Gubernur: Mal Baru dan Hotel Internasional Bukti Kuatnya Investasi Jateng di Tengah Tantangan Global
Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi menegaskan pesatnya pembangunan mal dan hotel baru di wilayahnya menjadi indikator positif kepercayaan investor terhadap potensi Investasi Jateng, bahkan di tengah tekanan ekonomi global.
Gubernur Jawa Tengah, Ahmad Luthfi, menyatakan bahwa pertumbuhan pesat mal dan hotel baru di wilayahnya merupakan bukti nyata kepercayaan investor terhadap potensi daerah. Pembangunan ini terjadi di tengah tekanan fiskal dan geopolitik dunia yang penuh tantangan. Peresmian 23 Semarang Shopping Center dan peletakan batu pertama Hyatt Place Semarang menjadi penanda penting.
Luthfi menyoroti kemampuan Jawa Tengah untuk terus menarik investasi signifikan, menunjukkan iklim usaha yang kondusif. Provinsi ini berhasil menghadirkan investasi besar berkat pelayanan prima kepada para investor. Ini mencerminkan komitmen pemerintah daerah dalam mendukung pertumbuhan ekonomi.
Upaya Pemerintah Provinsi Jawa Tengah meliputi kemudahan perizinan, jaminan kondusivitas wilayah, serta ketersediaan tenaga kerja berkualitas. Faktor-faktor ini menjadi daya tarik utama bagi investor. Realisasi investasi di Jawa Tengah pada triwulan I 2026 mencapai Rp23,02 triliun, menyerap 92 ribu tenaga kerja.
Optimisme Investasi dan Peran Pemerintah Provinsi Jawa Tengah
Gubernur Ahmad Luthfi menegaskan bahwa kehadiran proyek-proyek besar seperti 23 Semarang Shopping Center dan Hyatt Place Semarang menunjukkan kepercayaan investor yang tinggi terhadap Investasi Jateng. "Di saat tekanan fiskal dan geopolitik dunia, kita masih mampu menghadirkan investasi," ujarnya saat peresmian. Pernyataan ini menggarisbawahi daya tahan ekonomi daerah.
Pemerintah Provinsi Jawa Tengah secara konsisten memberikan pelayanan terbaik kepada investor, menciptakan lingkungan yang menarik untuk penanaman modal. Kemudahan perizinan menjadi salah satu fokus utama untuk memfasilitasi proses investasi. Selain itu, jaminan kondusivitas wilayah terkait keamanan dan ketertiban juga menjadi prioritas.
Ketersediaan tenaga kerja berkualitas di Jawa Tengah turut menjadi faktor penarik investasi. Data menunjukkan, realisasi investasi di Jawa Tengah pada triwulan I 2026 mencapai Rp23,02 triliun, dengan serapan tenaga kerja sebanyak 92 ribu orang. Pada tahun 2025, capaian investasi provinsi ini bahkan mencapai Rp110 triliun, membuktikan pertumbuhan yang stabil.
23 Semarang Shopping Center: Destinasi Modern dan Berkelanjutan
23 Semarang Shopping Center hadir sebagai salah satu pusat perbelanjaan teranyar yang tidak hanya menawarkan pengalaman berbelanja modern. Mal ini didesain dengan konsep ramah lingkungan, menggunakan energi terbarukan, dan memiliki ruang terbuka hijau di bagian tengahnya. Ini menunjukkan komitmen terhadap pembangunan berkelanjutan.
Proyek ini merupakan hasil kolaborasi antara Paradise Indonesia dan Bina Nusantara (Binus) Grup, bertujuan menciptakan kawasan terpadu. Kawasan ini menggabungkan gaya hidup modern, pertumbuhan ekonomi, dan prinsip keberlanjutan di Kota Semarang. President Director dan CEO Paradise Indonesia, Anthony P. Susilo, menyatakan peresmian ini adalah bagian dari strategi jangka panjang perusahaan dalam menghadirkan pengembangan yang memberi dampak luas bagi kota.
Anthony P. Susilo menambahkan, "23 Semarang Shopping Center merupakan wujud kolaborasi strategis antara Paradise Indonesia dan Binus dalam menghadirkan destinasi gaya hidup yang tidak hanya memberikan nilai ekonomi, tetapi juga mendukung pertumbuhan UMKM, pengembangan komunitas, dan keberlanjutan." Mal ini diharapkan mampu menyerap sekitar 3.000 tenaga kerja. Selain itu, pengembang berharap dapat menghidupkan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di sekitarnya.
Hyatt Place Semarang: Memperkuat Potensi Pariwisata dan Bisnis
Bersamaan dengan peresmian mal, dilakukan peletakan batu pertama pembangunan Hyatt Place Semarang. Hotel berstandar internasional ini akan berdiri berdampingan dengan 23 Semarang Shopping Center. Hyatt Place Semarang direncanakan memiliki tujuh lantai dengan total 154 kamar.
Fasilitas yang akan tersedia meliputi lobi, restoran all-day dining, ballroom, ruang pertemuan, pusat kebugaran, kolam renang, hingga rooftop bar. Rooftop bar ini akan menyajikan pemandangan Laut Jawa yang menawan, menambah daya tarik bagi pengunjung. Kehadiran hotel ini akan melengkapi fasilitas akomodasi di Semarang.
Head of Growth and Owner Relations, North East Asia & South East Asia Hyatt, Sarah Leow, menilai Semarang memiliki potensi besar sebagai destinasi bisnis, pendidikan, dan pariwisata yang terus berkembang. "Seiring pertumbuhan Semarang sebagai destinasi bisnis, pendidikan, dan pariwisata, kami percaya hotel ini akan menghadirkan pengalaman menginap yang nyaman dan sesuai kebutuhan wisatawan modern, baik untuk perjalanan bisnis maupun rekreasi," katanya. Desain Hyatt Place Semarang terinspirasi dari karakter kawasan pesisir, dengan bentuk dinamis dan ruang terbuka hijau.
Sumber: AntaraNews