Potret Pedagang Kambing di Tanah Abang, Kala Jalanan jadi Lapak Dadakan
Pedagang hewan kurban bertebaran di jalanan Ibu Kota. Salah satunya di kawasan Tanah Abang, Jakarta Pusat
Pedagang hewan kurban bertebaran di jalanan Ibu Kota. Salah satunya di kawasan Tanah Abang, Jakarta Pusat. Jalanan yang seharusnya digunakan untuk pengendara, berubah bentuk, dipakai lapak dadakan.
Lapak lebih mirip kandang dengan atap terpal. Berisi sekat-sekat kayu untuk tempat kambing.
Salah satu pedagang hewan kurban, Sadil bercerita, sebanyak 52 kambing dijual. Jumlah ini lebih banyak dari tahun sebelumnya, yang hanya 35 ekor.
Kambing-kambing yang dijual oleh Saldi ini didatangkan langsung dari Wonosobo, Jawa Tengah, dengan harga jual kepada para pembeli yang bervariatif yakni mulai dari Rp3 hingga Rp5,5 juta.
"Orang kalau nawar kebanyakan sesuai dengan buget dia, Rp3 ribu (juta), Rp3,5 juta," kata Sadil saat berbincang denga merdeka.com di lokasi, Jakarta Pusat, Kamis (5/6).
Izin Kecamatan
Lalu, untuk puluhan kambing yang dijual olehnya itu dipajang atau ditaruh di pinggir jalan. Di situ, ia mendirikan sebuah kandang untuk menaruh kambing dengan ukuran yang tidak begitu luas.
Namun, tidak langsung mendirikan kandang dadakan begitu saja. Karena dia sudah berizin terlebih dahulu ke Kecamatan Tanah Abang, atau di mana ia menjual kambing-kambingnya itu.
"Ya, izin Kecamatan (Tanah Abang)," ujarnya.
Cari Pakan di Kebon Kosong
Kemudian, untuk pakan hewan yang dijualnya, sejak delapan tahun lalu itu didapat olehnya dari sebuah kebon kosong yang jaraknya memang tidak jauh dari lokasi jualan.
Pakan daun itu diambil oleh pegawainya yang berjumlah empat orang. Secara bergantian mereka mengambil makan tersebut hingga menjaga kambing.
"Ngarit di tanah kosong, enggak jauh, masih bisa diakses motor. (Makan) Pagi, siang, sore. Satu kandang, bisa tiga guntel," sebutnya.
Untung 50 Persen
Lalu, untuk keuntungan yang didapat oleh Saldi dalam berjualan kambing cukup besar. Karena, ia bisa meraup untung sampai 50 persen dari hasil penjualannya.
Namun, keuntungan itu didapatnya jika memang semua hewan qurban tersebut sudah habis terjual. Menurutnya, kambing-kambing itu biasanya akan habis terjual sebelum pelaksanaan Salat Iduladha.
"Paling banyak? Ya, mungkin tahun ini. (Keuntungan) Ya kurang lebih 50 persen," pungkasnya.