Dampak Makan Berlebihan pada Tubuh, Tak Hanya Sebabkan Kegemukan
Menjaga pola makan adalah salah satu cara menjaga kesehatan tubuh. Salah satunya dengan tidak makan berlebihan karena dapat memicu banyak masalah pada tubuh.
Segala sesuatu yang berlebihan akan menyebabkan munculnya hal yang tidak baik. Begitu juga dengan makan.
Dampak Makan Berlebihan pada Tubuh, Tak Hanya Sebabkan Kegemukan
Pola makan yang seimbang dan sehat merupakan kunci penting dalam menjaga kesehatan tubuh. Namun, dalam era modern yang serba cepat dan dihadapkan pada beragam godaan kuliner, banyak orang rentan terjebak dalam kebiasaan makan berlebihan.Makan berlebihan dapat didefinisikan sebagai mengonsumsi makanan dalam jumlah yang melebihi kebutuhan tubuh. Dalam jangka pendek, perut yang penuh mungkin memberikan kepuasan dan kenikmatan sejenak. Namun, dalam jangka panjang, pola makan yang tidak terkendali ini dapat menimbulkan sejumlah masalah kesehatan yang serius.
Meningkatkan Kelebihan Lemak dalam Tubuh
Keseimbangan kalori harian ditentukan oleh berapa banyak kalori yang Anda konsumsi versus berapa banyak yang Anda bakar. Ketika Anda makan lebih banyak dari yang Anda habiskan, maka ini dikenal sebagai surplus kalori. Tubuh Anda akan menyimpan kalori tambahan ini sebagai lemak.
Makan berlebihan meningkatkan risiko Anda mengembangkan kelebihan lemak tubuh atau obesitas karena konsumsi kalori yang lebih banyak daripada yang dibutuhkan. Lain halnya jika kita mengonsumsi protein yang berlebihan, kecil kemungkinannya untuk meningkatkan lemak karena cara metabolismenya.
Mengganggu Pengaturan Rasa Lapar
Ada dua hormon utama yang memengaruhi pengaturan rasa lapar, yaitu ghrelin, yang merangsang nafsu makan, dan leptin, yang menekan nafsu makan. Saat Anda belum makan, kadar ghrelin meningkat. Kemudian, setelah Anda makan, kadar leptin memberi tahu tubuh bahwa Anda sudah kenyang. Dan ketika Anda makan berlebihan, maka dapat mengganggu keseimbangan ini.
Mengonsumsi makanan tinggi lemak, garam, atau gula melepaskan hormon perasaan senang seperti dopamin, yang mengaktifkan pusat kesenangan di otak. Seiring waktu, tubuh akan mengasosiasikan sensasi kenikmatan ini dengan makanan tertentu, yang cenderung tinggi lemak dan kalori.
Sebabkan Mual
Makan berlebihan dapat menyebabkan perasaan mual dan gangguan pencernaan yang tidak nyaman. Saat Anda makan besar dan mulai mencapai batas kapasitas perut, Anda mungkin mengalami mual atau gangguan pencernaan. Dalam kasus yang parah, mual ini dapat memicu muntah, yang merupakan cara tubuh meredakan tekanan lambung akut.
Meningkatkan Risiko Penyakit
Meskipun makan berlebihan sesekali mungkin tidak memengaruhi kesehatan jangka panjang, makan berlebihan yang kronis dapat menyebabkan obesitas. Pada gilirannya, kondisi ini akan meningkatkan risiko seseorang terkena penyakit.
Obesitas juga menjadi salah satu faktor risiko utama sindrom metabolik. Kumpulan kondisi ini meningkatkan peluang Anda terkena penyakit jantung dan masalah kesehatan lainnya, seperti diabetes dan stroke.
Mengganggu Fungsi Otak
Seiring waktu, makan berlebihan dapat merusak fungsi otak. Beberapa penelitian mengaitkan makan berlebihan dan obesitas secara terus-menerus dengan penurunan mental pada orang tua, dibandingkan dengan mereka yang tidak makan berlebihan.
Satu studi pada orang dewasa yang lebih tua menemukan bahwa kelebihan berat badan memengaruhi ingatan secara negatif, dibandingkan dengan individu dengan berat badan normal.
Menyebabkan Kantuk
Setelah makan berlebihan, banyak orang menjadi lesu atau lelah. Ini mungkin karena fenomena yang disebut hipoglikemia reaktif, di mana gula darah turun tak lama setelah makan besar. Gula darah rendah umumnya dikaitkan dengan gejala seperti mengantuk, lesu, detak jantung cepat, dan sakit kepala.
Meski tidak sepenuhnya dipahami, penyebabnya diduga terkait dengan kelebihan produksi insulin. Meskipun paling umum terjadi pada penderita diabetes yang memberikan terlalu banyak insulin, hipoglikemia reaktif dapat terjadi pada beberapa orang akibat makan berlebihan.