Iwan Setiawan Jabat Kepala BI DKI, Ini Pesan Gubernur Pramono
Iwan Setiawan resmi dikukuhkan sebagai Kepala BI DKI Jakarta. Pemprov DKI menekankan kolaborasi BI dan OJK untuk digitalisasi dan stabilitas ekonomi.
Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi DKI Jakarta resmi berganti. Jabatan tersebut kini diemban oleh Iwan Setiawan setelah dikukuhkan dalam acara yang digelar di Jakarta, Senin (19/1).
Pengukuhan dilakukan oleh Deputi Gubernur Bank Indonesia Aida S. Budiman sebagai tindak lanjut dari pelantikan dan serah terima jabatan yang telah berlangsung pada 12 Desember 2025.
Agenda tersebut merupakan bagian dari rangkaian Rapat Evaluasi Strategis Bank Indonesia (RESBI) 2025.
Acara pengukuhan turut dihadiri oleh jajaran Bank Indonesia, Pemerintah Provinsi DKI Jakarta, serta pemangku kepentingan sektor keuangan lainnya.
Pramono Soroti Kolaborasi Digitalisasi Ekonomi
Dalam kesempatan yang sama, Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung menekankan pentingnya sinergi antara Pemprov DKI Jakarta, Bank Indonesia, dan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dalam mendorong transformasi ekonomi daerah, terutama melalui digitalisasi.
“Pengalaman kami menunjukkan bahwa kolaborasi dengan Bank Indonesia dan OJK mampu memberikan dampak nyata. Salah satunya melalui lomba digitalisasi pasar yang hasilnya mampu meningkatkan transaksi hingga 47 persen,” kata Pramono di The Ballroom Hotel Aryaduta, Jakarta Pusat.
Pramono menjelaskan, Pemprov DKI Jakarta mendorong penerapan sistem digital di 153 pasar melalui skema perlombaan yang melibatkan BI dan OJK sebagai juri.
Dalam program tersebut, perbankan nasional termasuk bank-bank Himbara dan Bank Jakarta turut mendampingi pengelola pasar.
“Hal ini menunjukkan bahwa pendekatan kreatif dan kolaboratif mampu menjaga daya beli masyarakat sekaligus menggerakkan perekonomian Jakarta. Kami telah bekerja sama dengan baik bersama BI dan OJK, terutama dalam digitalisasi sistem pembayaran,” ujarnya.
Pramono juga menyampaikan apresiasi kepada Bank Indonesia sebagai mitra strategis Pemprov DKI Jakarta dalam menjaga stabilitas ekonomi daerah dan mendukung pertumbuhan berkelanjutan.
“Kami optimistis, dengan kolaborasi yang solid, Jakarta akan terus tumbuh dan bertransformasi menjadi kota global yang berdaya saing,” ucapnya
Sebagai catatan, Pemprov DKI Jakarta mencatat perputaran ekonomi mencapai Rp15,2 triliun hingga 12 Januari 2026, didorong oleh aktivitas Natal dan Tahun Baru, termasuk program diskon pusat perbelanjaan dan tingkat hunian hotel yang hampir penuh di sejumlah kawasan utama.