Cara Merawat Baterai Mobil Listrik Mirip dengan HP, Begini Langkah-Langkahnya
Berikut cara merawat baterai mobil listrik, prinsipnya sama dengan HP.
Seiring pesatnya pertumbuhan kendaraan listrik di Indonesia, muncul pula beragam pertanyaan seputar cara merawat baterai mobil listrik.
Menurut Brian Gomgom, Senior Manager Brand Communication Wuling Motors, perawatan baterai EV sebenarnya cukup sederhana. Bahkan, prinsip dasarnya tidak jauh berbeda dari merawat baterai ponsel.
Berikut beberapa tips penting agar baterai mobil listrik tetap awet dan aman:
1. Jangan Tunggu Baterai Kosong Total
Kesalahan umum yang sering terjadi adalah membiarkan baterai benar-benar habis sebelum diisi ulang. Padahal, menurut Brian, pengisian idealnya dilakukan saat kapasitas tersisa sekitar 15–20 persen.
"Jangan menunggu hingga daya baterai benar-benar habis. Idealnya, isi ulang segera saat sudah menyentuh batas minimal tersebut,” ujarnya.
Kebiasaan membiarkan baterai kosong total berulang kali bisa mempercepat degradasi atau penurunan kualitas baterai.
2. Hindari Mengisi Daya Sampai 100% Jika Mobil Tak Digunakan
Jika mobil akan disimpan dalam waktu lama, sebaiknya tidak mengisi daya hingga penuh. Brian menyarankan untuk menjaga kapasitas baterai di angka sekitar 90 persen atau sedikit di bawahnya.
“Jika kendaraan akan disimpan, pastikan kapasitas baterai tidak mencapai 100%. Sekitar 90% atau sedikit di bawah itu masih tergolong aman,” jelasnya.
Sama seperti ponsel, menyimpan baterai dalam kondisi terlalu penuh atau terlalu kosong dalam waktu lama dapat mempercepat kerusakan.
3. Isi Daya di Tempat yang Aman dan Standar
Meski kendaraan listrik sudah dilengkapi fitur pengaman saat terjadi lonjakan arus, pengguna tetap dianjurkan melakukan pengisian di lokasi yang sesuai standar kelistrikan.
“Pastikan pengisian dilakukan di tempat yang aman dan memiliki instalasi listrik yang benar. Hindari lokasi yang berisiko konsleting,” tambahnya.
Wuling sendiri telah terintegrasi dengan ekosistem EV Power, sehingga mobil bisa diisi di berbagai SPKLU selama sistem dan port kompatibel.
4. Gunakan Arus AC untuk Pengisian Harian
Ada dua metode pengisian daya: AC (arus bolak-balik) dan DC (arus searah). Untuk kebutuhan harian, Brian lebih merekomendasikan pengisian dengan arus AC.
“Pengisian daya dengan AC memang membutuhkan waktu lebih lama, tetapi lebih stabil dan ramah terhadap umur baterai,” ungkapnya.
Sementara itu, pengisian cepat dengan arus DC sebaiknya digunakan hanya saat mendesak—misalnya saat perjalanan jauh atau kondisi darurat.
Dengan mengikuti kebiasaan sederhana ini, usia pakai baterai mobil listrik bisa lebih panjang dan performanya tetap terjaga dalam jangka panjang.