Dianggap Kerja Lambat, Pria Ini Ditampar dan Ditusuk
Korban mengalami memar di pipi dan luka robek di perut.
Seorang pria mengalami luka usai menjadi korban penamparan dan penusukan. Penganiayaan ini dipicu karena persoalan sepele, korban dianggap lambat dalam bekerja.
Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Pol Ade Ary Syam Indradi membenarkan kejadian ini. Awalnya, terduga pelaku inisial DT meminta korban JM untuk mengerjakan jalur pemasangan air PAM di kolong jembatan Kalijodo, Senin (17/3). Sebagai imbalan, korban pun diberi uang Rp500 ribu.
"Berawal dari laporan terlapor menyuruh korban untuk mengerjakan jalur pemasangan air PAM di kolong Jembatan Kalijodo Penjaringan Jakut untuk pembuatan WC Umum, terlapor memberikan uang sebesar Rp500 ribu kepada korban untuk pengerjaan jalur air PAM tersebut," kata Ade Ary, Sabtu (22/3).
Ade Ary melanjutkan, pekerjaan terhambat karena harus menunggu surat SPK dari pihak PAM Air Jaya. Saat itu, DT tiba-tiba datang ke lokasi. Tanpa banyak omong, pelaku langsung menampar pipi kiri JM hingga lebam. Tak berhenti di situ, pria itu juga menikam korban dengan senjata tajam.
"Karena terlapor meminta cepat dan korban masih koordinasi dengan pihak hak PAM Air Jaya masih menunggu surat SPK-nya, lalu tiba-tiba terlapor datang langsung menampar pipi kiri korban sehingga memar/lebam dan terlapor juga menusuk perut kanan korban l sehingga luka robek," ujar dia.
Ade Ary menerangkan, korban telah melaporkan kejadian ini ke Polres Metro Jakarta Utara. Kasus penganiayaan ini kini dalam penyelidikan lebih lanjut. "Kasus ditangani Polres Metro Jakut," tandas dia.