Begini Solusi Ahmad Luthfi bagi Pegawai Sritex Korban PHK Massal
Pemprov Jateng sudah berkoordinasi dengan kementerian untuk memberikan bekal kepada pegawai Sritex korban PHK.
Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi menyiapkan sejumlah langkah untuk korban PHK massal karyawan PT Sri Rejeki Isman (Sritex), Sukoharjo. Salah satu solusinya adalah dengan menyiapkan balai latihan kerja (BLK). Pihaknya sudah berkoordinasi dengan kementerian untuk memberikan bekal kepada korban PHK.
"Nanti kita vokasi. Jadi artinya kita akan siapkan BLK BLK. Kita sudah koordinasi dengan tingkat Kementerian untuk kita latih mereka yang PHK sehingga bisa tertampung dayanya. Khususnya untuk di tempat perusahaan perusahaan yang mungkin membutuhkan," ungkap Luthfi kepada wartawan, Jumat (28/2).
Luthfi mengatakan Pemprov Jateng berkomitmen memberdayakan pegawai Sritex korban PHK lewat pelatihan vokasi untuk mempersiapkan mereka untuk pekerjaan baru.
"Artinya vokasi vokasi, pelatihan pelatihan di BLK yang PHK akan kita tampung, sehingga di Jawa Tengah terlalu banyak tenaga yang menganggur," ujar dia.
PHK Massal di Sritex
Seperti diketahui PT Sritex Tbk resmi berhenti operasi secara pernanen mulai 1 Maret 2025, besok. Sebelumnya, Sritex dan dan tiga anak perusahaannya mengumumkan PHK massal pada 26 Februari 2025
Keputusan ini merupakan dampak dari putusan Pengadilan Niaga Semarang yang mengabulkan permohonan kepailitan dari PT Indo Bharat Rayon. Sebanyak 8.400 bakal terkena PHK.
Perwakilan buruh dari PT Bitratex Industries, salah satu anak perusahaan Sritex, Nanang Setiyono, mengungkapkan semua karyawan Sritex Group sudah menerima pemberitahuan resmi terkait PHK.
Menurut Nanang, pemberitahuan PHK sudah dikirim melalui pimpinan perusahaan masing-masing. Untuk karyawan Bitratex, PHK bahkan sudah dimulai sejak 24 Januari 2025.
Dia menjelaskan keputusan PHK ini memberikan kepastian hukum bagi para pekerja. Merteka bisa mengajukan pesangon, gaji yang tertunda, Jaminan Hari Tua (JHT), dan Jaminan Kehilangan Pekerjaan (JKP).
"Yang pasti, terhitung sejak tanggal 26 Februari 2025 seluruh karyawan Sritex sudah di PHK," ujar Nanang.