Respons Pramono soal Aturan Baru ASN Boleh Kerja di Mana Saja
Pemerintah mengeluarkan aturan baru yang mengatur Aparatur Sipil Negara (ASN) bisa bekerja di mana saja.
Pemerintah mengeluarkan aturan baru yang mengatur Aparatur Sipil Negara (ASN) bisa bekerja di mana saja (work from anywhere/WFA) dengan jam kerja yang fleksibel untuk memacu produktivitas dalam melayani publik.
Menanggapi hal itu, Gubernur Jakarta Pramono Anung menyambut positif. Menurut dia, segala aturan yang mempermudah pelaksana maka bertujuan baik. Pramono pun mengaku akan patuh dan mengikuti aturan tersebut.
"Di Jakarta itu ASN-nya hampir 62 ribu, sehingga dengan demikian pasti kalau memang bisa diterapkan di Jakarta dengan mudah akan kami terapkan karena menjadi kebutuhan," kata Pramono kepada awak media di Jakarta, Jumat (20/6).
Pramono menilai, dirinya sudah terbiasa dengan model FWA atau pun WFA. Berdasarkan pengalaman sebagai menteri sekretaris kabinet pada era Presiden Jokowi, dirinya kerap mempraktekan hal tersebut.
"Kalau saya kan sewaktu menjadi Menteri Sekretaris Kabinet, saya termasuk menjalankan," dia menandasi.
Aturan Lengkap ASN Bisa WFA
Kemen-PANRB mengeluarkan Peraturan Menteri PANRB No. 4/2025 tentang Pelaksanaan Tugas Kedinasan Pegawai ASN secara Fleksibel pada Instansi Pemerintah, di Kantor Kementerian PANRB, Selasa (17/6).
Permen-PANRB No. 4/2025 diharapkan menjadi payung regulasi bagi instansi pemerintah dalam menerapkan skema kerja yang fleksibel, baik dari sisi waktu maupun lokasi.
Fleksibilitas kerja yang diatur mencakup kerja dari kantor, rumah, lokasi tertentu, serta pengaturan jam kerja dinamis sesuai kebutuhan organisasi dan karakteristik tugas.
Deputi Bidang Kelembagaan dan Tata Laksana Kementerian PANRB, Nanik Murwati menilai, fleksibilitas kerja ASN sebagai langkah strategis dalam menghadirkan budaya kerja adaptif dan modern di lingkungan birokrasi.
“Penerapan fleksibilitas kerja tidak boleh mengurangi kualitas pemerintahan dan pelayanan publik. Justru sebaliknya, kita harapkan melalui kebijakan ini, ASN bisa bekerja lebih fokus, adaptif terhadap perkembangan, serta lebih seimbang dalam kehidupan,” ujarnya lagi.