Gelar Aksi Damai, Ini Lima Tuntutan Massa Gerakan Rakyat
Aksi ini mengusung tema besar Satu Bangsa, Satu Suara, Indonesia Damai.
Ribuan peserta aksi tergabung dalam Gerakan Rakyat Untuk Damai (GARUDA) menggelar long march dari Tugu Proklamasi menuju Istana Negara, Senin (15/9). Aksi ini mengusung tema besar Satu Bangsa, Satu Suara, Indonesia Damai.
Rangkaian kegiatan meliputi pembacaan deklarasi damai oleh perwakilan tokoh Islam, Gus Shaleh. Selain itu, peserta juga akan mengikuti deklarasi anti anarkisme oleh tokoh masyarakat, agama, pemuda, dan budaya. Orasi kebangsaan serta kebudayaan turut digelar dengan tujuan mengajak masyarakat menjaga kedamaian.
Sebagai simbol persatuan, aksi damai ini juga akan diisi dengan doa lintas agama yang dihadiri sejumlah tokoh lintas iman, yakni Pdt Victor Simatupang (Protestan), Gus Shaleh (Islam), Romo Asun (Buddha), Ketut Nendra (Hindu), dan Romo Hendrix (Katolik).
Penegasan komitmen diwujudkan melalui penandatanganan Petisi Damai Nasional yang akan diserahkan langsung kepada perwakilan Istana.
GARUDA menekankan bahwa konsolidasi nasional perlu dilakukan untuk menghentikan praktik anarkisme, menolak provokasi, serta menjaga stabilitas politik demi mendorong pertumbuhan ekonomi nasional.
Dalam pernyataannya, GARUDA menilai situasi nasional belakangan ini menghadapi tantangan serius akibat propaganda Barat yang berpotensi memecah belah bangsa dan memicu anarkisme. Menurut GARUDA, kondisi tersebut bisa mengganggu ketertiban, merusak tatanan sosial, dan menghambat pembangunan nasional.
"Stabilitas nasional adalah fondasi utama terciptanya iklim ekonomi yang kondusif. Karena itu, konsolidasi seluruh komponen bangsa sangat diperlukan,” demikian seruan GARUDA dalam deklarasi damai.
GARUDA mengajak seluruh elemen masyarakat, tokoh agama, tokoh masyarakat, dan pemuda untuk bersatu menjaga Indonesia tetap damai, stabil, dan maju.
Lima Tuntutan
Adapun poin deklarasi yang disampaikan dalam aksi tersebut adalah:
1. Menolak segala bentuk anarkisme yang merusak keamanan dan ketertiban negara.
2. Menolak propaganda yang bertujuan memecah belah bangsa Indonesia.
3. Mendukung pemerintah dalam upaya menjaga stabilitas nasional dan mendorong pertumbuhan ekonomi.
4. Mengajak seluruh rakyat Indonesia untuk bersatu dalam damai dan toleransi.
5. Berkomitmen menjaga persatuan dan keutuhan NKRI di atas segala perbedaan.