Dek Kapal Penumpang Ambruk di Likupang, Evakuasi Penumpang Kapal Baitani Berlangsung Dramatis

Insiden dek kapal penumpang tujuan Desa Talise ambruk di tengah laut memicu kepanikan. Kapal Baitani sigap melakukan evakuasi penumpang kapal Baitani yang jatuh ke laut, menunjukkan solidaritas kemanusiaan.

Redaksi Merdeka
Oleh Redaksi Merdeka - Reporter
Dek Kapal Penumpang Ambruk di Likupang, Evakuasi Penumpang Kapal Baitani Berlangsung Dramatis
Insiden dek kapal penumpang tujuan Desa Talise ambruk di tengah laut memicu kepanikan. Kapal Baitani sigap melakukan evakuasi penumpang kapal Baitani yang jatuh ke laut, menunjukkan solidaritas kemanusiaan. (AntaraNews)

Sebuah insiden tak terduga terjadi di perairan Likupang, Minahasa Utara, ketika dek kapal penumpang tujuan Desa Talise tiba-tiba ambruk. Sekitar dua puluhan penumpang dilaporkan jatuh ke laut akibat kejadian nahas ini. Peristiwa ini memicu respons cepat dari kapal lain yang melintas di area tersebut.

Kapal 'Baitani' yang kebetulan berada di dekat lokasi kejadian langsung bergerak untuk memberikan bantuan. Evakuasi dramatis pun berlangsung untuk menyelamatkan para korban yang terombang-ambing di tengah laut. Kejadian ini berlangsung pada Kamis malam, sekitar pukul 17.00 WITA.

Pendeta Romi Rawis, Ketua Jemaat Baitani Tambun, yang berada di atas kapal penolong, menjadi saksi mata langsung. Ia mengonfirmasi bahwa dek kapal yang patah adalah tempat duduk penumpang. Penyelamatan ini menunjukkan solidaritas antar sesama pelaut dan warga.

Kapal penumpang yang mengalami insiden ini diketahui baru saja bertolak dari Pelabuhan Likupang. Kapal tersebut berlayar menuju Desa Talise, Kecamatan Likupang Barat, Kabupaten Minahasa Utara. Namun, belum lama berlayar, tanda-tanda kerusakan mulai terlihat.

Menurut kesaksian Pendeta Romi Rawis, kapal tersebut sempat terlihat berjalan tidak stabil di tengah laut. Tak lama kemudian, bagian dek kapal yang biasa digunakan penumpang untuk duduk terlihat patah. Kondisi ini membuat sejumlah penumpang kehilangan pijakan dan terjatuh ke perairan.

Peristiwa nahas ini diperkirakan terjadi sekitar 40 menit setelah kapal meninggalkan pelabuhan. Pukul 17.00 WITA menjadi saksi bisu ambruknya dek kapal tersebut. Banyak penumpang yang berada di dek kapal langsung tercebur ke laut.

Kapal 'Baitani', yang membawa sebagian besar warga Desa Tambun, segera mendekati kapal yang mengalami musibah. Anak buah kapal 'Baitani' bersama sejumlah penumpang lainnya langsung bergegas memberikan pertolongan. Mereka bahu-membahu mengevakuasi para korban.

Proses penyelamatan berlangsung cukup intensif dan memakan waktu hampir satu jam. Para penumpang yang jatuh ke laut ada yang membentuk kelompok, namun ada pula yang terpisah. Koordinasi yang baik menjadi kunci keberhasilan evakuasi ini.

Kehadiran beberapa personel TNI AL turut memperlancar proses evakuasi. Mereka membantu mengumpulkan penumpang yang tersebar di perairan. Sinergi antara ABK, penumpang, dan aparat keamanan sangat krusial dalam situasi darurat ini.

Setelah berhasil dievakuasi, seluruh penumpang yang jatuh ke laut dibawa ke dermaga Desa Gangga. Mereka kemudian melanjutkan perjalanan menuju Desa Talise menggunakan kapal lain. Insiden ini tidak menghalangi mereka untuk mencapai tujuan.

Banyak dari penumpang kapal tersebut berencana menghadiri pesta adat Tulude yang akan dilaksanakan keesokan harinya. Meskipun sempat mengalami insiden, semangat mereka untuk merayakan tradisi tidak surut. Keselamatan para penumpang menjadi prioritas utama dalam penanganan insiden ini.

Peristiwa ini menjadi pengingat pentingnya standar keselamatan pelayaran. Seluruh pihak diharapkan dapat mengambil pelajaran dari kejadian ini. Kewaspadaan dan kesiapan menghadapi kondisi darurat harus selalu ditingkatkan.

Sumber: AntaraNews

Rekomendasi