Kisah Prajurit Tega Bunuh Istri di Sungai karena Dugaan Selingkuh, Airnya Berubah Jadi Wangi
Seorang prajurit tega membunuh istrinya sendiri karena dugaan selingkuh. Ia membuang jasad sang istri ke sungai. Tak lama kemudian, air sungai menjadi wangi.
Berubahnya air sungai membuktikan apa yang sebenarnya terjadi
Kisah Prajurit Tega Bunuh Istri di Sungai karena Dugaan Selingkuh, Airnya Berubah Jadi Wangi
Wilayah Banyuwangi pernah dipimpin seorang raja bernama Prabu
Sulahkromo. Selama menjalankan pemerintahan, sang raja dibantu patih gagah berani bernama Patih
Sidopekso. Sang patih dikenal arif bijaksana dan berparas tampan.
(Foto: Freepik)
Sosok Sri Tanjung
Patih Sidopekso mempunyai istri sangat cantik bernama Sri Tanjung. Sang istri memiliki kepribadian jujur dan setia dengan sang suami.
Sang Raja
Diam-diam, sang raja menaruh hati pada istri patihnya sendiri. Ia pun bersikukuh mendapatkan perhatian Sri Tanjung. Sang raja melakukan berbagai upaya untuk mendapatkan perhatian Sri Tanjung.
Demi mewujudkan keinginanya, raja memerintah Patih Sidopekso melakukan tugas sulit ke luar kerajaan. Tanpa curiga, Patih Sidopekso berangkat untuk menyelesaikan titah sang raja.
Tak terima dengan tanggapan Sri Tanjung, Prabu Sulahkromo membuat siasat lain. Sepulangnya Patih Sidopekso ke kerajaan, sang raja mengatakan bahwa Sri Tanjung berusaha menggodanya untuk berbuat serong. Mendengar pengisahan sang raja. Patih Sidopekso marah besar pada Sri Tanjung.
Tindakan Patih Sidopekso
Amarah besar Patih Sidopekso mengantarkannya membawa Sri Tanjung ke sungai keruh di wilayah tersebut. Di sinilah ia membunuh sang istri karena dianggap tidak mengakui perbuatan sebagaimana yang dituduhkan sang raja.
(Foto: Twitter InformasiBWI)
Sebelum menumpas nyawa istrinya sendiri, Patih Sidopekso berikrar, jika perkataan raja benar maka
darah Sri Tanjung akan membuat aroma sungai membusuk. Sebaliknya, jika salah maka aroma sungai akan berubah jadi harum.
Mengutip unggahan Instagram @disbudparjatimprov, Selasa (21/11/2023), ternyata dugaan Patih Sidopekso salah besar. Setelah menusuk kerisnya ke tubuh sang istri, air sungai yang awalnya keruh berubah menjadi jernih dan wangi. Kisah ini dikenal sebagai legenda asal-usul Banyuwangi.
Versi Lain
Ada versi lain yang menceritakan proses pembunuhan Sri Tanjung dan berubahnya aroma sungai. Mengutip laman resmi petra.ac.id, perubahan aroma pada sungai tempat Patih Sidopekso membunuh Sri Tanjung disebabkan oleh permintaan Sri Tanjung sendiri. Sebelum Patih Sidopekso membunuh Sri Tanjung, ada permintaan terakhir dari Sri Tanjung kepada suaminya.
Sebagai bukti kejujuran, kesucian dan kesetiannya, Sri Tanjung rela dibunuh. Ia pun meminta jasadnya diceburkan ke dalam sungai keruh. Apabila darahnya membuat air sungai berbau busuk maka dirinya telah berbuat serong. Sebaliknya, jika air sungai
berbau harum maka ia tidak bersalah.
Kota Modern
Kini Banyuwangi bertransformasi menjadi kota yang berdedikasi pada berbagai sektor. Antara lain sektor tata kelola
pemerintahan, pelayanan publik, dan pariwisata.
(Foto: Google Maps Abu Hanzha)
• UNWTO Awards for Excellence and Innovation in Tourism untuk kategori "Inovasi Kebijakan Publik dan Tata Kelola" di tahun 2016.
"Kota Terinovatif" oleh Kementerian Dalam Negeri pada tahun 2018 dan 2019.