Tahukah Anda? Sekolah Rakyat Medan Terapkan Asrama, Wali Kota: Bentuk Mental Disiplin Siswa

Wali Kota Medan Rico Waas menyoroti program Sekolah Rakyat yang menerapkan asrama, diyakini dapat membentuk mental dan jiwa disiplin siswa. Simak detailnya!

Redaksi Merdeka
Oleh Redaksi Merdeka - Reporter
Tahukah Anda? Sekolah Rakyat Medan Terapkan Asrama, Wali Kota: Bentuk Mental Disiplin Siswa
Wali Kota Medan Rico Waas menyoroti program Sekolah Rakyat yang menerapkan asrama, diyakini dapat membentuk mental dan jiwa disiplin siswa. Simak detailnya! (AntaraNews)

Pada Selasa (07/10), Wali Kota Medan Rico Tri Putra Waas meninjau langsung Sekolah Rakyat Terintegrasi 30 di Medan, Sumatera Utara. Kunjungan ini menyoroti program pendidikan yang mengadopsi konsep asrama atau boarding school. Rico Waas menyatakan bahwa pendekatan ini sangat efektif dalam membentuk mental dan jiwa disiplin para siswa.

Program Sekolah Rakyat ini digagas sebagai upaya untuk mencetak generasi muda yang berprestasi dan memiliki karakter kuat. Dengan sistem asrama, siswa diharapkan dapat mengembangkan kemandirian serta fokus lebih baik pada kegiatan belajar mengajar. Ini merupakan langkah strategis pemerintah daerah dalam mendukung peningkatan kualitas pendidikan.

Rico Waas menjelaskan bahwa konsep asrama membantu mengarahkan cita-cita siswa agar lebih terfokus. "Dengan konsep seperti boarding school atau diasramakan, membentuk jiwa disiplin dan mentalitas siswa sehingga cita-cita mereka bisa kita kerucutkan, sehingga mereka menjadi anak yang berprestasi," ujarnya.

Konsep Asrama dan Dukungan Pemerintah Kota Medan

Pemerintah Kota Medan memberikan dukungan penuh terhadap program Sekolah Rakyat, khususnya yang menerapkan sistem asrama. Konsep ini dianggap krusial untuk menanamkan nilai-nilai disiplin dan kemandirian sejak dini kepada para peserta didik. Wali Kota Rico Waas melihat potensi besar dalam model pendidikan ini untuk mencetak lulusan yang unggul.

Lokasi Sekolah Rakyat Terintegrasi 30 saat ini berada di Balai Besar Peningkatan Vokasi dan Produktifitas (BBPVP). Namun, ini merupakan lokasi sementara sembari menunggu pembangunan gedung permanen. Pemerintah Kota Medan telah menyiapkan lokasi baru di Kecamatan Medan Tuntungan untuk fasilitas Sekolah Rakyat yang lebih lengkap dan representatif.

Rico Waas menegaskan komitmennya untuk terus memfasilitasi kebutuhan sekolah. "Sekolah Rakyat ini kita tempatkan untuk sementara di BBPVP, sembari menunggu SR yang akan dibangun di Medan Tuntungan," kata dia. Dukungan ini mencakup penambahan fasilitas seperti buku untuk perpustakaan, sarana olahraga, dan kegiatan kepramukaan. Bahkan, direncanakan juga kegiatan study tour keliling Kota Medan bagi siswa.

Pemerintah setempat tidak hanya mendukung Sekolah Rakyat untuk SMP di Sentra Bahagia dan SD-SMA Terintegrasi 30, tetapi juga aktif dalam perencanaan pembangunan Sekolah Rakyat baru. Ini menunjukkan keseriusan Pemkot Medan dalam memperluas jangkauan dan kualitas pendidikan berbasis asrama. Program ini sejalan dengan visi pemerintah pusat untuk pemerataan pendidikan.

Tantangan dan Harapan Peningkatan Fasilitas Sekolah Rakyat

Meskipun program Sekolah Rakyat berjalan baik secara keseluruhan, Kepala Sekolah Rakyat Terintegrasi 30 Medan, Syahripal Putra, mengakui adanya beberapa tantangan. Salah satu kekurangan utama adalah ketersediaan tenaga pengajar, khususnya untuk bidang agama. Sekolah yang baru beroperasi satu minggu ini memiliki 20 tenaga pengajar, namun masih membutuhkan tambahan guru agama.

Syahripal Putra telah berkoordinasi dengan Kementerian Agama untuk mengatasi kekurangan ini. "Kami sudah berkoordinasi dengan Kemenag untuk mengirimkan guru agama ke sini," ujarnya. Selain itu, ketersediaan buku, penyediaan air, dan fasilitas olahraga juga menjadi perhatian. Jumlah siswa saat ini mencapai 45 orang untuk SD (27 laki-laki, 18 perempuan) dan 45 orang untuk SMA (26 laki-laki, 19 perempuan), sehingga total 90 siswa.

Pihak sekolah juga menyoroti kebutuhan akan fasilitas pelayanan kesehatan yang lebih memadai. Syahripal Putra berharap adanya dukungan untuk membawa anak-anak ke rumah sakit jika diperlukan. "Kami membutuhkan fasilitas pelayanan kesehatan yang lebih memadai untuk membawa anak-anak jika diperlukan untuk dibawa ke rumah sakit. Selain itu fasilitas olahraga juga diperlukan untuk mengisi waktu luang mereka. Kami mohon bapak Wali Kota dapat memfasilitasi permohonan kami ini," ujarnya.

Permohonan ini disampaikan langsung kepada Wali Kota Medan dengan harapan dapat segera difasilitasi. Peningkatan fasilitas ini diharapkan dapat mendukung proses belajar mengajar yang lebih optimal dan menciptakan lingkungan yang kondusif bagi perkembangan siswa Sekolah Rakyat. Dengan dukungan penuh dari pemerintah, diharapkan Sekolah Rakyat dapat terus berkembang dan mencetak generasi penerus bangsa yang berkualitas.

Sumber: AntaraNews

Rekomendasi