Berusia 119 Tahun, Intip Keistimewaan Gereja Merah Kediri
Potret unik Gereja Merah Kediri, bangunan peninggalan Belanda yang usianya lebih dari satu abad.
Bangunan peninggalan Belanda yang eksotis.
Berusia 119 Tahun, Intip Keistimewaan Gereja Merah Kediri
Gereja Merah merupakan sebutan untuk Gereja Immanuel yang terletak di Kelurahan Bandar Lor, Kecamatan Mojoroto, Kabupaten Kediri, Jawa Timur. Gereja ini pertama kali dibangun pada 21 Desember 1904. Kini usianya sudah lebih dari satu abad.
(Foto: Instagram @lizzt13)
Zaman Kolonial Belanda
Prasasti batu pualam di dinding sebelah kiri pintu masuk menyebutkan, peletakan batu pertama gereja dilakukan oleh DS. J.A Broers. Sementara peresmian gereja dilakukan oleh J.V.D. Dungen Gronovius. Pada masa kolonial Belanda, Gereja Merah dikenal dengan nama "Kerkenraad van de Protestantse Gemeente te Kediri".
Gaya arsitektur gereja ini adalah Neo Gotik dengan denah persegi berukuran 30,75 x 10,6 meter
Bangunan yang menghadap ke timur ini terkesan ramping, sementara tingginya memberikan kesan memukau.
Gereja Merah terdiri dari lima ruangan yang melayani berbagai fungsi. Mulai ruang informasi, ruang utama, balkon, ruang konsistori, dan menara, serta sebuah ruang bawah tanah yang saat ini sudah ditutup.
(Foto: Kemdikbud RI)
Artefak Bersejarah
Selain arsitektur yang menakjubkan, Gereja Immanuel juga memiliki artefak bersejarah. Salah satunya adalah Alkitab dalam bahasa Belanda yang diterbitkan tahun 1867, seperti mengutip dari laman resmi kebudayaan.kemdikbud.go.id
Bangunan Cagar Budaya
Gereja Immanuel Kediri telah diakui sebagai cagar budaya sejak 2005. Penetapan ini berdasarkan SK Menteri No. PM.12/PW.007/MKP/05.
Pemugaran
Upaya pelestarian yang telah dilakukan melibatkan Balai Pelestarian Cagar Budaya Jawa Timur. Beberapa kegiatan termasuk pemugaran secara parsial antara tahun 2008 hingga 2010.