak ekonomi daerah. Pemerintah daerah menilai penguatan sektor pariwisata dan budaya menjadi salah satu langkah strategis untuk memperluas basis pendapatan daerah di luar pajak konvensional di tengah dinamika ekonomi yang masih menantang.
Sumber: AntaraNews