Curhat Pekerja Jakarta: Terjebak Macet Akibat Banjir, Naik Mobil Boncos di Bensin

Para pekerja yang harus berangkat mengalami kesulitan. Alhasil mereka memilih bekerja dari rumah atas kebijakan kantornya.

Muhammad Radityo Priyasmoro
Curhat Pekerja Jakarta: Terjebak Macet Akibat Banjir, Naik Mobil Boncos di Bensin
Curhat Pekerja Jakarta: Terjebak Macet Akibat Banjir, Naik Mobil Boncos di Bensin (Merdeka.com)

Jakarta dan sekitarnya dilanda cuaca ekstrem dalam beberapa hari terakhir. Akibatnya, hujan deras mengguyur sejak pagi hari. Para pekerja yang harus berangkat mengalami kesulitan. Alhasil mereka memilih bekerja dari rumah atas kebijakan kantornya.

Salah satunya Yulia, seorang pekerja swasta yang berkantor di kawasan Senayan. Memiliki tempat tinggal di Pondok Gede Bekasi, banjir sudah menjadi makanan sehari-hari saat hujan tiba. Tak terkecuali hari ini Jumat (23/1), saat hujan tak henti mengguyur, Yulia memilih opsi work from home (WFH).

"Alhamdulilah saya WFH, boleh sama kantor," kata Yulia saat berbincang dengan Liputan6.com, Jumat (23/1).

Meski rumahnya kali ini tidak terkena banjir, namun akses transportasi dengan menggunakan motor membuatnya ragu. Meski menggunakan mantel, kepadatan jalan dinilai tidak efektif ketimbang memaksakan kerja dari kantor.

"Saya rasa lebih efisien WFH kalau situasinya begini, kalau ada rapat bisa lewat zoom," jelas Yulia.

Senada dengan Yulia, seorang ibu anak dua bernama Andrini yang tinggal di Pamulang juga harus memilih kerja dari rumah ketimbang harus menerobos tempat kerjanya di kawasan Pantai Indah Kapuk (PIK). Dia tidak sanggup membayangkan kejebak di jalan dengan cuaca hujan dan kemacetan jika harus ke kantor.

"Wah saya nyerah, 3 jam bisa di jalan, itu baru berangkat, belum pulangnya?" tutur dia.

Selain itu, Andrini yang mengaku membawa kendaraan pribadi juga harus merogoh kocek lebih dalam jika kena macet karena bensin jadi lebih boros.

"Bensin dan tol, wah pasti mahal banget!" kata Andrini.

Yulia dan Andrini berkesimpulan, WFH adalah opsi terbaik saat situasi ibu kota dilanda cuaca ekstrem. Hal itu pun senada dengan anjuran Gubernur Jakarta Pramono Anung yang menyatankan WFH.

“Kalau kemudian ada indikasi seperti itu (hujan lebat) dan di hari biasa, saya akan memutuskan untuk dilakukan work from home," ujar Pramono di Balai Kota Jakarta, Rabu 22 Januari 2026.

Rekomendasi