Banjir Jakarta Lumpuhkan Jalan DI Panjaitan, Picu Kemacetan Parah
Banjir Jakarta dengan ketinggian air mencapai 10-20 sentimeter di Jalan DI Panjaitan, Jakarta Timur, menyebabkan kemacetan lalu lintas yang parah dan keluhan dari para pengendara pada Kamis malam.
Arus lalu lintas di Jalan DI Panjaitan, Jakarta Timur, mengalami kemacetan signifikan pada Kamis malam. Kondisi ini dipicu oleh genangan air banjir setinggi sekitar 10 hingga 20 sentimeter yang merendam ruas jalan tersebut. Akibatnya, kendaraan harus melaju dengan sangat pelan, terutama bagi pengendara sepeda motor yang berisiko mogok.
Salah seorang pengemudi ojek online, Iqbal (30), mengungkapkan kekesalannya terhadap situasi ini. Iqbal mengaku telah dua kali melintasi Jalan DI Panjaitan pada hari yang sama, baik pagi maupun malam, namun genangan air dan kemacetan masih terus terjadi. Kondisi ini sangat menghambat aktivitasnya mencari nafkah.
Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) DKI Jakarta mencatat bahwa hingga Kamis malam pukul 20.00 WIB, banjir telah merendam 132 rukun tetangga (RT) dan 22 ruas jalan di lima wilayah kota administrasi. Penyebab utama banjir ini adalah curah hujan tinggi yang terjadi secara terus-menerus serta meluapnya sejumlah sungai di ibu kota.
Dampak Banjir Terhadap Lalu Lintas di Jakarta Timur
Genangan air di Jalan DI Panjaitan dari arah Cililitan secara drastis menghambat laju kendaraan. Terutama bagi pengendara sepeda motor, mereka terpaksa melaju sangat pelan dan memilih untuk melintas di sisi kanan jalan untuk menghindari genangan yang lebih tinggi di sisi kiri. Genangan di sisi kiri dinilai terlalu berisiko bagi kendaraan roda dua karena dapat menyebabkan mogok.
Beberapa pengendara motor bahkan terlihat menuntun kendaraannya setelah mengalami mogok. Mesin kendaraan mereka kemasukan air akibat nekat menerobos genangan yang cukup dalam. Situasi ini secara langsung memperparah kemacetan dan memicu antrean kendaraan yang mengular panjang di sepanjang jalan.
Tidak hanya dari arah Cililitan, genangan air juga terjadi di Jalan DI Panjaitan dari arah Pulogadung. Lokasi genangan ini tepat berada di depan akses menuju Stasiun Kereta Cepat. Antrean kendaraan yang mengular di titik ini semakin menambah panjang daftar kemacetan di kawasan tersebut, membuat perjalanan menjadi sangat lambat.
Keluhan Warga dan Harapan Penanganan Banjir Jakarta
Iqbal, pengemudi ojek online, dengan tegas menyatakan bahwa kondisi banjir dan kemacetan di Jalan DI Panjaitan sangat parah. “Ini saya sudah bolak-balik dua kali lewat sini, pagi sama malam masih banjir dan macet. Jalannya masih pelan-pelan, parah banget,” kata Iqbal di lokasi kejadian pada Kamis malam.
Pengendara motor lainnya, Andi (32), juga menyampaikan harapannya agar pemerintah segera mengambil tindakan. Andi berharap masalah banjir ini dapat ditangani secara permanen agar tidak terus menggenangi jalan utama. Menurutnya, dampak banjir sangat luas dan tidak hanya dirasakan oleh pengemudi ojek online, tetapi juga pengguna transportasi umum seperti bus.
“Pemerintah harus benerin lah ini. Kalau banjir di jalan kan dampaknya ke mana-mana, bukan buat ojol aja, yang naik bus juga kena dampaknya,” ujar Andi. Keluhan ini mencerminkan keresahan masyarakat terhadap infrastruktur yang rentan terhadap banjir dan kebutuhan akan solusi jangka panjang.
Data Terkini Kondisi Banjir di DKI Jakarta
Kepala Pusat Data dan Informasi Kebencanaan BPBD DKI Jakarta, Mohamad Yohan, menjelaskan bahwa banjir yang melanda ibu kota disebabkan oleh curah hujan tinggi dan meluapnya sejumlah sungai. Data per Kamis malam pukul 20.00 WIB menunjukkan bahwa 132 RT di Jakarta Barat, Jakarta Timur, Jakarta Utara, Jakarta Selatan, dan Jakarta Pusat terendam banjir.
Selain permukiman, banjir juga menggenangi sebanyak 22 ruas jalan di lima kota administrasi DKI Jakarta. Ketinggian air bervariasi, dengan banjir tertinggi tercatat di Kelurahan Rawa Buaya, Kecamatan Cengkareng, Jakarta Barat. Di lokasi tersebut, ketinggian air bahkan mencapai 1,5 meter, menunjukkan tingkat keparahan banjir di beberapa titik.
Situasi ini memerlukan perhatian serius dari pihak berwenang untuk memastikan penanganan yang efektif. Upaya pencegahan dan mitigasi banjir harus terus ditingkatkan demi kenyamanan dan keselamatan warga Jakarta. Penanganan yang komprehensif diharapkan dapat mengurangi dampak buruk banjir di masa mendatang.
Sumber: AntaraNews