Tak Dapat Daging Kurban, Kakek Ini Ngamuk dan Rusak Kantor Balai Kota
Saat pemeriksaan, diketahui pelaku memiliki riwayat gangguan kejiwaan sejak 2023 hingga 2024.
Seorang pria lanjut usia bernama Jumadi (62), warga Kelurahan Joyotakan, Kecamatan Serengan, Solo, mengamuk di kompleks Balai Kota Surakarta pada Senin pagi (9/6). Aksinya merusak sejumlah fasilitas negara termasuk mobil dinas dan kantor Dispendukcapil, membuat geger jajaran Pemerintah Kota dan aparat keamanan.
Kapolres Surakarta melalui Kasatreskrim Polresta Solo, AKP Prastiyo Triwibowo menjelaskan, Jumadi nekat melakukan aksi pengrusakan lantaran kecewa tidak mendapatkan daging kurban yang ia harapkan ada di Balai Kota.
“Sesuai pengakuan pelaku, tujuannya ke balai kota itu untuk mencari daging kurban. Dalam pikirannya di balai kota ada penyembelihan dan pembagian daging. Sehingga yang bersangkutan berniat untuk ikut mengambil daging kurban, tapi ternyata tidak ada,” ungkap Prastiyo kepada wartawan.
Memiliki Riwayat Gangguan Jiwa
Saat pemeriksaan, diketahui pelaku memiliki riwayat gangguan kejiwaan sejak 2023 hingga 2024. Polisi pun langsung berkoordinasi dengan Rumah Sakit Jiwa Daerah (RSJD) dr. Arif Zainuddin Kota Solo.
“Kita mengalihkan ke rumah sakit umum daerah untuk mengecek kejiwaannya. Hasilnya sama-sama kita tunggu. Sekarang sedang dirawat di rumah sakit,” tambah Prastiyo.
Aksi pengrusakan dilakukan pelaku menggunakan paving block dan tongkat alat kebersihan yang ditemukan di sekitar lokasi. Ia memecahkan kaca kantor sekretariat, mobil dinas pejabat Dispendukcapil, serta mobil penerangan milik Diskominfo-SP Kota Solo.
Aipda Wagimin, Danton Satsamapta Polresta Surakarta, menyebut Tim Sparta Polresta langsung bergerak cepat setelah menerima laporan dari petugas Pemkot.
“Pertama kami dapat laporan dari bapak Harto, Solo 32, bahwa intinya di balai kota ada pengrusakan. Tim Sparta menuju balai kota, ternyata orang tersebut masih bersembunyi. Tapi sudah melakukan pengrusakan dari awalnya,” ujar Wagimin.
Rusak Balai Kota
Menurut keterangan saksi dan Pamdal Balai Kota, pelaku memasuki kawasan kompleks kantor sekitar pukul 05.00 WIB menggunakan sepeda onthel.
“Kalau informasi dari Pamdal, masuknya itu setelah subuh, jadi pagi buta. Itu mereka masuk dikirain tukang bersih-bersih,” lanjut Wagimin.
Saat patroli, petugas mendengar suara gaduh dari arah kantor Dispendukcapil dan segera melapor ke pihak kepolisian.
Pelaku berhasil diamankan tanpa perlawanan sekitar pukul 12.15 WIB. Ia ditemukan duduk di dalam kantor sekretariat dan langsung dibawa ke Polresta Surakarta sebelum dirujuk ke RS.
“Untuk modusnya diperkirakan orang itu mengalami gangguan jiwa atau depresi. Semenjak kita interogasi, jawabannya ngelantur. Mungkin stres atau dalam arti mengalami gangguan jiwa,” ujar Wagimin.
“Dia sudah duduk, kita tangkap, amankan, nurut, tidak ada perlawanan,” pungkasnya.