KM Cahaya Intan Celebes Tenggelam di Bombana, 20 Orang Selamat Berkat Nelayan

Insiden mengerikan menimpa KM Cahaya Intan Celebes Tenggelam di perairan Bombana, Sulawesi Tenggara. Sebanyak 20 orang berhasil diselamatkan setelah kapal mengalami kebocoran lambung akibat cuaca buruk.

Redaksi Merdeka
Oleh Redaksi Merdeka - Reporter
KM Cahaya Intan Celebes Tenggelam di Bombana, 20 Orang Selamat Berkat Nelayan
Insiden mengerikan menimpa KM Cahaya Intan Celebes Tenggelam di perairan Bombana, Sulawesi Tenggara. Sebanyak 20 orang berhasil diselamatkan setelah kapal mengalami kebocoran lambung akibat cuaca buruk. (AntaraNews)

Sebuah insiden pelayaran terjadi di Perairan Poleang, Kabupaten Bombana, Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra), pada Sabtu pagi. Kapal Motor (KM) Cahaya Intan Celebes dengan bobot GT 44 dilaporkan tenggelam di wilayah tersebut. Peristiwa ini melibatkan 13 penumpang dan 7 awak kapal yang semuanya berhasil selamat dari musibah.

Humas Basarnas Kendari, Wahyudi, mengonfirmasi kejadian nahas ini, menyatakan bahwa insiden terjadi sekitar pukul 09.00 Wita. Kapal tersebut diketahui bertolak dari Pelabuhan Bajoe, Kota Bone, dengan tujuan Pelabuhan Boepinang, Bombana. Seluruh korban berhasil dievakuasi oleh nelayan setempat yang berada di sekitar lokasi kejadian.

Menurut Wahyudi, seluruh penumpang dan awak kapal yang selamat kini telah dievakuasi ke Puskesmas Boepinang, Bombana, untuk mendapatkan penanganan lebih lanjut. Kesigapan para nelayan menjadi kunci utama dalam menyelamatkan seluruh individu yang berada di atas kapal. Insiden ini menyoroti pentingnya kewaspadaan dalam pelayaran, terutama di tengah kondisi cuaca yang tidak menentu.

Kepala Pos SAR Kolaka, Haeruddin, memberikan penjelasan lebih rinci mengenai kronologi kejadian. Ia menyebutkan bahwa KM Cahaya Intan Celebes memulai pelayarannya dari Pelabuhan Bajoe sekitar pukul 00.00 Wita. Perjalanan ini bertujuan menuju Pelabuhan Boepinang, Bombana, melintasi perairan yang kemudian menjadi lokasi insiden.

Sekitar pukul 06.00 Wita, kapal mulai mengalami kebocoran serius pada bagian lambungnya. Kebocoran ini diakibatkan oleh hantaman gelombang besar serta angin kencang yang menerjang perairan. Kondisi cuaca ekstrem menjadi faktor pemicu utama kerusakan pada lambung KM Cahaya Intan Celebes.

Awak kapal segera berupaya mengatasi kebocoran dengan menggunakan empat unit mesin alkon untuk memompa air keluar. Namun, usaha keras mereka tidak mampu membendung laju air laut yang masuk ke dalam bodi kapal. Volume air yang terus meningkat akhirnya membuat kapal tidak dapat dipertahankan dan mulai tenggelam.

Melihat kondisi kapal yang semakin kritis dan upaya memompa air tidak membuahkan hasil, kapten kapal mengambil keputusan penting. Kapten kapal melihat adanya perahu nelayan di sekitar lokasi kejadian dan segera mengarahkan kapal untuk mendekatinya. Keputusan ini terbukti krusial untuk keselamatan seluruh penumpang dan awak kapal.

Para nelayan yang berada di perairan tersebut dengan sigap merespons panggilan darurat. Mereka segera melakukan evakuasi terhadap seluruh penumpang dan awak KM Cahaya Intan Celebes dari kapal yang mulai tenggelam. Aksi cepat dan heroik dari para nelayan ini berhasil mencegah jatuhnya korban jiwa dalam insiden tersebut.

Setelah berhasil diselamatkan, seluruh 13 penumpang dan 7 awak kapal dibawa ke daratan. Mereka kemudian dievakuasi menuju Puskesmas Boepinang, Bombana, untuk mendapatkan penanganan medis dan pemeriksaan kesehatan lebih lanjut. Kondisi seluruh korban dilaporkan selamat dan stabil.

Insiden tenggelamnya KM Cahaya Intan Celebes ini menjadi pengingat penting akan risiko pelayaran di tengah cuaca buruk. Peran serta masyarakat lokal, khususnya nelayan, dalam operasi penyelamatan di laut sangat vital. Koordinasi yang baik antara pihak berwenang dan masyarakat menjadi kunci keberhasilan dalam menghadapi situasi darurat seperti ini.

Sumber: AntaraNews

Rekomendasi