Banjir Rendam Jalan DI Pandjaitan Jaktim, Lalu Lintas Macet Mengular hingga Cawang
Dua lajur disiapkan untuk kendaraan roda empat, sementara kendaraan roda dua dapat mengisi satu lajur di sisi paling kanan.
Banjir setinggi sekitar 30 hingga 40 sentimeter terpantau di Jalan DI Panjaitan pada Kamis (22/1). Arus lalu lintas terhambat.
Kabagbinopsnal Ditlantas Polda Metro Jaya, Robby Hefados mengatakan personel Ditlantas Polda Metro Jaya disiagakan untuk membantu pengendara melintas di ruas jalan arah utara tergenang.
"Betul ada genangan air 40 sentimeter, namun petugas kita juga sudah di lapangan untuk masyarakat yang mengambil jalur tersebut bisa mengambil sisi paling kanan. Itu masih bisa dilintasi," kata Robby dalam keterangannya, Kamis (22/1).
Menurut dia, hingga kini sisi paling kanan Jalan DI Panjaitan arah utara masih dapat dilalui kendaraan. Dua lajur disiapkan untuk kendaraan roda empat, sementara kendaraan roda dua dapat mengisi satu lajur di sisi paling kanan.
"Untuk sisi paling kanan jalan DI Panjaitan yang mengarah ke utara yang dampak ada genangan. Itu bisa dilintasi dua lajur kendaraan, dan untuk roda dua bisa satu lajur mengisi sisi paling kanan," ujar Robby.
Dia mengatakan, ketinggian genangan di lokasi berada di kisaran 30 hingga 40 sentimeter.
Sementara itu, Kepala Unit (KBO) Satlantas Jakarta Timur, AKP Eko Apriyanto, mengatakan genangan di lokasi cukup tinggi. Petugas satuan lalu lintas bersama unsur terkait masih berada di lapangan untuk melakukan penanganan. Kepolisian juga berkoordinasi dengan Dinas Tata Air guna mempercepat genangan surut.
"Banjir di depan Wika arah utara ketinggian 50 sentimeter-60 sentimeter. Petugas masih di lapangan bergabung dengan dinas tata air," kata dia.
Lalu Lintas Macet
Banjir masih merendam ruas Jalan DI Panjaitan, Jakarta Timur hingga Kamis (22/1). Ketinggian air dilaporkan naik menjadi 60 hingga 70 sentimeter.
Kepala Unit (KBO) Satlantas Jakarta Timur, AKP Eko Apriyanto menyebut, genangan terparah terjadi di depan kawasan Wika arah utara.
"Iya sampai sekarang 60-70 sentimeter," kata Eko kepada wartawan, Kamis (22/1).
Dia mengatakan, air mulai naik sejak sekitar pukul 06.00 WIB, sempat surut sebentar, lalu kembali meninggi hingga siang hari. Akibatnya, arus lalu lintas terdampak.
"Sampai depan Kodam situ, Cawang," ucap dia.
Dia mengatakan, Satlantas Jakarta Timur tidak memberlakukan rekayasa lalu lintas, hanya pengaturan kendaraan kecil yang hendak melintas lurus atau turun ke underpass diimbau tidak menerobos genangan.
"Jadi kita, itu yang dari kolong mobil kecil kita keluarin, jangan sampai lurus, yang lurus busway saja. Mobil kecil kita arahkan ke kiri, ke MT Haryono," tandas dia.