Rocky Gerung Jadi Saksi Kasus Tudingan Ijazah Palsu Jokowi, Begini Pendapatnya

Dia hadir bukan untuk membela atau memberatkan siapa pun, melainkan menjelaskan soal metode berpikir dan metode penelitian.

Ady Anugrahadi
Oleh Ady Anugrahadi - Reporter
Rocky Gerung Jadi Saksi Kasus Tudingan Ijazah Palsu Jokowi, Begini Pendapatnya
Rocky Gerung Jadi Saksi Kasus Tudingan Ijazah Palsu Jokowi, Begini Pendapatnya (Merdeka.com)

Akademisi Rocky Gerung menghadiri pemeriksaan sebagai saksi meringankan dalam kasus tudingan ijazah palsu Presiden ke-7 RI Joko Widodo. Rocky diperiksa di Polda Metro Jaya pada, Selasa (27/1).

Rocky menceritakan bahwa dia hadir memenuhi panggilan penyidik untuk memberi keterangan. Dia hadir bukan untuk membela atau memberatkan siapa pun, melainkan menjelaskan soal metode berpikir dan metode penelitian dalam menilai sebuah kecurigaan.

"Mencurigai itu bagian yang paling penting dari pengetahuan," kata dia kepada wartawan, Selasa (27/1).

Dia menekankan, selama prosedur penelitian belum selesai dan masih ada data baru, riset tetap bisa berjalan dan tidak serta-merta masuk wilayah pidana.

"Jadi semua orang yang meneliti masih akan bertengkar. Ya, semua riset itu perlu waktu dan tidak mungkin berakhir. Riset Dr. Tifa, risetnya Rismon, risetnya Roy itu. Kan semua itu dimungkinkan oleh prosedur. Nah, kalau prosedurnya belum selesai, ya lakukan riset. Jadi, di mana pidanaannya di situ. Kan, nggak pidana apa-apa, kan," ucap dia.

Rocky juga menilai, jika tidak ditemukan unsur pidana, semestinya pendekatan non-pemidanaan bisa ditempuh. Dia menyebut polemik ijazah seharusnya diselesaikan secara rasional, bukan dibawa ke ranah kriminal.

Rocky menegaskan keyakinannya seluruh ijazah adalah asli. Namun ia menyoroti polemik yang muncul karena permintaan publik agar Jokowi menunjukkan ijazah tersebut, yang menurutnya justru memicu kegaduhan berkepanjangan.

"Saya mau membela bahwa ijazah itu asli, itu yang saya bela. Ijazahnya asli. Ya, orangnya yang palsu. Ya, semua ijazah pasti asli, dong. Nah, kesalahan kalian itu adalah minta Jokowi nunjukin ijazah aslinya. Masalahnya di situ. Minta tunjukin ijazah palsumu. Nah, begitu dong," ucap dia.

Rocky menyebut perkara ini sudah bergulir sejak dua tahun lalu. Dia menilai warga negara berhak bertanya, karena tu perlu disikapi secara tenang agar tidak terus berlarut.

"Kenapa? Karena Kepala Negara kacungnya warga negara. Gitu. Masa gue tanya sama pembantu gue, dia nggak mau jawab. Ya, bener saja. Pakai otak, dong. Jangan dungu," ucap dia.

Sementara itu, Roy Suryo menanggapi kehadiran Rocky. Menurutnya, kehadiran Rocky menjadi penambah semangat dalam menghadapi proses hukum yang berjalan.

"No Rocky, no party. Udah, itu aja. Udah, cukup," singkat dia.

Rekomendasi