Pemerintah Kota (Pemkot) Sukabumi, Jawa Barat, mengajukan tiga bangunan yang akan dijadikan sebagai cagar budaya. Salah satu di antaranya adalah Gereja Sidang Kristus di Jalan Masjid No.8, Kelurahan Gunungparang, Kecamatan Cikole.
Tak sekadar bangunan peninggalan kolonial, Gereja Sidang Kristus juga memiliki cerita masa lalu yang menarik. Kabarnya, rumah ibadah ini sudah memiliki lonceng sejak 1914 dan serupa dengan gereja yang ada di Prancis.
Selain itu, gereja ini juga memiliki menara yang lebih tua daripada Jam Gadang yang ada di Sumatera Barat. Di masa perang, bangunan juga sempat beralih fungsi sebagai tempat untuk aktivitas militer.
Gereja ini disebut akan mendapat giliran untuk diteliti oleh tim ahli cagar budaya serta Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud) Provinsi Jawa Barat, sebelum nantinya ditetapkan sebagai warisan sejarah dari kota tersebut.
Yuk kenalan dengan Gereja Sidang Kristus sebagai salah satu bangunan tertua di Kota Sukabumi yang bernilai sejarah.
Foto: Gias Bunga Pertiwi
Advertisement
Advertisement
Berdasarkan catatan sejarah, Gereja Sidang Kristus didirikan oleh para penyebar agama Kristen Belanda tahun 1911 dengan nama awal Gereja Protestan (Protestansche Kerk).
Ketika itu, pengenalan agama jadi salah satu misi kolonialisme melalui program Gospel, Gold, and Glory.
Seiring berjalannya waktu, gereja kemudian terus direnovasi dengan menambahkan ornamen khas Eropa berupa lonceng hingga menara. Nama gereja juga turut diubah oleh pemerintah setempat, hingga sekarang dikenal sebagai Gereja Sidang Kristus.
Mengutip ANTARA, secara ornamen, gereja ini juga mengambil gaya art deco yang populer antara abad 18 sampai awal 20. Cirinya adalah menggunakan warna cat putih, dengan tambahan dekorasi menara, dan lonceng.
Advertisement
Merujuk Liputan6, gereja ini dikabarkan sebagai gereja tertua di Sukabumi dan satu-satunya memiliki lonceng.
Dahulu, lonceng kerap dibunyikan oleh pengurus gereja untuk memanggil umat ke gereja dan melaksanakan pelayanan kepada Tuhan. Lalu lonceng juga berfungsi sebagai media pengumuman waktu ibadat harian yang disebut jam kanonis.
Hingga saat ini, tak banyak bentuk yang diubah dan pengurus masih mempertahankan desain jendela, menara jam, lonceng hingga ornamen pintu dan jendela.
Foto: Liputan6
Advertisement
Sebagai satu-satunya tempat ibadah di Sukabumi yang memiliki lonceng, kabarnya ada kesamaan dengan gereja tua yang ada di Katedral Notre Dame, Paris, Prancis.
Lonceng di Gereja Sidang Kristus rupanya telah dipasang sejak tahun 1914 oleh pembuat yang sama dengan lonceng di Katedral Notre Dame Paris.
Disebutkan bahwa lonceng ini diproduksi oleh perusahaan Klokken Gieterij Eijsbouts yang berdiri di wilayah Asten, Belanda.
Pemodal dari gereja ini bernama Tuan Lenne yang merupakan seorang pebisnis sekaligus pemilik aset dari penginapan di Selabintana, Kabupaten Sukabumi.
Advertisement
Gereja Sidang Kristus tidak hanya memiliki lonceng bersejarah, tetapi juga terdapat jam menara yang lebih tua dari Jam Gadang di Kota Bukittinggi, Sumatera Barat. Uniknya, jam tersebut masih memiliki angka romawi yang tertulis III bukan IV.
Kemudian, angka tersebut merupakan gubahan Raja Louis yang merupakan pemimpin kerajaan Prancis.
Louis merasa tidak suka dengan angka IV karena dianggap sebagai singkatan dewa Romawi kuno yakni Jupiter (ditulis IVPPITER).
Jam sejenis ini kabarnya hanya ada dua di Indonesia, yaitu di Sukabumi dan Bukittinggi, sehingga gereja memiliki nilai historis yang kuat dan menarik untuk disimak.
Advertisement
Keberadaan gereja ini turut berpengaruh hingga masa penjajahan Jepang, karena bangunannya pernah digunakan sebagai tempat penyimpanan senjata serta bahan peledak untuk keperluan perang penjajahan.
Ketika itu, Jepang menjadikannya sebagai gudang senjata karena gereja dianggap aman. Letaknya dekat dengan markas Kempetai dan tempat latihan militer di Lapangan Merdeka, sehingga cukup strategis dan masuk dalam jalur pergerakan Jepang.
Beruntungnya gereja tidak dihancurkan dan dapat bertahan hingga paska kemerdekaan. Bangunan ini pun menjadi salah satu peninggalan sejarah yang cukup berpengaruh di Kota Sukabumi.
"Ada tiga bangunan yang kami ajukan atau diusulkan menjadi bangunan cagar budaya yakni Balai Kota Sukabumi, Gereja Sidang Kristus dan rumah pengasingan Bung Hatta," terang Penjabat Wali Kota Sukabumi Kusmana Hartadji, Sabtu lalu.
Suasana jelang peribadatan di Gereja Sidang Kristus Sukabumi.
Foto: Youtube GSK Sukabumi.
Advertisement