Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Cerita di Balik Masjid Kuno Al Anwar Angke, Dibangun Tahun 1761 dan Jadi Tempat Rahasia Pejuang Kemerdekaan

Cerita di Balik Masjid Kuno Al Anwar Angke, Dibangun Tahun 1761 dan Jadi Tempat Rahasia Pejuang Kemerdekaan

Cerita di Balik Masjid Kuno Al Anwar Angke, Dibangun Tahun 1761 dan Jadi Tempat Rahasia Pejuang Kemerdekaan

Masjid ini dulunya jadi tempat rahasia bagi para pejuang kemerdekaan Indonesia.

Masjid kuno Al Anwar tahun ini genap berusia 263 tahun. Banyak kisah menarik di balik keberadaannya yang masih kokoh berdiri hingga sekarang.

Nuansa lawas langsung terasa dari bangunan masjid, dengan gaya khas pendopo luas dan jendela khas zaman kolonial.

Letak persis masjid ini berada di Kelurahan Angke, Kecamatan Tambora, Kota Jakarta Barat. Keberadaannya masuk ke dalam gang, dengan jarak kurang lebih 50 meter.

Menurut kisah sejarah, rumah ibadah ini pernah dijadikan tempat rahasia bagi para pejuang kemerdekaan. Masjid ini juga dulunya berdampingan dengan area pemakaman yang luas.

Saat ini, masjid kuno Al Anwar jadi destinasi religi dan sejarah yang menarik untuk dikunjungi. Berikut selengkapnya.

Cerita di Balik Masjid Kuno Al Anwar Angke, Dibangun Tahun 1761 dan Jadi Tempat Rahasia Pejuang Kemerdekaan
Desainnya Khas Tahun 1700-an

Desainnya Khas Tahun 1700-an

Bentuk bangunan sepintas masih bergaya lawas, layaknya pertama kali dibangun.

(Gambar: YouTube Candriyan Attahiyyat)

Pengelola memang masih ingin mempertahankan bentuk asli masjid, karena kental dengan nilai sejarah sehingga perlu dirawat.

Bentuk bangunan masjid persegi, dengan dua tumpuk atap berbentuk kerucut dan penutup genting di ujung atap bernama Memolo atau kubah kecil.

Di pendopo atau pelataran depan masjid, aktif digunakan untuk kegiatan agama maupun tempat salat saat bagian dalam sudah terisi penuh.

Terdapat Empat Tiang Besar di dalam Masjid

Salah satu yang menjadi ciri khas masjid kuno adalah terdapatnya empat tiang besar di dalam bangunan utama.

Tiang ini berfungsi untuk menopang atap dan lazim ditemukan di masjid-masjid buatan abad ke-18 sampai 19.

Dari bawah sampai atas, tiang ini berbahan semen dan dicat dengan warna putih. Pada bagian ujung tiang dipasangkan dengan kayu siku penopang atap agar semakin kokoh.

Cerita di Balik Masjid Kuno Al Anwar Angke, Dibangun Tahun 1761 dan Jadi Tempat Rahasia Pejuang Kemerdekaan

Tidak hanya berfungsi sebagai pondasi, tiang ini juga menambah keindahan dari masjid kuno berusia ratusan tahun itu.

Bentuk Pintu Diadopsi dari Gaya Keraton Cirebon dan Banten

Bentuk Pintu Diadopsi dari Gaya Keraton Cirebon dan Banten

Mengutip laman duniamasjid.islamic-center.or.id, bentuk pintu masjid ini diketahui mengikuti gaya dari kasultanan Cirebon dan Banten.

Menurut penelitian Tjut Nyak Kusmiati, sarjana arkeologi lulusan Universitas Indonesia, dahulu pintu dari masjid ini dibuat menyerupai gapura untuk masuk ke dalam masjid. Gapura ini identik dengan dua kerajaan islam yakni Kasultanan Cirebon dan Banten.

Bentuk hiasan pada dinding gapura merupakan relung semu. Tembok keliling masjid pun berhiaskan pelipit-pelipit yang sama dengan gapuranya, dengan jendela persegi yang di tengahnya ditopang oleh kayu-kayu kecil.

Dulunya Jadi Tempat Rahasia Pejuang Kemerdekaan

Kemudian, masjid ini juga pernah menjadi tempat rahasia bagi para pejuang kemerdekaan. Dahulu, para pemuda sering melakukan pertemuan rahasia di masjid ini. Mereka mengoordinasikan strategi melawan Belanda dan Jepang, sampai melakukan provokasi agar seluruh elemen masyarakat terlibat untuk memerdekakan Indonesia melalui khutbah.

Bahkan, di sekitar area masjid kerap dijadikan tempat untuk latihan para pejuang bangsa dan menggembleng mental mereka melawan penjajah. Aktivitas ini dilakukan di sekitar area makam di belakang masjid.

Saking rapinya kegiatan rahasia pemuda pejuang kemerdekaan, pihak Belanda sampai tidak mengetahuinya. Alhasil kawasan ini menjadi basis pertahanan Batavia bagian Barat sekaligus sebagai benteng penghalau musuh.

Berdiri di Sekitar Area Pemakaman Luas

Berdiri di Sekitar Area Pemakaman Luas

Sisi menarik lain dari masjid ini adalah menjadi saksi bisu modernisasi yang terjadi di wilayah Jakarta Barat.

Disampaikan warga yang tinggal di sekitar masjid, Abiyan, menurut orang tuanya di zaman dulu, Masjid Al Anwar Angke berada di atas area pemakaman.

Area pemakaman tersebut cukup luas hingga 5 kilometer ke arah barat di wilayah Pesing, lalu timur sampai ke Jembatan Lima dan selatan ke Jembatan Besi dengan jarak masing-masing satu kilometer dari Masjid Al Anwar.

“Jadi kalau makam-makam yang saat ini ada di sekitar masjid dan sekarang kita lihat adalah sebagian kecil saja,” katanya, mengutip YouTube seputar sejarah dan tata ruang kota, Candriyan Attahiyyat.

Masjid ini menjadi tempat yang tak boleh dilewatkan saat berkunjung ke wilayah Tambora, Kota Jakarta Barat.

(Gambar: Troppen Museum)

Cerita di Balik Masjid Kuno Al Anwar Angke, Dibangun Tahun 1761 dan Jadi Tempat Rahasia Pejuang Kemerdekaan
Mengenal Masjid Kuno Kenari di Serang, Dulu Tempat Peristirahatan Sultan Banten
Mengenal Masjid Kuno Kenari di Serang, Dulu Tempat Peristirahatan Sultan Banten

Masjid ini jadi sisa peninggalan Kesultanan Banten yang masih tersisa.

Baca Selengkapnya
Kisah di Balik Megahnya Masjid Sukalila di Serang yang Berusia Ratusan Tahun, Luasnya Satu Hektare dan Terdapat Makam Kuno
Kisah di Balik Megahnya Masjid Sukalila di Serang yang Berusia Ratusan Tahun, Luasnya Satu Hektare dan Terdapat Makam Kuno

Masjid lawas ini punya desain bangunan yang unik dan terdapat makam kuno.

Baca Selengkapnya
Mengunjungi Masjid Ats Tsauroh Serang, Bentuknya Mirip Pendopo Jawa dan Punya Taman Estetik
Mengunjungi Masjid Ats Tsauroh Serang, Bentuknya Mirip Pendopo Jawa dan Punya Taman Estetik

Begini sejarah Masjid Ats Tsauroh Serang yang bergaya pendopo kuno

Baca Selengkapnya
Kamu sudah membaca beberapa halaman,Berikut rekomendasi
video untuk kamu.
SWIPE UP
Untuk melanjutkan membaca.
Keunikan Masjid Merah Kedung Menjangan, Padukan Budaya Cirebon, Tiongkok dan Kudus
Keunikan Masjid Merah Kedung Menjangan, Padukan Budaya Cirebon, Tiongkok dan Kudus

Masjid Kedung Menjangan juga dikenal sebagai masjid merah, selalui Masjid Sang Cipta Rasa yang sudah lebih dulu ada.

Baca Selengkapnya
Melihat Arsitektur Unik Masjid Kuno Al Hikmah di Serang, Pertahankan Bangunan Asli Sejak Renovasi 1950
Melihat Arsitektur Unik Masjid Kuno Al Hikmah di Serang, Pertahankan Bangunan Asli Sejak Renovasi 1950

Nuansa kuno dari Masjid Al Hikmah di Kota Serang ini curi perhatian. Jemaah serasa diajak ke era 1900-an.

Baca Selengkapnya
Mengunjungi Masjid Agung Ponorogo, Dulunya Musala Tempat Ulama Bersembunyi dari Kekejaman Kolonial Belanda
Mengunjungi Masjid Agung Ponorogo, Dulunya Musala Tempat Ulama Bersembunyi dari Kekejaman Kolonial Belanda

Sebelum membangun masjid, para tukang harus dalam keadaan suci

Baca Selengkapnya
Menengok Sejarah Masjid Agung Palembang, Warisan Peninggalan Kesultanan Palembang Darussalam Abad 18
Menengok Sejarah Masjid Agung Palembang, Warisan Peninggalan Kesultanan Palembang Darussalam Abad 18

Kota Palembang memiliki ragam bangunan kuno yang sampai sekarang masih bisa dijumpai.

Baca Selengkapnya
Jadi yang Tertua di Kalimantan Barat, Ini Sejarah Masjid Jami Sultan Syarif Abdurrahman
Jadi yang Tertua di Kalimantan Barat, Ini Sejarah Masjid Jami Sultan Syarif Abdurrahman

Masjid ini merupakan cikal bakal berdirinya Kota Pontianak pada tahun 1771.

Baca Selengkapnya
Berusia Lebih dari 300 Tahun, Begini Kisah di Balik Kemegahan Masjid Tertua Sidoarjo
Berusia Lebih dari 300 Tahun, Begini Kisah di Balik Kemegahan Masjid Tertua Sidoarjo

Masjid yang berada di samping mal ini merupakan pusat penyebaran Islam di Kota Lumpur

Baca Selengkapnya