Insiden tenggelamnya Kapal Motor Penyeberangan (KMP) Tunu Pratama Jaya di Selat Bali disorot dunia. Insiden ini menewaskan empat orang.
Media internasional seperti AFP, yang dikutip South China Morning Post (SCMP), menyoroti bahwa kecelakaan laut semacam ini bukan hal mengejutkan di Indonesia.
"Kecelakaan di laut merupakan kejadian yang biasa terjadi di Indonesia," tulis AFP dalam laporannya, Kamis (3/7).
Negara dengan lebih dari 17.000 pulau ini, menurut mereka, kerap dilanda musibah serupa akibat kombinasi antara standar keselamatan yang lemah dan cuaca ekstrem.
Tak hanya menyoroti tenggelamnya KMP Tunu Pratama Jaya, laporan itu juga menyinggung sejarah kelam kecelakaan laut di Indonesia.
Mulai dari kapal yang membawa 16 penumpang terbalik di perairan Bali pada Maret 2025, yang menewaskan turis asal Australia, hingga tragedi 2018 di Danau Toba yang menewaskan lebih dari 150 orang.
"Sebuah kapal feri yang membawa lebih dari 800 orang kandas di perairan dangkal di lepas pantai Nusa Tenggara Timur pada 2022 dan terjebak selama dua hari, tanpa ada yang terluka," tulis publikasi itu.
"Pada 2018, lebih dari 150 orang tenggelam ketika sebuah feri tenggelam di salah satu danau terdalam di dunia (Danau Toba) di Pulau Sumatera."
Detik-Detik KMP Tunu Terbalik
Polisi mengungkapkan detik-detik KMP Tunu Pratama Jaya tenggelam setelah berlayar 25 menit dari Pelabuhan Ketapang menuju Gilimanuk Bali. Petugas mendapat laporan bahwa kapal mengalami di ruang mesin dan terbalik.
Petugas juga mendengar suara teriakan minta tolong saat kapal mulai terbalik dan hanyut terbawa arus Selat Bali
"Pada pukul 00.16 WITA, KMP. Tunu Pratama Jaya ketika berlayar dari Pelabuhan Ketapang menuju Pelabuhan Gilimanuk, terdengar informasi di channel 17 untuk KMP Tunu Pratama Jaya meminta tolong dan mengalami kebocoran mesin kapal," kata Kabid Humas Polda Bali Kombes Pol Ariasandy dalam keterangan tertulisnya, Kamis (3/7).
Pukul 00.19 WITA, KMP Tunu Pratama Jaya mengalami black out dan sekitar pukul 00.22 WITA, KMP. Tunu Pratama Jaya 3888 dengan posisi akan mengejar dan membantu KMP.
Ariasandy menyebut, KMP Tunu Pratama Jaya menginfokan ke Local Port Service (LPS) Gilimanuk bahwa untuk kapal sudah terbalik dan hanyut ke arah selatan dengan titik koordinat 08°09.371', 114°25, 1569.
31 Penumpang Selamat, 4 Orang Meninggal
Sebanyak 31 orang penumpang dari KMP Tunu Pratama Jaya berhasil diselamatkan dalam insiden tenggelamnya kapal itu di Selat Bali, pada Rabu (2/7) malam sekitar pukul 23.35 WIB. Sementara, 4 penumpang lainnya ditemukan meninggal dunia.
"Hingga pukul 10.00 waktu setempat, data sementara dilaporkan empat orang meninggal dunia dan 31 orang penumpang telah berhasil dievakuasi dalam kondisi selamat," kata Direktur Jenderal Perhubungan Laut Kemenhub Muhammad Masyhud dalam pernyataan di Jakarta, Kamis (3/7).
Masyhud menyampaikan saat ini para korban berada dalam penanganan lebih lanjut di Gilimanuk, Bali. "Data nama dan keterangan korban masih dalam proses pendataan," ujarnya.
Terpisah, Koordinator Pos SAR Banyuwangi Wahyu Setia Budimenyebutkan hingga pukul 11.00 WIB korban kapal feri tenggelam di Selat Bali, sebanyak 35 orang, empat orang di antaranya meninggal dunia.
"Jadi, pencarian terus dilakukan oleh tim SAR gabungan, dan penumpang selamat maupun yang meninggal dunia saat ini masih dievakuasi ke Gilimanuk, Kabupaten Jembrana, Bali," katanya.
Advertisement
Pencarian Diperluas
Menurut Wahyu, sampai saat ini tim SAR gabungan terus memperluas pencarian puluhan penumpang korban kapal tenggelam di lintasan Pelabuhan Ketapang-Gilimanuk itu.
Dia menyampaikan pencarian korban yang masih dinyatakan hilang di Selat Bali itu diperluas dengan menyisir ke arah selatan.
KMP Tunu Pratama Jaya diketahui membawa sebanyak 53 orang penumpang dan 12 kru kapal.