28 Penumpang Kapal Tenggelam Muna di Sultra Selamat Dievakuasi
Insiden kapal tenggelam Muna rute Raha-Maligano berhasil mengevakuasi 28 penumpang dan empat kru kapal dalam kondisi selamat, meski cuaca buruk sempat menghantam perairan Desa Pohorua, Sulawesi Tenggara.
Sebanyak 28 penumpang dan empat kru kapal cepat KM Maligano Star berhasil dievakuasi dalam kondisi selamat setelah kapal yang mereka tumpangi tenggelam. Insiden ini terjadi di perairan Desa Pohorua, Kabupaten Muna, Sulawesi Tenggara, pada Minggu malam, 1 Februari 2026. Kapal tersebut melayani rute Raha-Maligano ketika dihantam cuaca buruk yang menyebabkan kecelakaan laut.
Kepala Seksi Humas Polres Muna, Iptu Muhammad Jufri, mengonfirmasi bahwa seluruh 32 orang yang berada di kapal, termasuk 28 penumpang dan empat kru, telah berhasil diselamatkan. Mereka segera mendapatkan perawatan medis setelah dievakuasi dari lokasi kejadian. Kejadian nahas ini menjadi pengingat pentingnya kewaspadaan dalam aktivitas pelayaran di tengah kondisi cuaca ekstrem.
Pihak kepolisian setempat terus mengimbau masyarakat serta penyedia jasa transportasi laut untuk selalu memprioritaskan keselamatan. Penundaan aktivitas pelayaran sangat disarankan apabila kondisi cuaca tidak mendukung, guna mencegah terulangnya kejadian serupa di wilayah pesisir Muna yang rawan cuaca buruk.
Kronologi Insiden Kapal Tenggelam Muna
Insiden tenggelamnya kapal cepat KM Maligano Star terjadi sekitar pukul 17.30 Wita, saat kapal melintasi perairan Kecamatan Maligano. Menurut keterangan saksi di lokasi kejadian, kapal mulai mengalami kendala serius ketika angin kencang memicu gelombang tinggi. Kondisi cuaca yang ekstrem ini menjadi pemicu utama kecelakaan tersebut.
Air laut yang deras mulai masuk ke kamar mesin kapal, mengakibatkan mesin mati total dan kapal kehilangan kendali. Tanpa daya dorong mesin, kapal tak mampu melawan arus dan gelombang, hingga akhirnya karam dan tenggelam di sekitar Tanjung Desa Pohorua. Meskipun demikian, tim evakuasi berhasil bertindak cepat untuk menyelamatkan seluruh individu di dalamnya.
Selain mengevakuasi seluruh korban, pihak kepolisian juga mencatat adanya kerugian materiil akibat insiden ini. Sebanyak delapan unit kendaraan roda dua milik penumpang ikut tenggelam bersama badan kapal. Peristiwa ini menyoroti risiko yang dihadapi oleh transportasi laut saat menghadapi kondisi alam yang tidak terduga.
Kondisi Korban dan Imbauan Keselamatan
Setelah dievakuasi, seluruh korban langsung mendapatkan penanganan medis. Hingga saat ini, 22 korban dilaporkan dalam kondisi stabil setelah ditangani di Puskesmas Maligano. Namun, dua orang lainnya masih memerlukan bantuan oksigen karena mengalami sesak napas saat kejadian, sementara sisanya sudah dalam keadaan baik.
Iptu Muhammad Jufri menegaskan pentingnya kewaspadaan bagi seluruh masyarakat dan penyedia jasa transportasi laut. Ia mengimbau agar aktivitas pelayaran ditunda jika kondisi cuaca tidak memungkinkan, mengingat potensi hujan lebat dan angin kencang yang masih membayangi wilayah pesisir Muna. Imbauan ini bertujuan untuk meminimalisir risiko kecelakaan di laut.
Polres Muna juga meminta para nelayan dan motoris kapal untuk selalu memperhatikan standar keselamatan pelayaran. Memantau informasi cuaca resmi secara berkala sangat krusial demi mencegah terulangnya kecelakaan serupa. Keselamatan jiwa harus menjadi prioritas utama dalam setiap aktivitas di perairan.
Sumber: AntaraNews