Bikin Bangga, Deretan Produk UMKM Cianjur Ini Tembus Pasar ASEAN
Tiga produknya berhasil tembus pasar di negara-negara ASEAN seperti kopi luwak, sambal honje sampai radio kayu antik.
Makanan sampai radio antik jadi produk UMKM asal Kabupaten Cianjur, Jawa Barat yang tembus pangsa pasar negara ASEAN.
Bikin Bangga, Deretan Produk UMKM Cianjur Ini Tembus Pasar ASEAN
Pemilik UMKM asal Kabupaten Cianjur, Jawa Barat bikin bangga Indonesia. Pasalnya tiga produknya berhasil tembus pasar di negara-negara ASEAN seperti kopi luwak, sambal honje sampai radio kayu antik.Bahkan menurut Dinas Koperasi UMKM Perindustrian dan Perdagangan (Diskoperindag) setempat, kegiatan ekspor produk-produk tersebut tidak sedikit dan rutin dilakukan tiap bulan.
Makanan, minuman dan produk barang elektronik buatan anak bangsa di Cianjur ini dikenal memiliki kualitas yang baik di mata dunia. Berikut selengkapnya.
Perputaran ekonomi capai ratusan juta rupiah
Disampaikan Kabid UMKM Dinas Koperasi UMKM Perindustrian dan Perdagangan (Diskoperindag) Cianjur, Epra Haryono, Sabtu (1/7), pengiriman produk UMKM lokal ini membantu perputaran ekonomi hingga ratusan juta rupiah.
Sebelumnya hanya dua produk lokal yang tembus pasar ekspor, yakni radio kayu antik dan sambal honje.
"Tahun lalu sejumlah produk UMKM yang sudah memiliki pasar di sejumlah negara ASEAN, seperti Malaysia, Singapura, dan Brunei Darussalam seperti radio antik dan sambal honje dengan omzet per bulan sekitar ratusan juta rupiah," kata Epra, mengutip ANTARA.
Kopi luwak Cianjur
Produk UMKM setempat yang belum lama ini memikat pasar ASEAN adalah kopi luwak asli kawasan Puncak, Cianjur. Kopi ini berasal dari luwak asli, dan berjenis Arabica.
Dikutip dari akun Instagram @kopiluwakMB123, kopi luwak ini memiliki brand MB Coffee, dan dibuat oleh Budianto yang sebelumnya merupakan mantan karyawan hotel di Cipanas.
Banyak turis lokal maupun mancanegara yang datang langsung untuk mencicipi kopi luwak, dan membelinya. Kopi luwak dikirim melalui eksportir di wilayah Jakarta dan Bogor dengan penjualan mencapai puluhan kilogram tiap bulan.
Lampu gentur yang indah
Selain kopi ada juga produk kerajinan yang tembus pasar ASEAN yakni lampu gentur. Lampu ini mirip hiasan rumah, dengan bentuk mozaik warna warni.
Lampu gentur sangat indah, dengan nilai seni yang tinggi. Mulanya, lampu ini sudah identik dengan masyarakat Cianjur sejak puluhan tahun lalu, sebagai penerang mengaji anak-anak.
"Seiring bertambahnya jumlah produk unggulan UMKM Cianjur yang tembus pasar luar negeri, kami dari dinas mencoba berkoordinasi dan mencari akses melalui kementerian di pusat untuk mendapat pasar di luar negeri guna memperkenalkan produk unggulan Cianjur lainnya," terangnya.
Gula semut dan sambal honje
Gula semut turut menjadi produk UMKM Cianjur yang diminati pasar ASEAN. Tiap bulannya pengirimannya berada di angka ton, dengan tujuan negara di Timur Tengah seperti Dubai, Abu Dhabi, dan Uni Emirat Arab.
Mirip dengan gula semut, sambal honje yang terbuat dari bunga kecombrang juga mengalami peningkatan penjualan hingga ke luar negeri.
"Selama dua tahun terakhir, pesanan tetap produk unggulan UMKM Cianjur yang rutin setiap bulannya berasal dari negara ASEAN, seperti Malaysia, Singapura, Brunei, dan sejumlah negara di Timur Tengah," terangnya.
Radio kayu antik
Produk radio kayu antik menjadi unggulan UMKM di Cianjur dengan peminat yang tinggi di luar negeri.
Radio kayu ini memiliki bentuk yang klasik dengan suara jernih dan terbuat dari kayu murni. Sebelumnya, radio kayu dengan brand Faber Instrument Indonesia ini menjad suvenir resmi kegiatan G20 dan helatan MotoGP di Mandalika, dengan jumlah peminat tinggi.
Untuk saat ini, pihaknya akan menggencarkan pelatihan, pembinaan dan mengenalkan pemasaran digital bagi pelaku UMKM agar produknya bisa dengan mudah menjangkau pasar internasional.
Epra juga tengah menyiapkan dua produk lokal lain untuk tembus ke pasar luar seperti bunga potong pikok dan kacang sanca ichi.