Jakarta diguyur hujan secara merata pada Selasa (19/8) pagi. Hujan turun dimulai dari Subuh sekira pukul 04.30 WIB. Intensitasnya beragam di setiap wilayah, namun kondisi tersebut membuat dampak kemacetan berganda di Jakarta. Khususnya bagi mereka yang hendak pergi kerja.
Salah satunya Yandhika, warga Ciledug yang biasa menggunakan transportasi publik untuk menuju kantornya di kawasan Bundaran HI. Namun karena derasnya hujan, membuat Yandhika harus menggunakan mobil.
"Saya berangkat jam 7.00 WIB dari Ciledug, tapi 08.30 masih di Senayan, kendaraan tidak bergerak," kata Yandhika sembari membagikan foto kondisi kemacetan di kawasan Senayan, Selasa (19/8).
Menurut dia, situasi tersebut berbeda dengan Senin (18/8) kemarin, ketika momen cuti bersama. Dia hanya membutuhkan waktu 30 menit untuk sampai kantor.
Selain kemacetan, Jakarta juga terkenal sulit mencari ojek online di kala hujan. Hal itu dialami Ayu seorang pekerja swasta yang berkantor di kawasan Gambir. Biasanya, selepas turun dari Stasiun LRT Rasuna Said sudah banyak ojek online namun ketika hujan, keadaan berkata sebaliknya.
"Saya pernah sampai menunggu 1 jam karena pesan ojol saat hujan," ujar Ayu.
Kondisi serupa juga terjadi ketika menggunakan transportasi publik. Intan, seorang pekerja swasta yang berkantor di Sudirman biasa menggunakan TransJakarta dari Puribeta. Namun ketika situasi hujan, bus dengan rute menuju kantornya lebih lama muncul dan lebih penuh dari kondisi tidak hujan.
"Selalu kalau hujan yang saya rasakan lebih penuh dan armadanya juga jarang," curhat dia.
Sebagai informasi, hingga pukul 09.00 WIB hujan masih turun walau dengan intensitas ringan. Namun kondisinya merata di setiap wilayahnya.
Advertisement