10 Terduga Pembakar Gedung DPRD Makassar dan Sulsel Ditangkap Polisi
Selain sepuluh terduga pelaku kerusuhan di Makassar, polisi juga sudah menangkap dua pelaku kericuhan demo di Palopo.
Kepolisian Daerah Sulawesi Selatan menangkap 10 orang terduga pembakar gedung DPRD Sulsel dan Makassar pada Jumat (29/8). Sebelumnya aksi unjuk rasa pada Jumat (29/8) berakhir rusuh dan menyebabkan empat orang meninggal dunia.
Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Sulsel Komisaris Besar Setiadi Sulaksono membenarkan sudah ada sepuluh terduga pelaku pembakaran gedung DPRD Sulsel dan Makassar. Meski demikian, 10 orang ditangkap belum ditetapkan sebagai tersangka.
"Iya, 10 orang (terduga pelaku pembakaran) untuk DPRD kota dan provinsi. Tersangka in progress akan bertambah," kata Setiadi kepada wartawan, Selasa (2/9).
Setiadi mengatakan kesepuluh terduga pelaku kerusuhan tersebut ditangkap di Makassar. Selain sepuluh terduga pelaku kerusuhan di Makassar, polisi juga sudah menangkap dua pelaku kericuhan demo di Palopo.
"Ada dua orang pelaku pengerusakan di kantor DPRD Palopo. Sekarang penanganannya di Polres Palopo," ucap Setiadi.
Penyelidikan Polisi
Sebelumnya diberitakan, Kepala Kepolisian Daerah Sulawesi Selatan Inspektur Jenderal Rusdi Hartono mengatakan Polda Sulsel telah mengerahkan Inafis dan Laboratorium Forensik (Labfor) untuk melakukan olah TKP kebakaran di Kantor DPRD Makassar. Rusdi mengaku gedung DPRD Makassar merupakan salah satu aset negara yang ada di Kota Makassar.
"Ini proses yang kita lakukan dan tentunya ini akan lebih memperjelas nanti apa yang terjadi di sini. Mohon dukungan dari masyarakat apa yang telah kita lakukan," ujar Rusdi kepada wartawan, Senin (1/9).
Meski baru melakukan olah TKP, Rusdi mengaku sudah ada potensial suspek tersangka terbakarnya Kantor DPRD Makassar.
"Saya katakan tadi potensial suspek sudah ada. mudah-mudahan tidak berapa lama lagi kita bisa melakukan penegak hukum yang lebih jelas ke depan," tegas dia.
Rusdi mengaku kerusuhan yang terjadi di Kantor DPRD Makassar menyebabkan 61 unit mobil dan 15 unit motor hangus terbakar. Setidaknya total kerugian akibat terbakarnya Kantor DPRD Makassar sebesar Rp250 miliar.
"Total lebih kurang sekitar Rp250 miliar kerugian negara yang diakibatkan oleh perilaku-perilaku masyarakat yang tidak bertanggung jawab. Termasuk tiga nyawa saudara kita yang harus menjadi korban dari perilaku tersebut," tutur dia.
Rusdi menegaskan komitmen untuk mengungkap kasus kerusuhan yang menyebabkan korban jiwa dan membawanya hingga pengadilan. Tentunya kami agar menuntaskan kasus ini, pihak-pihak yang bertanggungjawab akan kita tuntut sampai ke pengadilan. Dia menegaskan akan menindak tegas pelaku kerusuhan.
"InsyaAllah ke depan kita sudah melakukan tindakan-tindakan yang lebih tegas lagi, karena potensial suspek itu sudah ada," tuturnya.
Rusdi menegaskan saat ini situasi Kota Makassar, khususnya Sulsel sudah kondusif dan aman. Ia pun mengajak seluruh pihak untuk menjaga situasi keamanan dan kedamaian.
"Ke depannya suasana Sulsel, khususnya Makassar harus kita jaga. Penyampaiannya (aksi unjuk rasa) silakan, tapi dengan cara-cara yang aman, damai, tertib untuk keamanan dan kedamaian bersama," tandasnya.