Pemkot Palangka Raya Genjot Literasi Penulisan Budaya: 60 Peserta Ikuti Bimtek Merajut Aksara!

Pemerintah Kota Palangka Raya serius tingkatkan literasi penulisan budaya lokal melalui Bimtek "Merajut Aksara, Mengukir Budaya, Membangun Literasi" yang diikuti 60 peserta, dorong generasi muda jadi produsen pengetahuan.

Redaksi Merdeka
Oleh Redaksi Merdeka - Reporter
Pemkot Palangka Raya Genjot Literasi Penulisan Budaya: 60 Peserta Ikuti Bimtek Merajut Aksara!
Pemerintah Kota Palangka Raya serius tingkatkan literasi penulisan budaya lokal melalui Bimtek "Merajut Aksara, Mengukir Budaya, Membangun Literasi" yang diikuti 60 peserta, dorong generasi muda jadi produsen pengetahuan. (Merdeka.com)

Pemerintah Kota Palangka Raya mengambil langkah konkret untuk memperkuat identitas budaya daerah. Melalui Dinas Perpustakaan dan Kearsipan (Dispursip), mereka menggelar Bimbingan Teknis (Bimtek) Kepenulisan Berbasis Konten Budaya Lokal. Inisiatif ini bertujuan meningkatkan kemampuan literasi pemuda dalam mendokumentasikan kearifan lokal.

Kegiatan yang bertema "Merajut Aksara, Mengukir Budaya, Membangun Literasi" ini diikuti oleh 60 peserta. Mereka berasal dari berbagai latar belakang, termasuk penulis pemula, pegiat literasi, pelajar, dan masyarakat umum yang memiliki minat dalam dunia karya tulis. Bimtek ini diselenggarakan di Palangka Raya pada hari Sabtu, 27 September.

Kepala Dispursip Kota Palangka Raya, Yohn Benhur Pangaribuan, menyatakan bahwa upaya ini krusial. Tujuannya adalah untuk mendorong lahirnya penulis kreatif yang mampu mengangkat kearifan lokal. Hal ini diharapkan dapat memperkaya khasanah literasi serta menjaga warisan budaya dari gempuran arus digital.

Yohn Benhur Pangaribuan menjelaskan bahwa Bimtek ini dirancang untuk membekali peserta dengan kemampuan menulis yang baik. Kemampuan ini akan membuka jalan bagi mereka untuk mendokumentasikan cerita rakyat, tradisi, dan sejarah lokal. Dengan demikian, warisan budaya dapat diwariskan kepada generasi mendatang secara efektif.

"Melalui kegiatan ini, kami ingin mendorong lahirnya penulis-penulis kreatif yang mampu mengangkat kearifan lokal ke dalam karya tulis, sehingga dapat memperkaya khasanah literasi di Kota Palangka Raya,” ujar Benhur. Pernyataan ini menunjukkan komitmen Pemkot dalam mengembangkan potensi lokal dan meningkatkan literasi penulisan budaya.

Selain itu, Bimtek juga bertujuan menciptakan ekosistem kepenulisan yang sehat di daerah. Peningkatan jumlah karya tulis berbasis kearifan lokal diharapkan dapat memperkuat identitas budaya masyarakat Palangka Raya. Ini adalah langkah strategis dalam menghadapi tantangan modernisasi dan menjaga keberlangsungan budaya.

Benhur menekankan pentingnya peran generasi muda dalam menjaga budaya di tengah gempuran arus digital. Ia berharap peserta tidak hanya menjadi konsumen informasi, tetapi juga mampu menjadi produsen pengetahuan. Pengetahuan yang dihasilkan harus berakar pada identitas budaya daerah.

"Budaya lokal harus dikenalkan secara lebih luas. Salah satunya dengan cara menulis. Anak-anak muda perlu diberi ruang dan kesempatan agar bisa menyalurkan ide kreatifnya melalui tulisan, sehingga warisan budaya kita tidak hilang ditelan zaman,” kata Benhur. Pernyataan ini menggarisbawahi urgensi literasi budaya dan peran aktif pemuda.

Pemkot Palangka Raya optimistis bahwa literasi pemuda dalam bidang penulisan budaya akan berkembang. Ini akan menjadi pilar penting dalam menjaga kearifan lokal di tengah masyarakat modern. Jika literasi budaya tumbuh baik, akan tercipta generasi cerdas akademis dan peduli akar budaya.

Sumber: AntaraNews

Rekomendasi