Baterai 5C CATL Diklaim Tahan 1,8 Juta Km, Bisa Diisi Penuh dalam 12 Menit

Perusahaan baterai Tiongkok, CATL, mengungkapkan baterai terbarunya bertipe 5C dapat mempertahankan 80 persen kapasitasnya, setara dengan jarak 1,8 juta km.

Azkal Azkia
Oleh Azkal Azkia - Reporter
Baterai 5C CATL Diklaim Tahan 1,8 Juta Km, Bisa Diisi Penuh dalam 12 Menit
Pemasok bahan baku baterai litium di Tiongkok mengumumkan kenaikan harga signifikan. (carnewschina.com) (© 2026 Liputan6.com)

Produsen baterai asal China, CATL, mengungkapkan bahwa baterai 5C terbarunya mampu mempertahankan 80 persen dari kapasitasnya setelah melalui 3.000 siklus, yang setara dengan jarak 1,8 juta km. Selain itu, baterai ini juga menawarkan kemampuan pengisian yang sangat cepat, hanya membutuhkan waktu sekitar 12 menit untuk pengisian penuh. Raksasa baterai ini menegaskan bahwa siklus hidup baterai 5C enam kali lipat lebih lama dibandingkan dengan rata-rata industri saat ini.

Dalam laporan yang diambil dari Carnewschina, baterai 5C diperkenalkan oleh CATL melalui sebuah video resmi pada tanggal 29 Januari lalu. Teknologi ini dianggap sebagai terobosan dalam daya tahan pengisian daya ultra fast-charging.

Dalam kondisi suhu ekstrem mencapai 60 derajat Celsius, yang mirip dengan suhu musim panas di Dubai, baterai ini mampu mempertahankan 80 persen kapasitasnya setelah 1.400 siklus, atau setara dengan 840.000 km, yang bahkan lebih baik daripada sel lithium-ion yang ada di pasaran saat ini.

Peringkat "C" pada baterai ini menunjukkan kecepatan pengisian dan pengosongan. Dengan kemampuan untuk menyelesaikan pengisian penuh dalam waktu sekitar 12 menit, baterai 5C termasuk dalam kategori pengisian daya ultra cepat. Untuk mencapai performa ini, baterai harus menjaga stabilitas struktural dan keamanan termal selama proses pengoperasian dengan kecepatan tinggi.

CATL mengaitkan peningkatan masa pakai siklus baterai dengan tiga inovasi teknologi utama. Inovasi tersebut mencakup lapisan katoda, aditif perbaikan, dan lapisan responsif. Pertama, lapisan katoda yang lebih padat dan merata membantu mengurangi degradasi struktural dan membatasi kehilangan ion logam saat pengisian dan pengosongan daya tinggi. Kedua, aditif perbaikan yang eksklusif dalam elektrolit berfungsi untuk mendeteksi dan menutup retakan mikro, serta mengurangi kehilangan litium yang tidak dapat dipulihkan. Terakhir, lapisan responsif suhu pada permukaan pemisah memperlambat migrasi ion saat suhu lokal meningkat, memberikan perlindungan mandiri dan mengurangi risiko terjadinya pelarian termal.

Sistem manajemen baterai 5C yang dikembangkan oleh CATL kini telah mengalami peningkatan signifikan, di mana teknologi ini mampu mengarahkan cairan pendingin ke area panas dalam paket baterai. Dengan demikian, konsistensi termal dapat ditingkatkan, dan umur pakai baterai pun menjadi lebih lama. Inovasi ini bertujuan untuk mempermudah penggunaan sehari-hari pada kendaraan listrik.

Baterai 5C yang baru ini dirancang untuk memenuhi permintaan yang terus meningkat terkait pengisian daya cepat serta biaya siklus hidup yang lebih rendah, khususnya untuk aplikasi dengan frekuensi tinggi, seperti truk berat listrik, taksi, dan kendaraan layanan transportasi daring. Namun, hingga saat ini, yaitu Februari 2026, CATL belum mengumumkan rencana untuk produksi massal atau menentukan jenis kendaraan yang akan menjadi yang pertama menggunakan baterai 5C yang telah ditingkatkan.

Rekomendasi