BI: Kepemimpinan Kuat Gubernur Kunci Kebangkitan Ekonomi Jakarta Pasca Kerusuhan 2025
Kepala KPw BI DKI Jakarta Iwan Setiawan mengungkapkan bahwa kepemimpinan kuat Gubernur Pramono Anung menjadi faktor utama kebangkitan ekonomi Jakarta setelah kerusuhan 2025.
Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia (KPw BI) DKI Jakarta, Iwan Setiawan, menyoroti peran sentral kepemimpinan kuat kepala daerah. Ia menyatakan hal ini menjadi indikator utama kebangkitan ekonomi Jakarta. Pernyataan tersebut disampaikan Iwan di Jakarta pada Senin (9/2).
Ekonomi Jakarta sempat mengalami koreksi mendalam hingga 4,9 persen. Penurunan ini terjadi setelah kerusuhan pada akhir Agustus 2025. Namun, perekonomian Ibu Kota kini berhasil bangkit. Pertumbuhan ekonomi Jakarta telah mencapai 5,71 persen.
Iwan Setiawan menegaskan bahwa kebangkitan ini tak lepas dari "strong leadership" Gubernur Pramono Anung. Kepemimpinan yang kuat tersebut menjadi kunci pemulihan. Gubernur berhasil membawa perekonomian kembali menguat.
Peran Kepemimpinan Kuat dalam Stabilitas Ekonomi
Menurut Iwan Setiawan, kepemimpinan yang kuat dari Gubernur Pramono Anung sangat krusial dalam menstabilkan kembali perekonomian Jakarta. Kondisi ini terbukti saat terjadinya kerusuhan pada akhir Agustus 2025 yang sempat membuat pertumbuhan ekonomi tertekan. Berkat kebijakan yang sigap, Jakarta mampu keluar dari koreksi ekonomi yang dalam.
Gubernur Pramono Anung mengambil kebijakan penting seperti tetap mengadakan Hari Bebas Kendaraan Bermotor (HBKB) pasca-kerusuhan. Langkah ini memastikan masyarakat tetap beraktivitas normal. Selain itu, kampanye "Jaga Jakarta" yang diinisiasi Pemprov DKI Jakarta juga berperan besar. Kampanye ini berhasil meyakinkan investor, masyarakat, dan pelaku usaha untuk terus beraktivitas.
Keamanan yang terjamin oleh kepemimpinan daerah memberikan garansi bagi seluruh sektor. Hal ini membuat ekonomi bergerak lebih cepat dan mudah. Industri, dunia usaha, serta UMKM berani melangkah maju.
Dampak Positif pada Sektor Usaha dan UMKM
Terjaminnya keamanan dan stabilitas berkat kepemimpinan yang kuat mendorong geliat berbagai sektor ekonomi di Jakarta. Industri dan dunia usaha mendapatkan kepercayaan untuk terus beroperasi dan berinvestasi. Pelaku UMKM, yang merupakan tulang punggung ekonomi, juga semakin berani bergerak.
Iwan Setiawan menjelaskan bahwa sektor-sektor seperti makanan dan minuman, fesyen, transportasi, hingga media turut merasakan dampak positifnya. Semua sektor ini bergerak aktif, menciptakan perputaran ekonomi yang cepat. Jakarta sebagai barometer nasional, menunjukkan pergerakan ekonomi yang melesat.
Aktivitas ekonomi yang kembali bergairah ini tidak hanya berdampak pada peningkatan pendapatan. Namun juga menciptakan lapangan kerja dan menjaga daya beli masyarakat. Lingkungan bisnis yang kondusif menjadi daya tarik bagi investasi baru.
Pertumbuhan Ekonomi Jakarta di Atas Rata-rata Nasional
Data dari Badan Pusat Statistik (BPS) menunjukkan bahwa pertumbuhan ekonomi Jakarta berada di atas rata-rata nasional. Pada triwulan keempat 2025, pertumbuhan ekonomi Jakarta mencapai angka 5,21 persen. Angka ini menegaskan posisi Jakarta sebagai motor penggerak ekonomi Indonesia.
Pencapaian ini merupakan hasil dari sinergi antara kebijakan pemerintah daerah dan partisipasi aktif masyarakat serta pelaku usaha. Ketika Jakarta tumbuh, dampaknya terasa secara nasional. Pertumbuhan Ibu Kota secara signifikan mampu mengangkat pertumbuhan ekonomi nasional.
Sumber: AntaraNews