BPBD Agam Distribusi Air Bersih ke 11 Nagari Terdampak Kemarau Sejak Akhir Agustus 2025
Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Agam secara masif melakukan distribusi air bersih ke 11 nagari yang terdampak kekeringan parah, sebuah upaya vital untuk memenuhi kebutuhan dasar warga.
Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Agam, Sumatera Barat, telah mengambil langkah cepat dengan mendistribusikan air bersih kepada ribuan warga yang tinggal di 11 nagari atau desa. Distribusi ini dilakukan sebagai respons terhadap dampak kemarau panjang yang melanda wilayah tersebut sejak akhir Agustus 2025.
Inisiatif pendistribusian air bersih ini bertujuan untuk mengatasi kesulitan masyarakat dalam mendapatkan akses air bersih untuk kebutuhan harian mereka. Wilayah yang paling terdampak dan menjadi fokus utama adalah beberapa nagari di Kecamatan Ampek Koto dan Canduang, yang mengalami kekeringan ekstrem.
Kegiatan penyaluran air bersih ini melibatkan kolaborasi berbagai pihak, termasuk PDAM Tirta Antokan Agam, Palang Merah Indonesia (PMI) Agam, dan PMI Bukittinggi. Upaya bersama ini menunjukkan komitmen pemerintah daerah dan lembaga terkait dalam membantu warga menghadapi krisis air bersih.
Dampak Kemarau dan Skala Distribusi
Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Agam, Ichwan Pratama Danda, menjelaskan bahwa musim kemarau yang berkepanjangan telah menyebabkan masyarakat di Kecamatan Ampek Koto dan Canduang kesulitan mendapatkan air bersih. Kondisi ini membuat aktivitas harian warga terganggu, terutama untuk kebutuhan sanitasi dan konsumsi.
Sebanyak 11 nagari yang menerima bantuan air bersih meliputi Biaro Gadang, Panampuang, Pasia, Batu Taba, Ampang Gadang, Balai Gurah, Lambah, Canduang, Lasi, Bukik Batabuah, dan Canduang Koto Laweh. Tujuh nagari di antaranya berada di Kecamatan Ampek Koto, sementara empat nagari lainnya berlokasi di Kecamatan Canduang.
Setiap harinya, BPBD Agam dan tim gabungan mendistribusikan puluhan ribu liter air kepada ratusan kepala keluarga yang membutuhkan. "Satu hari kita mendistribusikan air sekitar puluhan ribu liter air kepada ratusan kepala keluarga," kata Ichwan Pratama Danda, menggarisbawahi skala operasi yang dilakukan.
Kolaborasi Lintas Lembaga dan Mekanisme Penyaluran
Pendistribusian air bersih ini dimulai pada Sabtu, 30 Agustus 2025, dan terus berlanjut hingga Minggu, 14 September 2025. Proses penyaluran melibatkan empat mobil tangki air yang berasal dari BPBD Agam, PDAM Tirta Antokan Agam, PMI Agam, dan PMI Bukittinggi, memastikan kapasitas yang memadai untuk menjangkau area terdampak.
Selain mobil tangki, tim juga dilengkapi dengan empat mesin portabel beserta selang, nozle, dan bak penampung untuk memudahkan proses distribusi di lokasi yang sulit dijangkau. Peralatan ini sangat membantu dalam menyalurkan air dari mobil tangki ke penampungan warga.
Kegiatan ini merupakan hasil kerja sama erat antara BPBD Agam, PDAM Tirta Antokan Agam, PMI Agam, PMI Bukittinggi, pemerintah kecamatan, pemerintah nagari, ORARI Lokal Bukittinggi, Kelompok Siaga Bencana, serta partisipasi aktif masyarakat. Distribusi air bersih dilakukan sesuai jadwal yang telah ditetapkan oleh pemerintah kecamatan, memastikan efisiensi dan pemerataan bantuan.
Sumber: AntaraNews