Perkim Aceh Salurkan 2,58 Juta Liter Air Bersih untuk Korban Bencana Hidrometeorologi
Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman (Perkim) Aceh telah melakukan Distribusi Air Bersih Perkim Aceh sebanyak 2,58 juta liter serta bantuan sanitasi darurat untuk puluhan ribu korban bencana hidrometeorologi.
Banda Aceh, 25 Desember 2025 – Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman (Perkim) Aceh telah menyalurkan lebih dari 2,58 juta liter air bersih kepada masyarakat yang terdampak bencana banjir dan longsor. Upaya ini dilakukan sebagai respons cepat terhadap krisis air bersih akibat cuaca ekstrem yang melanda berbagai wilayah di Aceh.
Distribusi Air Bersih Perkim Aceh ini merupakan bagian dari instruksi Gubernur Aceh untuk memastikan pemenuhan kebutuhan dasar masyarakat di daerah terdampak bencana hidrometeorologi. Fokus utama adalah pada penyediaan air bersih dan fasilitas sanitasi yang layak bagi para korban.
Hingga 23 Desember 2025, bantuan vital ini telah menjangkau puluhan ribu jiwa di berbagai kabupaten/kota, menunjukkan komitmen Pemerintah Aceh dalam penanganan darurat bencana. Perkim Aceh bekerja sama dengan BPBPK Aceh untuk memaksimalkan jangkauan dan efektivitas bantuan.
Jutaan Liter Air Bersih untuk Puluhan Ribu Jiwa
Kepala Dinas Perkim Aceh, T Aznal Zahri, menjelaskan bahwa total 2.582.100 liter air bersih telah berhasil didistribusikan kepada masyarakat. Angka ini mencerminkan skala upaya Distribusi Air Bersih Perkim Aceh yang signifikan dalam menghadapi dampak bencana hidrometeorologi.
Penyaluran air bersih ini menjangkau 98.334 jiwa yang tersebar di berbagai kabupaten/kota yang mengalami krisis air. Krisis ini utamanya disebabkan oleh banjir dan cuaca ekstrem yang mengganggu akses terhadap sumber air bersih yang layak konsumsi.
Ketersediaan air bersih sangat fundamental untuk menjaga kesehatan masyarakat di lokasi bencana. Tanpa pasokan yang memadai, risiko penyebaran penyakit menular dapat meningkat secara drastis di kalangan pengungsi.
Untuk memastikan bantuan sampai ke tangan yang membutuhkan, penyaluran dilakukan menggunakan armada truk tangki. Truk-truk ini disebar secara strategis ke wilayah-wilayah terdampak, memastikan efisiensi dalam proses distribusi.
Sebanyak 21 unit truk tangki dikerahkan untuk Distribusi Air Bersih Perkim Aceh, dengan rincian 8 unit di Aceh Utara, 7 unit di Aceh Tamiang, 2 unit di Aceh Timur, 1 unit di Langsa, 1 unit di Bireuen, dan 2 unit di Pidie Jaya.
Bantuan Sanitasi Darurat untuk Kesehatan Masyarakat
Selain air bersih, Perkim Aceh juga memberikan perhatian serius pada aspek sanitasi darurat. Sebanyak 42 unit toilet telah disalurkan untuk membantu masyarakat menjaga kebersihan dan kesehatan di tengah kondisi bencana.
Fasilitas sanitasi ini terdiri dari 19 toilet portabel, 23 unit toilet knock down, dan 5 bio septic tank. Bantuan ini sangat krusial untuk mencegah penyebaran penyakit yang sering terjadi pascabencana.
Penyediaan toilet yang memadai sangat penting untuk menjaga standar higienitas dan martabat para korban bencana. Kondisi sanitasi yang buruk dapat memperparah situasi darurat dan menimbulkan masalah kesehatan baru.
Toilet-toilet darurat ini telah dimanfaatkan oleh 25.100 orang di wilayah Aceh Tamiang, Gayo Lues, Aceh Tenggara, dan Bireuen. Ketersediaan fasilitas ini menunjukkan komitmen Perkim Aceh dalam memenuhi kebutuhan dasar yang komprehensif.
Dukungan Logistik Menyeluruh di Berbagai Wilayah
Dalam mendukung logistik kebencanaan secara keseluruhan, Perkim Aceh mengerahkan delapan armada tambahan. Armada ini bertugas mendistribusikan berbagai jenis bantuan selain air bersih dan sanitasi.
Bantuan yang didistribusikan meliputi sembako, tenda, pakaian, tandon air, serta fasilitas MCK (Mandi, Cuci, Kakus). Dukungan logistik ini sangat penting untuk pemulihan cepat masyarakat terdampak.
Koordinasi yang baik dengan BPBPK Aceh dan jajaran pemerintah daerah lainnya menjadi kunci keberhasilan operasi ini. Seluruh jajaran Perkim Aceh bergerak maksimal sesuai arahan pimpinan daerah.
Wilayah kerja distribusi logistik ini mencakup Aceh Barat, Nagan Raya, Gayo Lues, Aceh Tenggara, Pidie Jaya, Bireuen, Aceh Utara, dan Aceh Timur. Pemerintah Aceh menegaskan bahwa upaya penanganan darurat akan terus dikoordinasikan hingga kondisi pulih sepenuhnya.
Sumber: AntaraNews