Fakta Unik: Transaksi Digital Pasar Jakarta Meroket, Gubernur Pramono Targetkan QRIS di Seluruh Pasar!

Gubernur Pramono Anung berkomitmen kembangkan transaksi digital di seluruh pasar Jakarta, seiring pertumbuhan ekonomi dan penurunan kejahatan, mendorong adopsi QRIS.

Redaksi Merdeka
Oleh Redaksi Merdeka - Reporter
Fakta Unik: Transaksi Digital Pasar Jakarta Meroket, Gubernur Pramono Targetkan QRIS di Seluruh Pasar!
Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung berkomitmen mengembangkan transaksi digital QRIS di seluruh pasar Jakarta, tidak hanya mempermudah warga tapi juga menekan angka kejahatan. (AntaraNews)

Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung menyatakan komitmennya untuk segera mengembangkan transaksi digital Quick Response Code Indonesian Standard (QRIS) di seluruh pasar yang ada di Jakarta. Langkah ini bertujuan untuk memberikan kemudahan bagi masyarakat dalam memenuhi kebutuhan sehari-hari mereka sekaligus mendorong ekosistem pembayaran non-tunai. Komitmen ini diumumkan Pramono di Jakarta pada Sabtu (25/10), menekankan pentingnya modernisasi sistem pembayaran.

Pengembangan ini diharapkan dapat mempermudah warga dalam bertransaksi, mengurangi ketergantungan pada uang tunai, dan secara tidak langsung menekan potensi kejahatan. Inisiatif ini merupakan bagian dari upaya pemerintah daerah untuk meningkatkan inklusi keuangan dan keamanan di lingkungan pasar tradisional. Edukasi mengenai transaksi digital telah gencar dilakukan oleh berbagai pihak terkait.

Pramono menjelaskan bahwa pihaknya telah menginisiasi lomba transaksi digital di 12 pasar di Jakarta, yang terbukti efektif meningkatkan penggunaan pembayaran non-tunai. Lomba tersebut merupakan gagasan pribadinya untuk mendorong perbankan serta lembaga keuangan seperti Bank Indonesia (BI) dan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) untuk aktif mengedukasi masyarakat. Hasilnya, transaksi digital di ibu kota menunjukkan pertumbuhan yang signifikan.

Inisiatif Gubernur Pramono Anung melalui lomba transaksi digital telah menunjukkan hasil yang menggembirakan di pasar-pasar Jakarta. Lomba ini berhasil mendorong partisipasi perbankan dan lembaga keuangan dalam memberikan edukasi komprehensif kepada pedagang dan pembeli. Edukasi yang intensif ini menjadi kunci utama dalam meningkatkan adopsi transaksi digital di kalangan masyarakat.

Menurut Pramono, "Kami sudah membuat lomba transaksi digital di 12 pasar yang ada di Jakarta sehingga penggunaan transaksi digital meningkat." Peningkatan ini tidak hanya terbatas pada jumlah transaksi, tetapi juga pada kesadaran masyarakat akan kemudahan dan keamanan pembayaran non-tunai. Keberhasilan program ini menjadi fondasi kuat untuk ekspansi ke seluruh pasar di Jakarta.

Salah satu dampak paling signifikan dari meluasnya transaksi digital adalah penurunan angka kejahatan, khususnya pencopetan. Masyarakat tidak lagi perlu membawa uang tunai dalam jumlah besar, sehingga risiko menjadi korban kejahatan dapat diminimalisir. "Ini berdampak pada penurunan angka kecopetan," ujar Pramono, menyoroti manfaat keamanan yang dirasakan langsung oleh warga.

Kemudahan bertransaksi menggunakan QRIS juga mempercepat proses jual beli, membuat pengalaman berbelanja di pasar menjadi lebih efisien. Adopsi teknologi ini menunjukkan bahwa pasar tradisional Jakarta siap beradaptasi dengan era digital. Hal ini sejalan dengan visi pemerintah daerah untuk menciptakan lingkungan pasar yang modern dan aman.

Deputi Gubernur Bank Indonesia, Ricky Perdana Gozali, menegaskan bahwa masa depan pertumbuhan ekonomi DKI Jakarta sangat bergantung pada sektor jasa, ekonomi kreatif (ekraf), dan digital. Ricky menyatakan, “Lebih dari 56 persen ekonomi Jakarta tumbuh dari sektor ini, dan di sanalah masa depan Jakarta.” Pernyataan ini disampaikan dalam pembukaan Jakarta Economic Forum (JEF) 2025.

Jakarta tidak hanya berfungsi sebagai pusat ekonomi dan keuangan nasional, tetapi juga sebagai jantung bagi ekonomi berbasis jasa, kreatif, inovatif, dan digital. Pertumbuhan ini didukung oleh berbagai kolaborasi antar pihak yang terus menggerakkan roda perekonomian. JEF 2025 sendiri merupakan wujud nyata komitmen berbagai pihak dalam menggerakkan ekonomi Jakarta.

Data menunjukkan bahwa ekonomi Jakarta tumbuh 5,18 persen pada Triwulan II-2025, angka ini melampaui pertumbuhan ekonomi nasional. Selain itu, inflasi di Jakarta relatif stabil pada angka 2,4 persen secara year-on-year (yoy), yang juga berada di bawah inflasi nasional. Stabilitas makroekonomi ini menciptakan lingkungan yang kondusif untuk pengembangan lebih lanjut.

Pertumbuhan transaksi digital di Jakarta juga sangat impresif, mencapai 183 persen dengan 2,24 miliar transaksi digital. Ricky Perdana Gozali menekankan, “Ini semua merupakan kolaborasi seluruh pihak sehingga ekonomi terus bertumbuh.” Angka-angka ini menunjukkan bahwa adopsi teknologi pembayaran digital telah menjadi pendorong utama dalam dinamika ekonomi ibu kota.

Sumber: AntaraNews

Rekomendasi