50 Peserta Adu Kreativitas, Pemprov NTT Gelar Lomba Video Literasi Dorong Budaya Baca
Pemprov NTT melalui Dinas Kearsipan dan Perpustakaan menggelar lomba video literasi, menarik 50 peserta untuk menumbuhkan budaya baca dan kreativitas di kalangan generasi muda.
Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Timur (Pemprov NTT), melalui Dinas Kearsipan dan Perpustakaan, secara aktif mendorong kreativitas generasi muda. Upaya ini diwujudkan melalui penyelenggaraan lomba konten video literasi yang bertujuan menumbuhkan budaya baca dan literasi di tengah masyarakat.
Kegiatan ini merupakan inisiatif strategis yang dirancang untuk membuka ruang ekspresi kreatif bagi kaum muda. Lomba ini juga diharapkan dapat mengubah paradigma penggunaan gawai, dari sekadar hiburan menjadi sarana produktif untuk berkarya dan menyebarkan pesan-pesan positif.
Lomba tersebut berhasil menarik perhatian 65 pendaftar dari berbagai kalangan, di mana 50 peserta di antaranya telah terseleksi untuk mengikuti tahap selanjutnya. Para peserta terpilih ini terlebih dahulu mendapatkan pembekalan teknis intensif sebelum memasuki tahap penilaian akhir.
Mendorong Kreativitas dan Minat Baca Lewat Konten Visual
Kepala Bidang Layanan dan Pembinaan Perpustakaan Dinas Arpus NTT, Chris Pira, menjelaskan bahwa lomba ini memiliki tujuan ganda. "Lomba ini bertujuan membuka ruang kreativitas dan menumbuhkan budaya baca di masyarakat," katanya di Kupang, Kamis.
Selain itu, lanjut Chris Pira, pihaknya juga berupaya mengubah kebiasaan masyarakat. "Kami juga ingin mengubah kebiasaan masyarakat dari sekadar menggunakan gawai untuk hiburan menjadi sarana untuk berkarya," tambahnya.
Pendekatan melalui konten video dipilih karena dinilai sebagai media komunikasi yang paling mudah diakses dan diminati saat ini. Dengan visual yang menarik, pesan-pesan literasi dapat disampaikan secara lebih atraktif dan interaktif kepada khalayak luas, khususnya generasi muda.
Penyebarluasan budaya membaca diharapkan dapat lebih efektif melalui konten video kreatif yang disebarkan di media sosial. Ini menjadi strategi adaptif dalam menghadapi perkembangan teknologi dan preferensi konsumsi informasi.
Pembekalan Teknis untuk Konten Berkualitas
Sebelum memasuki tahap penilaian akhir, para peserta lomba konten video literasi mendapatkan pembekalan teknis komprehensif. Pembekalan ini diberikan oleh tiga pemateri yang memiliki kompetensi di bidangnya.
Para pemateri tersebut meliputi seorang pegiat literasi, seorang konten kreator profesional, dan seorang praktisi film berpengalaman. Mereka berbagi pengetahuan dan keterampilan penting dalam pembuatan video.
Chris Pira menekankan pentingnya sesi pembekalan ini. "Dengan pembekalan ini peserta berkesempatan mendapatkan pengetahuan baru guna memperbaiki dan menyempurnakan konten video yang akan dilombakan nanti," ujarnya.
Melalui kegiatan ini, peserta diharapkan tidak hanya menjadi konsumen informasi semata. Lebih dari itu, mereka didorong untuk menjadi produsen konten yang tidak hanya edukatif tetapi juga memiliki nilai pengetahuan tinggi, memberikan kontribusi positif bagi lingkungan digital.
Perpustakaan sebagai Ruang Kreatif dan Layanan Publik
Dinas Arsip dan Perpustakaan NTT menunjukkan komitmen kuat untuk terus mengembangkan program-program inovatif. Inisiatif ini selaras dengan perkembangan zaman yang menuntut adaptasi dan kreativitas dalam layanan publik.
Chris Pira berharap kegiatan lomba video literasi ini tidak hanya berfokus pada promosi budaya baca dan perpustakaan. Namun, juga mampu menumbuhkan kreativitas dan inovasi yang berdampak positif pada lingkungan masing-masing peserta.
Komitmen tersebut mencakup visi menjadikan perpustakaan sebagai ruang kreatif yang dinamis. Perpustakaan diharapkan dapat berfungsi sebagai layanan publik yang terbuka bagi umum, dengan fokus khusus untuk menarik minat generasi muda.
Dengan demikian, perpustakaan tidak lagi hanya menjadi tempat penyimpanan buku, melainkan pusat interaksi dan pengembangan potensi. Ini sejalan dengan upaya Pemprov NTT untuk menciptakan ekosistem literasi yang inklusif dan progresif.
Sumber: AntaraNews