FOTO: Jakarta Siap Ikuti Strategi Paris dan Bangkok untuk Tingkatkan Kualitas Udara
Pemprov Jakarta menyatakan akan menduplikasi strategi dari kota-kota besar dunia seperti Paris dan Bangkok dalam menangani krisis udara.
Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jakarta terus melakukan berbagai pembenahan guna mengendalikan polusi udara yang kian menjadi perhatian publik. Upaya ini mencakup perluasan kawasan ganjil-genap, serta inspeksi intensif terhadap cerobong industri yang berpotensi mencemari lingkungan.
Melalui Dinas Lingkungan Hidup (DLH), Pemprov Jakarta menyatakan akan menduplikasi strategi dari kota-kota besar dunia seperti Paris dan Bangkok dalam menangani krisis udara.
Salah satu langkah konkret adalah dengan penambahan 1.000 stasiun pemantau kualitas udara (SPKU) berbiaya rendah. Langkah ini diyakini mampu memperluas jangkauan dan meningkatkan akurasi pemantauan kondisi udara secara real-time di berbagai titik ibu kota.
Dengan semakin banyak SPKU, diharapkan bisa memberikan respons lebih cepat dan tepat terhadap kondisi udara yang memburuk.
Inisiatif ini juga merupakan bagian dari program jangka panjang untuk menciptakan Jakarta yang lebih sehat dan berkelanjutan, sejalan dengan komitmen global dalam penanganan krisis iklim.
Jakarta Siap Ikuti Cara Paris dan Bangkok untuk Tingkatkan Kualitas Udara
Pemandangan Monumen Nasional berlatar permukiman dan perkantoran yang diselimuti polusi udara di Jakarta, Kamis (15/5/2025). (Liputan6.com/Angga Yuniar)
Pemandangan gedung-gedung perkantoran yang diselimuti polusi udara di Jakarta, Kamis (15/5/2025). (Liputan6.com/Angga Yuniar)
Pemandangan Monumen Nasional berlatar permukiman dan perkantoran yang diselimuti polusi udara di Jakarta, Kamis (15/5/2025). (Liputan6.com/Angga Yuniar)
Pemandangan gedung-gedung perkantoran yang diselimuti polusi udara di Jakarta, Kamis (15/5/2025). (Liputan6.com/Angga Yuniar)
Pemandangan gedung-gedung perkantoran yang diselimuti polusi udara di Jakarta, Kamis (15/5/2025). (Liputan6.com/Angga Yuniar)
Pemandangan gedung-gedung perkantoran yang diselimuti polusi udara di Jakarta, Kamis (15/5/2025). (Liputan6.com/Angga Yuniar)