Berita Kriminal Jakarta: Pedagang Es Dianiaya, Narkoba Terbongkar, hingga Rocky Gerung Diperiksa
Berita Kriminal Jakarta terbaru mengungkap beragam kasus pada Selasa (27/1/2026), mulai dari penganiayaan pedagang es gabus, pengungkapan narkoba skala besar, hingga pemeriksaan Rocky Gerung terkait kasus ijazah palsu. Simak selengkapnya!
Polres Metro Jakarta Pusat tengah mendalami kasus penganiayaan pedagang es gabus yang diduga menjual es terbuat dari spons, menjadi salah satu sorotan utama Berita Kriminal Jakarta pada Selasa (27/1/2026). Peristiwa ini menarik perhatian publik setelah pengakuan korban viral di media sosial, memicu respons cepat dari aparat kepolisian. Penyelidikan mendalam akan dilakukan untuk memastikan kebenaran klaim tersebut dan mencari keadilan bagi korban.
Sementara itu, Direktorat Reserse Narkoba Polda Metro Jaya berhasil membongkar jaringan peredaran narkotika skala besar di Tangerang. Operasi ini mengamankan puluhan kilogram sabu dan ribuan butir Happy Five, menunjukkan keseriusan aparat dalam memberantas peredaran barang haram tersebut. Dua tersangka telah diamankan dalam pengungkapan kasus narkoba yang meresahkan masyarakat ini.
Di sisi lain, akademisi Rocky Gerung memenuhi panggilan Polda Metro Jaya sebagai saksi ahli dalam kasus dugaan ijazah palsu Presiden ke-7 RI Joko Widodo. Kehadiran Rocky Gerung ini memberikan dimensi baru pada kasus yang telah menjadi perbincangan hangat di tengah masyarakat. Selain itu, kreator konten Reza "Arap" Oktovian juga diperiksa terkait kematian Lula Lahfah, menambah daftar panjang kasus yang ditangani kepolisian.
Penyelidikan Kasus Penganiayaan Pedagang Es Gabus di Jakarta Pusat
Polres Metro Jakarta Pusat menyatakan akan melakukan pendalaman terhadap pengakuan Suderajat, seorang pedagang es gabus yang mengaku dianiaya. Penganiayaan ini diduga terjadi karena ia menjual es yang disebut-sebut terbuat dari spons. Kasat Reskrim Polres Metro Jakarta Pusat, AKBP Roby Heri Saputra, menegaskan pentingnya mengklarifikasi kebenaran informasi yang beredar di media sosial tersebut.
Penyelidikan ini bertujuan untuk memastikan apakah insiden yang diceritakan oleh pedagang es gabus itu benar-benar terjadi sesuai dengan pengakuannya. Pihak kepolisian akan mengumpulkan bukti-bukti dan keterangan dari berbagai pihak terkait. Langkah ini diambil untuk menjaga kepercayaan publik dan menegakkan hukum secara adil.
Kasus ini menjadi perhatian publik setelah viral di media sosial, memicu berbagai spekulasi dan reaksi dari warganet. Kepolisian berupaya transparan dalam penanganan kasus ini, memastikan setiap informasi diverifikasi dengan cermat. Proses pendalaman akan melibatkan berbagai tahapan investigasi untuk mengungkap fakta sebenarnya.
Polda Metro Jaya Bongkar Jaringan Narkoba Skala Besar di Tangerang
Direktorat Reserse Narkoba Polda Metro Jaya berhasil mengungkap kasus peredaran narkotika skala besar di Kota Tangerang, Banten. Dalam operasi ini, polisi mengamankan barang bukti sabu dengan berat bruto mencapai 27,168 kilogram. Selain itu, 5.000 butir psikotropika jenis Happy Five (H5) juga turut disita dari jaringan tersebut.
Kepala Subdirektorat (Kasubdit) 2 Direktorat Reserse Narkoba Polda Metro Jaya, AKBP Parikhesit, mengonfirmasi penangkapan dua tersangka berinisial D (36) dan S (45). Kedua pelaku kini menjalani pemeriksaan intensif untuk pengembangan kasus lebih lanjut. Pengungkapan ini merupakan bagian dari upaya berkelanjutan aparat dalam memberantas peredaran narkoba di wilayah hukum Polda Metro Jaya.
Tidak hanya itu, Satuan Reserse Narkoba Polres Tangerang Selatan juga berhasil mengungkap jaringan peredaran narkotika di DKI Jakarta dan Tangerang Selatan. Modus transaksi yang digunakan oleh jaringan ini adalah secara langsung atau "cash on delivery" (COD). Kapolres Tangerang Selatan AKBP Boy Jumalolo menjelaskan bahwa pengungkapan ini adalah hasil pengembangan penyelidikan terhadap peredaran narkotika lintas wilayah.
Jaringan ini diketahui mengedarkan berbagai jenis narkotika, termasuk sabu, ekstasi, dan narkotika sintetis. Modus COD seringkali digunakan untuk menghindari pelacakan oleh pihak berwenang, namun berkat kerja keras aparat, jaringan ini berhasil dibongkar. Penangkapan ini diharapkan dapat memutus mata rantai peredaran narkoba yang merusak generasi muda.
Rocky Gerung Diperiksa Terkait Ijazah Palsu Jokowi, Reza Arap Kasus Kematian
Akademisi Rocky Gerung mendatangi Polda Metro Jaya untuk memberikan keterangan sebagai saksi ahli dalam kasus dugaan ijazah palsu Presiden ke-7 RI Joko Widodo. Kehadiran Rocky Gerung bertujuan untuk meringankan posisi Roy Suryo, Rismon Hasiholan Sianipar, dan Tifauzia Tyassuma yang terseret dalam kasus ini. Ia menyatakan fokusnya adalah menerangkan fungsi metode penelitian dan pentingnya sikap mencurigai dalam pengetahuan.
Rocky Gerung menegaskan bahwa tujuannya bukan untuk memberatkan atau meringankan, melainkan untuk menjelaskan aspek metodologi dalam meneliti suatu isu. Pernyataannya ini disampaikan di Gedung Ditreskrimum Polda Metro Jaya setelah memberikan keterangannya. Kasus ini terus bergulir dan menarik perhatian publik luas.
Di kasus lain, kreator konten YouTube Reza "Arap" Oktovian juga menjalani pemeriksaan di Polres Metro Jakarta Selatan. Ia dimintai keterangan terkait kematian kekasihnya, Lula Lahfah. Kasat Reskrim Polres Metro Jakarta Selatan, AKBP Iskandarsyah, mengungkapkan bahwa Reza Arap diberikan sebanyak 30 pertanyaan.
Pemeriksaan terhadap Reza Arap ini merupakan bagian dari proses penyelidikan untuk mengungkap penyebab dan kronologi kematian Lula Lahfah. Pihak kepolisian terus mengumpulkan informasi dan bukti untuk menuntaskan kasus ini secara transparan dan akuntabel. Publik menantikan hasil dari penyelidikan yang sedang berlangsung.
Sumber: AntaraNews