Baru 2 Bulan Beroperasi, DPRD Pastikan Program Sekolah Rakyat Cirebon Berjalan Baik Meski Ada Catatan Penting
Program Sekolah Rakyat Cirebon Terintegrasi 1 telah berjalan baik dalam dua bulan operasinya, namun Komisi III DPRD Kota Cirebon menemukan beberapa catatan penting yang perlu segera diperbaiki.
Komisi III DPRD Kota Cirebon telah memastikan bahwa pelaksanaan program Sekolah Rakyat Terintegrasi 1 di Kota Cirebon, Jawa Barat, menunjukkan kemajuan yang baik.
Meskipun baru beroperasi selama dua bulan, program ini dinilai sudah berjalan sesuai rencana pemerintah pusat setelah peninjauan langsung yang dilakukan pada Kamis (2/10) oleh Komisi III DPRD.
Ketua Komisi III DPRD Kota Cirebon, Yusuf, menyampaikan hasil peninjauan tersebut pada Sabtu (4/10), menegaskan bahwa program rintisan ini telah memenuhi ketentuan dalam proses rekrutmen guru, penerimaan siswa, hingga penyusunan kurikulum.
Evaluasi Awal dan Catatan Infrastruktur
Hasil peninjauan lapangan yang dilakukan oleh Komisi III DPRD Kota Cirebon menunjukkan bahwa aspek rekrutmen guru, penerimaan siswa, dan penyusunan kurikulum dalam program Sekolah Rakyat Terintegrasi 1 sudah cukup baik. Yusuf menyatakan, "Dari sisi infrastruktur, rekrutmen guru, dan siswa sudah cukup bagus meski program ini masih tahap rintisan." Ini menandakan fondasi awal program telah diletakkan dengan solid.
Namun, Komisi III DPRD juga menemukan beberapa catatan penting yang memerlukan perbaikan segera, khususnya terkait kelayakan sarana dan prasarana. Salah satu perhatian utama adalah kondisi ruang asrama siswa yang dinilai belum ideal. Saat ini, hanya tersedia dua ruangan untuk menampung sekitar 75 siswa, yang tentu saja menimbulkan kekhawatiran akan kenyamanan dan efektivitas belajar.
Yusuf menekankan pentingnya standar kelayakan fasilitas. "Beberapa ruangan belum memenuhi standar, termasuk asrama. Idealnya satu ruangan tidak sampai kelebihan kapasitas," ujarnya. Perbaikan infrastruktur ini menjadi krusial untuk mendukung lingkungan belajar yang kondusif bagi para siswa Sekolah Rakyat Cirebon.
Pentingnya Pengawasan dan Proses Pembelajaran Bertahap
Selain fasilitas fisik, Komisi III DPRD juga menyoroti aspek pengawasan terhadap siswa. Meskipun kamera pengawas (CCTV) telah terpasang di setiap sudut ruangan, DPRD menilai pengawasan perlu dilakukan lebih intensif. Hal ini penting mengingat latar belakang dan usia siswa yang beragam, sehingga pemantauan harus mencakup aspek akademik maupun psikologis.
Pihak sekolah diharapkan dapat memantau perkembangan siswa secara menyeluruh dan berkelanjutan. "Pengawasan terhadap siswa harus dilakukan secara berkelanjutan agar perkembangan mereka dapat diketahui secara real time oleh sekolah," kata Yusuf. Pengawasan yang proaktif akan membantu memastikan kesejahteraan dan kemajuan belajar siswa di Sekolah Rakyat Cirebon.
Sementara itu, Kepala Sekolah Rakyat Terintegrasi 1 Kota Cirebon, Khaerunisa, menjelaskan bahwa kegiatan pembelajaran di sekolah berjalan secara bertahap. Hal ini dikarenakan program masih dalam masa transisi dan bersifat rintisan. Saat ini, terdapat 75 siswa yang terbagi dalam dua rombongan belajar jenjang SMP dan satu rombongan belajar jenjang SD.
Khaerunisa menambahkan, "Meskipun masih tahap rintisan dan bersifat sementara, kegiatan belajar tetap berjalan sebagaimana mestinya." Komitmen ini menunjukkan dedikasi pihak sekolah untuk memberikan pendidikan terbaik bagi siswa, sembari menunggu penyempurnaan fasilitas dan sistem secara keseluruhan.
Sumber: AntaraNews