BI Tegaskan Pentingnya Tata Kelola dalam Sukseskan Transformasi Digital di Hadapan Anggota IsDB

Gubernur BI Perry Warjiyo menekankan bahwa keberhasilan Tata Kelola Transformasi Digital BI tidak hanya bergantung pada teknologi, melainkan juga pada sinergi dan kepemimpinan yang kuat, menjadi referensi bagi negara anggota IsDB.

Redaksi Merdeka
Oleh Redaksi Merdeka - Reporter
BI Tegaskan Pentingnya Tata Kelola dalam Sukseskan Transformasi Digital di Hadapan Anggota IsDB
Gubernur BI Perry Warjiyo menekankan bahwa keberhasilan Tata Kelola Transformasi Digital BI tidak hanya bergantung pada teknologi, melainkan juga pada sinergi dan kepemimpinan yang kuat, menjadi referensi bagi negara anggota IsDB. (AntaraNews)

Gubernur Bank Indonesia (BI) Perry Warjiyo menegaskan bahwa kesuksesan transformasi digital tidak hanya bergantung pada kemajuan teknologi semata. Keberhasilan ini juga sangat ditentukan oleh tata kelola yang kuat, sinergi lintas sektor, inovasi berkelanjutan, serta kepemimpinan yang solid di seluruh tingkatan organisasi. Pernyataan penting ini disampaikan Perry di hadapan perwakilan dari 56 negara anggota Islamic Development Bank (IsDB) dalam forum IsDB Townhall Strategic Lecture on Digital Transformation.

Acara bergengsi tersebut berlangsung di Jeddah, Arab Saudi, pada Jumat (20/2), menjadi platform bagi BI untuk berbagi pengalaman. Perry Warjiyo menjelaskan bagaimana transformasi sistem pembayaran di Indonesia telah membawa perubahan nyata. Hal ini terwujud melalui implementasi Blueprint Sistem Pembayaran Indonesia (BSPI) yang komprehensif.

Penguatan QRIS dan BI-FAST, serta konektivitas pembayaran lintas batas, menjadi bukti nyata dari upaya transformasi ini. Langkah-langkah tersebut tidak hanya mendorong transaksi yang lebih cepat dan efisien, tetapi juga berhasil memperluas akses keuangan bagi masyarakat Indonesia secara signifikan. Pengalaman BI ini diharapkan dapat menjadi rujukan bagi negara-negara anggota IsDB lainnya.

Gubernur BI Perry Warjiyo menekankan bahwa aspek tata kelola memegang peranan krusial dalam setiap inisiatif transformasi digital. Tanpa tata kelola yang memadai, potensi teknologi canggih tidak akan dapat dimanfaatkan secara optimal untuk mencapai tujuan strategis. Sinergi antara berbagai pihak, baik regulator, pelaku industri, maupun masyarakat, juga esensial untuk menciptakan ekosistem digital yang kondusif dan berkelanjutan.

Inovasi yang tiada henti menjadi pendorong utama agar transformasi digital BI tetap relevan dan adaptif terhadap perubahan zaman. Kepemimpinan yang visioner di setiap jenjang organisasi memastikan arah dan tujuan transformasi dapat tercapai dengan baik. Komitmen ini menjadikan Bank Indonesia sebagai salah satu pelopor dalam pengembangan sistem pembayaran digital yang modern dan inklusif di kawasan.

Pengalaman transformasi digital BI, termasuk pengembangan QRIS dan BI-FAST, diharapkan dapat menjadi referensi berharga. Negara-negara anggota IsDB dapat mereplikasi model ini untuk mendorong penguatan proses dan organisasi yang lebih agile. Pendekatan ini menunjukkan bahwa keberhasilan transformasi digital adalah hasil dari kombinasi faktor teknologi dan non-teknologi yang seimbang.

Transformasi sistem pembayaran Indonesia di bawah kepemimpinan BI telah menunjukkan hasil yang konkret dan positif. Implementasi Blueprint Sistem Pembayaran Indonesia (BSPI) menjadi landasan utama dalam mewujudkan ekosistem pembayaran yang modern dan efisien. Inisiatif seperti penguatan QRIS (Quick Response Code Indonesian Standard) telah mempermudah transaksi non-tunai bagi jutaan masyarakat.

Selain itu, kehadiran BI-FAST sebagai infrastruktur pembayaran ritel yang cepat, murah, dan aman, semakin mempercepat arus transaksi keuangan. Konektivitas pembayaran lintas batas juga menjadi fokus, memungkinkan transaksi internasional yang lebih efisien dan terjangkau. Langkah-langkah ini secara kolektif berkontribusi pada peningkatan inklusi keuangan di seluruh pelosok negeri.

Ke depan, BI terus berupaya mencapai visi sebagai Integrated Digital Central Bank. Ini akan dicapai melalui pemanfaatan data yang ekstensif dan kecerdasan artifisial (AI) dalam operasionalnya. Digitalisasi proses pengambilan keputusan serta penguatan tata kelola dan budaya kerja digital juga menjadi prioritas. Tujuannya adalah menghasilkan kebijakan yang lebih responsif dan operasional yang semakin efisien.

Presiden IsDB, Muhammad Sulaiman Al Jasser, menyampaikan apresiasi tinggi atas kepemimpinan Indonesia, khususnya Bank Indonesia, dalam memperkuat ekonomi dan keuangan syariah global. Apresiasi ini bukan tanpa alasan, mengingat peran aktif Indonesia dalam pengembangan berbagai proyek prioritas IsDB, terutama di sektor kesehatan.

Dalam pertemuan tersebut, IsDB juga menegaskan komitmennya untuk memperluas kerja sama di berbagai bidang strategis. Dukungan terhadap pengembangan konektivitas sistem pembayaran menjadi salah satu fokus utama. Hal ini sejalan dengan visi BI untuk menciptakan ekosistem pembayaran yang terintegrasi dan efisien secara global.

Rangkaian kegiatan di Jeddah juga mencakup pertemuan bilateral antara Gubernur Perry Warjiyo selaku Alternate Governor IsDB dari Indonesia dan Presiden IsDB. Dalam pertemuan ini, Perry menegaskan kembali komitmen Indonesia sebagai mitra strategis IsDB. Indonesia berperan sebagai salah satu pemegang investasi sukuk IsDB dan kontributor modal terbesar, menunjukkan posisi pentingnya dalam lembaga tersebut.

Kerja sama antara kedua institusi ini akan terus diperkuat melalui kolaborasi yang lebih konkret. Fokusnya adalah mendorong transformasi digital dan pembangunan ekonomi yang inklusif, berkelanjutan, serta memberikan kemaslahatan bersama bagi negara-negara anggota IsDB. Ini mencerminkan komitmen jangka panjang untuk pertumbuhan ekonomi yang merata.

Sumber: AntaraNews

Rekomendasi