Tragedi 67 Mobil Terbakar: Kerusuhan di Kantor DPRD Makassar Tewaskan Tiga Orang
Puluhan kendaraan, termasuk 67 mobil, ludes terbakar dalam insiden kerusuhan di Kantor DPRD Makassar yang juga menelan tiga korban jiwa.
Kerusuhan hebat melanda Kantor DPRD Kota Makassar, Sulawesi Selatan, pada Sabtu (30/8) dini hari, menyebabkan puluhan unit mobil ludes terbakar dan menimbulkan korban jiwa. Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Makassar mencatat setidaknya 67 unit mobil, mayoritas kendaraan dinas, hangus terbakar dalam insiden tragis ini. Peristiwa ini juga berdampak pada Kantor DPRD Provinsi Sulawesi Selatan, di mana satu mobil dan satu motor turut mengalami kerusakan berat akibat pembakaran.
Plt Kepala Pelaksana BPBD Makassar, Fadli Tahar, menyatakan bahwa kejadian ini merupakan peristiwa luar biasa yang menimbulkan kerugian material besar serta korban jiwa. Tim gabungan dari BPBD, Damkar, dan TNI segera diterjunkan untuk mengevakuasi korban dan mengamankan lokasi kejadian. Upaya pemadaman api di kedua lokasi DPRD telah berhasil dilakukan oleh tim Damkarmat Makassar.
Insiden ini tidak hanya menyebabkan kerugian materiil, tetapi juga menelan korban jiwa dan luka-luka. BPBD Makassar melaporkan delapan korban, terdiri dari tiga meninggal dunia, dua luka berat, dan tiga luka sedang. Para korban luka saat ini sedang menjalani perawatan intensif di sejumlah rumah sakit di Makassar, menunjukkan dampak serius dari kerusuhan yang terjadi.
Dampak Kerusuhan: Puluhan Mobil Terbakar dan Korban Jiwa
Kerusuhan yang terjadi di Kantor DPRD Kota Makassar menyebabkan kerusakan parah, terutama pada aset kendaraan. Sebanyak 67 unit mobil, yang sebagian besar merupakan kendaraan dinas, hangus terbakar hingga menjadi bangkai. Selain itu, beberapa unit sepeda motor juga mengalami kerusakan serupa, meskipun jumlah pastinya masih dalam proses asesmen oleh BPBD.
Peristiwa ini, yang disebut sebagai kejadian luar biasa oleh Fadli Tahar dari BPBD Makassar, menunjukkan tingkat keparahan aksi massa. Tidak hanya kendaraan, namun bangunan Kantor DPRD Kota Makassar juga mengalami pembakaran, menambah daftar kerugian material yang ditimbulkan. Kerugian ini tentu akan memerlukan waktu dan sumber daya besar untuk pemulihan.
Selain kerugian materiil, aspek paling tragis dari kerusuhan ini adalah jatuhnya korban jiwa. Tiga orang dilaporkan meninggal dunia di lokasi atau setelah dievakuasi, sementara lima lainnya mengalami luka-luka dengan tingkat keparahan bervariasi. Kejadian ini menjadi pengingat akan bahaya dan konsekuensi serius dari tindakan anarkis.
Upaya Penanganan dan Evakuasi Korban
Menanggapi kerusuhan, tim gabungan dari berbagai instansi segera dikerahkan untuk melakukan penanganan dan evakuasi. BPBD Makassar, bersama dengan TNI, Damkarmat, Dinas Kesehatan Kota Makassar, Dinas Kesehatan Provinsi, dan tim relawan potensi SAR, bekerja sama dalam upaya penyelamatan. Mereka membantu mengevakuasi korban dari lokasi kejadian sejak dini hari hingga proses asesmen selesai.
Fadli Tahar menekankan pentingnya pengawasan berkelanjutan dan asesmen menyeluruh terhadap dampak kerusuhan. Tim BPBD Kota Makassar terus melakukan pemantauan dan pendataan untuk memastikan semua dampak tercatat dengan baik. Koordinasi antarlembaga menjadi kunci dalam menghadapi situasi darurat seperti ini, memastikan penanganan yang cepat dan efektif.
Proses evakuasi korban luka dan meninggal dunia dilakukan dengan sigap, membawa mereka ke rumah sakit terdekat untuk penanganan medis. Bantuan dan dukungan psikologis kemungkinan juga akan dibutuhkan bagi para korban dan keluarga mereka. Kejadian ini menyoroti kesiapsiagaan dan respons cepat dari tim penanggulangan bencana di Makassar.
Identifikasi Korban dan Kondisi Terkini
Data dari TRC BPBD Makassar merinci identitas para korban yang terdampak kerusuhan. Tiga korban meninggal dunia adalah Sarinawati (26), staf DPRD Makassar, yang ditemukan hangus terbakar; Syaiful (43), staf Kecamatan Ujung Tanah, meninggal di Rumah Sakit Grestelina dalam kondisi terbakar; dan Abay, staf DPRD Makassar, meninggal di lokasi kejadian dan jenazahnya dirujuk ke Rumah Sakit Bayangkara.
Dua korban luka berat adalah Budi Haryati (30), pegawai DPRD Makassar, dirujuk ke Rumah Sakit Primaya dalam kondisi koma; serta Heriyanto (28), pegawai DPRD Makassar, dirujuk ke Rumah Sakit Grestelina karena luka berat setelah melompat dari lantai empat Kantor DPRD Sulsel. Kondisi mereka memerlukan perhatian medis intensif.
Tiga korban luka sedang meliputi Sahabuddin (45), pegawai DPRD Makassar, dirujuk ke Rumah Sakit Hermina karena sakit pada pinggul setelah melompat dari lantai 2; Arif Rahman Hakim (28), pegawai DPRD Makassar, luka sedang akibat lemparan batu dan dirawat di Rumah Sakit Grestelina; dan Agus Setiwawan (32), pegawai DPRD Makassar, mengalami sakit pada punggung dan dirawat di Rumah Sakit Hermina. Semua korban luka sedang mendapatkan penanganan medis yang diperlukan.
Sumber: AntaraNews