Dinas Kearsipan dan Perpustakaan (Arpus) Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) secara aktif mendorong pelestarian kekayaan budaya lokal. Mereka menggelar sebuah lomba menulis cerita rakyat dan budaya yang bertujuan meningkatkan apresiasi terhadap nilai-nilai kearifan lokal. Inisiatif ini diharapkan mampu menggali dan mendokumentasikan warisan budaya NTT.
Lomba ini dibuka untuk pendaftaran dan pengiriman naskah mulai tanggal 22 Oktober hingga 10 November 2025, memberikan kesempatan luas bagi masyarakat. Kegiatan ini secara spesifik menargetkan penulis dari berbagai kalangan di seluruh wilayah NTT. Tujuannya adalah untuk memperkaya khazanah literasi daerah.
Menurut Kepala Bidang Layanan dan Pembinaan Perpustakaan Dinas Arpus NTT, Chris Pira, lomba ini penting. Ia menyatakan bahwa hasil naskah akan menambah referensi cerita rakyat yang dapat diolah menjadi bahan perpustakaan. Hal ini akan sangat bermanfaat untuk memperkuat literasi di NTT.
Advertisement
Advertisement
Menggali dan Melestarikan Kearifan Lokal Melalui Lomba Cerita Rakyat NTT
Chris Pira menjelaskan bahwa lomba ini diharapkan mampu menggali, mendokumentasikan, memanfaatkan, serta mengembangkan keanekaragaman cerita rakyat. Cerita-cerita ini berasal dari kekayaan kebudayaan di NTT yang sangat beragam. Pelestarian budaya melalui media tulisan menjadi fokus utama.
Perpustakaan di berbagai tingkatan, mulai dari provinsi, kabupaten/kota, desa, hingga taman bacaan masyarakat (TBM) dan rumah ibadah, membutuhkan banyak karya tulis. Karya cetak dan rekam yang mendokumentasikan nilai budaya NTT secara berkelanjutan sangat diperlukan. Lomba Cerita Rakyat NTT ini menjadi salah satu solusinya.
Hasil naskah dari lomba ini tidak hanya akan menjadi koleksi, tetapi juga dapat diolah. Naskah tersebut akan menjadi bahan perpustakaan yang berharga. Ini akan memperkuat literasi dan pemahaman masyarakat tentang budaya daerah.
Advertisement
Advertisement
Mendorong Partisipasi Generasi Muda dan Penulis untuk Lomba Cerita Rakyat NTT
Kegiatan ini juga menjadi sarana strategis untuk memperkenalkan peran perpustakaan kepada masyarakat luas. Khususnya, generasi muda NTT diharapkan dapat lebih dekat dengan dunia literasi dan pelestarian budaya. Ini adalah kesempatan bagus untuk mereka.
Selain itu, lomba ini bertujuan mendorong munculnya cerita baru dari wilayah yang belum pernah terdengar sebelumnya. Hal ini akan memperkaya khazanah budaya daerah secara signifikan. Keberagaman cerita rakyat NTT akan semakin terlihat.
Tema yang diangkat dalam lomba ini adalah “Merawat kearifan lokal Nusa Tenggara Timur demi martabat bangsa”. Dengan tema ini, diharapkan memori kolektif aneka suku bangsa di NTT yang terangkum dalam cerita rakyat akan selalu lestari. Manfaatnya akan dirasakan oleh generasi yang akan datang.
Advertisement
Chris Pira berharap lomba ini dapat berkontribusi besar dalam menjaga kebudayaan NTT agar senantiasa lestari. Kegiatan ini juga menjadi kesempatan bagi siapa pun, baik penulis pemula di bangku sekolah hingga penulis berpengalaman. Mereka dapat mengasah kreativitas dan kemampuan menulis dalam mengangkat cerita rakyat dari wilayah masing-masing.
Advertisement
Informasi Pendaftaran dan Inisiatif Literasi Lainnya
Pendaftaran dan pengiriman naskah untuk Lomba Cerita Rakyat NTT ini telah dibuka. Periode pendaftaran berlangsung dari tanggal 22 Oktober hingga 10 November 2025. Informasi lebih lanjut mengenai tautan pendaftaran dan petunjuk teknis dapat diakses melalui s.id/lombamenulisceritaNTT.
Selain lomba cerita rakyat, Dinas Arpus NTT juga memiliki inisiatif literasi lainnya. Chris Pira menambahkan bahwa Dinas Arpus sedang menggelar lomba konten video literasi 2025. Lomba ini bertujuan untuk menumbuhkan budaya baca dan literasi di kalangan generasi muda NTT.
Kedua lomba ini menunjukkan komitmen Dinas Arpus NTT dalam memperkuat ekosistem literasi. Mereka tidak hanya fokus pada tulisan, tetapi juga media digital. Upaya ini mencerminkan adaptasi terhadap perkembangan zaman.
Advertisement
Sumber: AntaraNews