Misteri Goa Pengantin di Rumpin, Pengunjung Harus Duduk di Sebuah Batu Jika Ingin Enteng Jodoh
Ada hal yang perlu dilakukan di goa tersebut agar bertemu jodoh, salah satunya menduduki sebuah batu yang dikenal dengan sebutan batu pelaminan.
Datangnya jodoh merupakan momen yang dinanti oleh banyak orang. Agar segera tiba, beberapa upaya coba dilakukan salah satunya mendatangi Goa Pengantin yang ada di wilayah Rumpin, Kabupaten Bogor, Jawa Barat.
Banyak yang percaya jika seseorang datang ke lokasi ini saat lajang, tak lama kemudian tambatan hati akan segera datang. Entah benar atau hanya kebetulan, sejumlah warga termasuk sang juru kunci juga mengatakan hal demikian.
Biasanya, orang yang datang ke sana memiliki harapan untuk segera bertemu dengan pasangannya. Namun ada hal yang perlu dilakukan di goa tersebut, salah satunya menduduki sebuah batu yang biasa dikenal dengan nama batu pelaminan.
Kabarnya kemunculan tempat ini terkait cerita masa silam seorang raja yang ingin menikahi seorang perempuan cantik jelita yang menimbulkan petaka. Berikut kisah tentang Goa Pengantin yang menarik untuk disimak.
Jadi Destinasi Bersejarah
Mengutip laman Instagram Explore Rumpin, Goa Pengantin merupakan lokasi bersejarah yang terletak di wilayah Desa Rabak, Kecamatan Rumpin, Kabupaten Bogor, Jawa Barat.
Lokasinya cukup tersembunyi di pinggiran Sungai Cisadane yang juga mengalir menuju wilayah Provinsi Banten. Sekilas orang akan bingung, karena keberadaannya tertutup pepohonan dan bebatuan di aliran sungai.
Goa dengan tipe horizontal ini memiliki kedalaman sekitar 40 sampai 50 meter dan memanjang dengan beberapa ruangan yang eksotis.
Ada Ruangan untuk Tidur
Sementara itu, juru kunci goa, Suhendi, menyebut jika di dalam Goa Pengantin terdapat beberapa ruangan yang memiliki fungsi.
Untuk ruangan pertama adalah tempat untuk berserah diri dan memohon petunjuk kepada sang pencipta. Di sini, pengunjung diperbolehkan menenangkan diri sembari berserah untuk berharap jodoh lekas datang.
Menariknya, tempat ini juga menjadi lokasi yang bisa digunakan pengunjung untuk tidur dalam proses memohon mendapat jodoh itu.
Menyusuri Goa Pengantin yang Megah
Selama perjalanan kurang lebih 30 menit, pengunjung akan disuguhi pemandangan goa yang estetik. Ini karena warna dinding yang sedikit kekuningan dan terdapat pantulan air, sehingga terdapat cahaya seolah menyala.
Kemudian, di sana juga terdapat batuan goa dengan motif unik, akibat dari proses alam air yang bertemu bebatuan di sana.
“Goa ini tidak boleh diubah bentuknya, jadi dibiarkan saja alami seperti ini,” kata Suhendi, mengutip YouTube Trans7.
Ada Batu Pelaminan
Salah satu ruang menunjukkan adanya sebuah batu yang mirip dengan singgasana raja. Batu itulah yang dianggap bisa membantu terkabulnya seseorang saat memohon untuk bertemu dengan jodohnya.
Dikatakan sebagai batu pelaminan, karena bentuknya mirip kursi pelaminan yang biasa hadir dalam pernikahan adat Sunda. Suhendi kemudian akan membantu mengarahkan pengunjung untuk duduk di sana, sembari memohon doa kepada Tuhan terkait jodoh yang terbaik.
Meski demikian, ia juga meminta pengunjung untuk memohon dengan hati yang bersih dan ditujukan kepada Tuhan bukan yang lainnya. Goa ini hanya perantara dan doa dikembalikan kepada keyakinan masing-masing.
Pengunjung Merasakan Suasana Nyaman saat Berkunjung ke Goa Tersebut
Ada kejadian tak biasa yang akan dialami oleh siapapun yang datang. Menurut Suhendi, pengunjung justru akan merasakan hal yang nyaman saat masuk ke dalam goa dalam keadaan hati yang bersih.
Jika biasanya ruangan gelap seperti goa memicu rasa takut, justru siapapun yang berkunjung akan merasakan suasana hati yang berbeda.
“Sebenarnya cerita-cerita soal jodoh ini kan bagian dari riwayat karuhun (cerita leluhur), tetapi jika memang berikhtiar soal jodoh. Nah saya biasanya meminta pengunjung untuk duduk dan berdoa di batu pelaminan itu,” katanya.
Terkait Legenda Raja yang Jatuh Cinta
Adapun Goa Pengantin identik dengan cerita rakyat dari seorang raja yang tengah jatuh cinta. Alkisah, seorang raja mengetahui keberadaan sosok seorang putri yang sangat cantik jelita dan berniat menikahinya.
Namun, putri tersebut ternyata adalah anak kandung perempuannya yang sudah lama terpisah sejak bayi. Agar raja tidak jadi menikahi putri tersebut dan menimbulkan petaka, sang istri bersiasat untuk meminta sang raja membelokkan Sungai Cisadane sebelum fajar tiba.
Namun, sebelum air berhasil dibendung dan dibelokkan, tiba-tiba muncul suara ayam berkokok dan misinya gagal. Usut punya usut, ayam-ayam yang ada dibangunkan oleh sang istri yang memukul benda-benda keras.
Raja kemudian marah besar, dan menginjakkan kaki di atas sebuah batu raksasa. Batu terbelah dan kini masih bisa dilihat di mulut goa. Kabarnya, sang putri disembunyikan ibunya di dalam goa dan raja terus mencarinya. Sampai sekarang, keduanya masih hidup di dalam goa dengan dimensi berbeda.