Ekonomi Jakarta Tetap Tangguh di Tengah Ketidakpastian Global, BI Ungkap Faktor Kunci

Bank Indonesia (BI) Perwakilan DKI Jakarta menegaskan **ekonomi Jakarta tangguh** di tengah ketidakpastian global 2025, didukung respons moneter akomodatif dan digitalisasi.

Redaksi Merdeka
Oleh Redaksi Merdeka - Reporter
Ekonomi Jakarta Tetap Tangguh di Tengah Ketidakpastian Global, BI Ungkap Faktor Kunci
Bank Indonesia (BI) menyatakan ekonomi Jakarta menunjukkan ketangguhan luar biasa sepanjang 2025, meskipun di tengah bayang-bayang ketidakpastian global. Apa saja fondasi utama yang menopang resiliensi ini? (AntaraNews)

Bank Indonesia (BI) Perwakilan DKI Jakarta menyatakan bahwa ekonomi ibu kota tetap menunjukkan ketangguhan yang signifikan. Pernyataan ini disampaikan di tengah bayang-bayang ketidakpastian ekonomi global yang diproyeksikan akan berlanjut hingga tahun 2025 mendatang.

Ketidakpastian tersebut mencakup transisi pemerintahan Amerika Serikat, tensi geopolitik global yang meningkat, serta perlambatan ekonomi dunia yang mempengaruhi banyak negara. Deputi Perwakilan BI DKI Jakarta, Yosamartha, menyampaikan hal penting ini dalam Pertemuan Tahunan Bank Indonesia di Jakarta pada hari Jumat.

Ia menjelaskan bahwa resiliensi **ekonomi Jakarta tangguh** didukung oleh respons kebijakan moneter yang akomodatif dari otoritas. Selain itu, perkembangan pesat ekonomi digital, kinerja ekspor yang solid, serta keberlanjutan proyek strategis nasional turut menjadi fondasi utama.

Fondasi Kuat Pertumbuhan Ekonomi Jakarta

Yosamartha menegaskan bahwa **ekonomi Jakarta tangguh** dengan kinerja positif yang terlihat sepanjang tahun 2025. Pertumbuhan ekonomi diperkirakan berada pada kisaran 5 persen pada Triwulan I, Triwulan II, dan Triwulan III tahun 2025. Angka ini menunjukkan stabilitas yang mengesankan di tengah kondisi global yang fluktuatif dan penuh tantangan.

Pertumbuhan yang solid ini terutama ditopang oleh konsumsi rumah tangga yang kuat dan belanja pemerintah yang akseleratif. Kedua faktor ini menjadi pendorong utama aktivitas ekonomi di wilayah DKI Jakarta. Selain itu, maraknya aktivitas Meeting, Incentive, Convention, and Exhibition (MICE) atau pertemuan, insentif, konvensi, dan pameran di Jakarta juga memberikan kontribusi positif yang signifikan terhadap perekonomian daerah.

"Hal ini diikuti akselerasi belanja pemerintah serta penyaluran bantuan sosial," kata Yosamartha. Lebih lanjut, Jakarta juga terus menjadi tujuan investasi yang menarik bagi para investor. Keberlanjutan proyek strategis multi years dan peningkatan harga sejumlah komoditas ekspor turut memperkuat daya tarik investasi di ibu kota.

Stabilitas Inflasi dan Peran Digitalisasi Perbankan

Selain pertumbuhan yang positif, inflasi di Jakarta juga menunjukkan stabilitas yang terkendali dengan baik. Inflasi kumulatif hingga Oktober tercatat sebesar 2,02 persen year to date (ytd). Angka ini lebih rendah dibandingkan inflasi nasional, menunjukkan keberhasilan dalam menjaga stabilitas harga barang dan jasa di ibu kota.

Intermediasi perbankan di Jakarta juga berjalan dengan sangat baik dan menunjukkan kinerja yang sehat. Pertumbuhan kredit tercatat di atas 10 persen, menandakan aktivitas pembiayaan yang kuat di sektor riil. Tingkat Non Performing Loan (NPL) atau pinjaman bermasalah tetap rendah, berada di bawah 2 persen, menunjukkan kualitas aset perbankan yang terjaga.

Perkembangan digitalisasi sistem pembayaran di Jakarta juga terus meningkat performanya secara signifikan. Bank Indonesia berkomitmen untuk terus memperkuat kolaborasi dan inovasi dalam satu Simfoni. Tujuannya adalah mewujudkan Jakarta sebagai kota global dan kota sinema yang inklusif dan berdaya saing.

Visi jangka panjangnya adalah menjadikan Jakarta bagian dari 20 besar kota global dunia pada tahun 2045. Komitmen ini menunjukkan ambisi besar untuk terus mengembangkan potensi ekonomi, infrastruktur, dan daya saing kota. Hal ini juga akan memastikan **ekonomi Jakarta tangguh** di masa depan.

Sumber: AntaraNews

Rekomendasi