Pemkab Serang Gandeng PT KAF, Gelar Pemotongan Hewan Kurban Serentak untuk Ribuan Warga
Pemkab Serang berkolaborasi dengan PT KAF menyelenggarakan pemotongan hewan kurban serentak untuk 22.500 penerima manfaat, menandai kerja sama filantropi skala besar pertama di Indonesia.
Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Serang, Banten, menjalin kerja sama strategis dengan PT Kurma Azlofang (KAF) dalam sebuah inisiatif besar untuk melaksanakan pemotongan 1.000 ekor hewan kurban secara serentak. Program ini dirancang khusus untuk menyasar warga kategori ekonomi rendah di wilayah tersebut, menunjukkan komitmen kuat pemerintah daerah dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat secara langsung.
Bupati Serang, Ratu Rachmatuzakiyah, menjelaskan bahwa kolaborasi ini merupakan langkah pertama yang dilakukan oleh Pemkab Serang dan bahkan mungkin yang pertama di Indonesia untuk skala sebesar ini. Inisiatif ini menandai kerja sama pionir antara pemerintah daerah dengan lembaga filantropi dalam skala masif, dengan target distribusi yang mencapai puluhan ribu penerima manfaat.
Seluruh daging kurban akan didistribusikan secara cuma-cuma kepada warga desil satu dan dua di seluruh wilayah Kabupaten Serang. Hal ini memastikan bahwa bantuan dapat tepat sasaran kepada mereka yang paling membutuhkan, sekaligus menjadi wujud nyata kepedulian sosial di momen Idul Adha.
Inisiatif Pemkab Serang dan Sasaran Distribusi Kurban
Bupati Ratu Rachmatuzakiyah menegaskan bahwa program pemotongan hewan kurban serentak ini adalah upaya signifikan Pemkab Serang untuk memperluas jangkauan bantuan sosial. Setiap kecamatan di Kabupaten Serang diperkirakan akan mendapatkan kuota sekitar 500 penerima manfaat, yang secara total akan melayani sekitar 22.500 penerima di seluruh wilayah. Penentuan sasaran ini dilakukan dengan cermat untuk memastikan pemerataan distribusi.
Proses pemotongan hewan kurban dipastikan akan dilakukan secara profesional, higienis, dan sesuai dengan syariat Islam. Aspek kebersihan dan kesehatan menjadi prioritas utama, termasuk penggunaan kemasan plastik ramah pangan untuk menjaga kualitas daging. Hal ini sejalan dengan standar yang ditetapkan untuk kegiatan keagamaan dan kesehatan masyarakat.
Lebih lanjut, Bupati Ratu Rachmatuzakiyah mengungkapkan bahwa kerja sama strategis ini tidak hanya bersifat insidental, melainkan direncanakan akan berlangsung secara berkelanjutan hingga lima tahun ke depan. Komitmen jangka panjang ini menunjukkan keseriusan kedua belah pihak dalam menciptakan dampak positif yang berkesinambungan bagi masyarakat Kabupaten Serang.
Peran PT KAF dan Dampak Jangka Panjang bagi Ekosistem Lokal
Pemilik PT Kurma Azlofang, Iksan David Wijaya, menjelaskan bahwa partisipasi perusahaannya dalam kerja sama ini memiliki visi yang lebih luas dari sekadar pemotongan domba. PT KAF berambisi untuk menghidupkan ekosistem pertanian dan peternakan di Kabupaten Serang, menciptakan manfaat ekonomi dan lingkungan yang berkelanjutan. Inisiatif ini diharapkan dapat mendorong pengembangan pupuk mandiri dan pertanian organik di daerah tersebut.
Iksan David Wijaya juga menjamin bahwa kualitas hewan kurban yang disediakan telah melalui pengawasan ketat dari Direktorat Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan (PKH) melalui Balai Cinagara. Pengawasan ini mencakup aspek kesehatan medis hewan serta pemenuhan syarat syariat, seperti kecukupan umur, untuk memastikan bahwa hewan kurban layak dan berkualitas tinggi. Pemantauan langsung oleh kementerian menjadi bukti komitmen terhadap standar mutu.
Sebagai pihak yang juga aktif dalam Pusat Pelatihan Pertanian dan Perdesaan Swadaya (P4S), Iksan menyatakan bahwa PT KAF berkomitmen untuk terus memberikan edukasi dan pelatihan bagi masyarakat desa. Upaya ini bertujuan untuk memperkuat kemandirian sektor pangan di wilayah Kabupaten Serang, memberdayakan petani dan peternak lokal agar dapat berkontribusi lebih optimal pada perekonomian daerah.
Sumber: AntaraNews