Tren kendaraan listrik semakin menguat di Indonesia, tidak hanya pada unit baru tetapi juga merambah pasar mobil bekas. Fenomena ini menarik perhatian banyak calon pembeli yang mencari alternatif kendaraan ramah lingkungan. Namun, proses pembelian mobil listrik bekas memerlukan kehati-hatian ekstra agar tidak mengalami kerugian.
Direktur OLXmobbi, Agung Iskandar, membagikan sejumlah tips krusial bagi konsumen yang ingin meminang kendaraan listrik bekas. Kiat-kiat ini disampaikan kepada ANTARA dari Jakarta pada hari Sabtu lalu. Pemahaman mendalam tentang kondisi kendaraan menjadi kunci utama dalam transaksi ini.
Memilih mobil listrik bekas tidak bisa dilakukan sembarangan karena ada beberapa aspek vital yang harus diperiksa secara teliti. Mulai dari performa baterai hingga kelengkapan dokumen, setiap detail memiliki dampak signifikan. Perhatian cermat akan membantu pembeli mendapatkan unit terbaik sesuai kebutuhan dan anggaran.
Advertisement
Advertisement
Salah satu kiat penting saat membeli mobil listrik bekas adalah memperhatikan umur kendaraan. Menurut Agung Iskandar, "Semakin muda kendaraan tersebut, maka harga jualnya semakin tinggi." Mobil yang lebih baru umumnya menawarkan performa mesin yang lebih baik dan teknologi yang lebih mutakhir.
Calon pembeli juga harus cermat terhadap jarak tempuh kendaraan yang tertera pada odometer. Pastikan jarak tempuh tersebut realistis dan belum dimodifikasi. Jarak tempuh yang tinggi dapat mengindikasikan keausan pada berbagai komponen, sehingga berpotensi membutuhkan perawatan dan penggantian suku cadang lebih lanjut.
Agung menjelaskan bahwa kendaraan dengan jarak tempuh tinggi cenderung dijual dengan harga lebih murah karena potensi biaya perbaikan. Sebaliknya, "semakin kecil odometer yang tercatat, berarti mobil tersebut jarang digunakan, sehingga komponennya masih dalam kondisi baik, sehingga wajar saja jika harga jualnya lebih mahal."
Advertisement
Advertisement
Komponen baterai merupakan piranti paling vital pada kendaraan listrik, oleh karena itu kondisinya harus diperiksa secara menyeluruh. Calon konsumen perlu memperhatikan kondisi terkini baterai serta kriteria garansi yang menyertainya. Baterai yang sehat adalah investasi jangka panjang.
Kapasitas baterai juga menjadi faktor penentu harga dan performa. "Kapasitas baterai yang lebih besar biasanya punya harga yang lebih tinggi juga, serta jarak tempuh yang lebih jauh," ujar Agung. Ini berarti baterai dengan kapasitas besar menawarkan keunggulan dalam penggunaan sehari-hari.
Selain itu, sangat penting untuk meminta bukti garansi tertulis untuk baterai. Baterai adalah bagian paling mahal dari mobil listrik, dan garansinya biasanya lebih lama dibandingkan garansi mobil secara keseluruhan. Pastikan garansi tersebut masih berlaku dan dapat diklaim jika terjadi masalah.
Advertisement
Advertisement
Langkah selanjutnya dalam kiat membeli mobil listrik bekas adalah memastikan keaslian dan kelengkapan dokumen kendaraan. Periksa dengan teliti Surat Tanda Nomor Kendaraan (STNK), Buku Pemilik Kendaraan Bermotor (BPKB), dan faktur pembelian. Dokumen yang lengkap dan asli menjamin legalitas kepemilikan.
Jangan lupakan pentingnya memeriksa buku servis kendaraan. Perawatan baterai dan sistem kelistrikan tegangan tinggi pada mobil listrik memerlukan teknisi terlatih dan peralatan khusus. Riwayat servis yang lengkap dapat menjadi indikasi kuat bahwa baterai dan komponen penting lainnya telah dirawat dengan baik.
Buku servis yang terisi penuh dan rutin menunjukkan komitmen pemilik sebelumnya terhadap pemeliharaan kendaraan. Ini memberikan kepercayaan tambahan kepada pembeli bahwa mobil listrik bekas tersebut memiliki kesehatan komponen yang terjaga dan siap digunakan.
Advertisement
Sumber: AntaraNews